Telset.id – Rencana ASML untuk menaikkan harga mesin litografi Low-NA EUV memicu ketegangan dengan klien terbesarnya, TSMC. Kenaikan harga ini, yang didasari oleh peningkatan produktivitas alat, berpotensi mengganggu strategi ekspansi dan roadmap teknologi TSMC hingga 2030.
Dalam laporan dari Tom’s Hardware, Chief Financial Officer ASML, Roger Dassen, mengonfirmasi fleksibilitas harga yang lebih besar. “When it comes to Low-NA [EUV tools] pricing, of course, you know that we keep on increasing the productivity of the Low-NA tool, [which] gives us a pretty strong runway for potential price improvements going forward,” ujarnya dalam earnings call kuartalan perusahaan.
Mesin Low-NA EUV generasi awal, seperti Twinscan NXE, dibanderol sekitar €100 juta hingga €120 juta. Kini, model yang lebih canggih dimulai dari harga €170 juta. Sementara itu, produktivitas alat telah melonjak dari 160-170 wafer per jam (WPH) menjadi 220 WPH/260 WPH pada model NXE:3800E/F. Ke depannya, sistem NXE:4200G/H diperkirakan akan melampaui 300 WPH.
“Clearly, the environment that we live in today, with the value that our products bring to customer — it’s substantial— of course, gives us flexibility on pricing, more so than what you would have seen in the past,” tambah Dassen, menegaskan bahwa nilai yang diberikan kepada pelanggan menjadi alasan utama.

Namun, Dassen juga menekankan bahwa ASML akan tetap berpegang pada pendekatan value-based pricing. Perusahaan tidak hanya akan menagih berdasarkan peningkatan produktivitas, tetapi juga faktor lain seperti pencitraan (imaging) dan overlay yang lebih baik.
“We have always been able to show customers not just productivity upgrades, but also the value from better imaging, the value of better overlay, etc.,” jelasnya.
Meskipun ada rencana kenaikan, dampaknya tidak akan terasa dalam waktu dekat. Pesanan yang sudah masuk ke dalam backlog ASML untuk tahun 2027 dan awal 2028 kemungkinan besar sudah memiliki harga yang terikat kontrak. Kenaikan harga yang signifikan baru akan berlaku untuk pengiriman mulai akhir 2028 atau untuk pesanan baru di tahun 2027. Model NXE:4200G yang dijadwalkan rilis pada 2029 secara alami akan meningkatkan harga jual rata-rata.
Baca Juga:
Bagi TSMC, isu ini bersifat strategis. Rencana induk perusahaan untuk teknologi chip hingga 2030 sangat bergantung pada penggunaan mesin Low-NA EUV yang lebih murah, dengan peningkatan melalui mask, komputasi litografi, dan multipatterning. TSMC selama ini sengaja menghindari adopsi mesin High-NA EUV yang jauh lebih mahal, dengan harga mencapai lebih dari €350 juta per unit.
Jika ASML menaikkan harga Low-NA EUV, seluruh strategi TSMC selama beberapa tahun ke depan akan terpengaruh. TSMC saat ini mengoperasikan armada mesin Low-NA EUV terbesar di dunia dan membutuhkan lebih banyak lagi untuk pabrik-pabrik barunya di Taiwan, AS, dan Jepang.
Kenaikan harga yang kecil sekalipun, jika melampaui proyeksi TSMC, dapat menambah miliaran dolar pada belanja modal (capex) perusahaan. Hal ini juga akan mengurangi keuntungan ekonomi dari penundaan adopsi mesin High-NA serta meningkatkan biaya produksi secara keseluruhan.
“For TSMC, however, the issue is strategic. The foundry’s leading-edge roadmap through 2030 relies on extending Low-NA EUV with better masks, computational lithography, and multipatterning,” tulis laporan tersebut.
Lebih jauh lagi, menerima harga yang lebih tinggi sekarang dapat menjadi preseden buruk bagi TSMC. Hal ini akan memungkinkan ASML untuk mengambil porsi nilai ekonomi yang lebih besar dari peralatan litografi yang semakin produktif di masa depan.
Pertanyaan besarnya, akankah tekanan harga ini memaksa TSMC untuk beralih ke mesin High-NA EUV lebih awal dari rencana? Namun, peralihan ke High-NA bukan hanya soal membeli mesin yang lebih mahal. TSMC juga harus menyiapkan material baru seperti resists, masks, pellicles, metrologi, design rules, dan alur komputasi litografi yang kemungkinan besar belum siap.
Situasi ini menunjukkan dinamika persaingan yang menarik di industri semikonduktor. Ketergantungan TSMC pada ASML sangat tinggi, namun perusahaan asal Belanda itu juga membutuhkan TSMC sebagai klien utamanya. Untuk memahami lebih dalam tentang ketegangan geopolitik di balik teknologi ini, kamu bisa menyimak berita tentang ASML bantah kirim mesin EUV ke China yang menjadi sorotan AS.

Implikasi dari kenaikan harga ini akan sangat terasa. Biaya produksi chip yang lebih tinggi pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen, memperlambat laju inovasi, dan mengubah peta persaingan di industri teknologi global. Sementara itu, kerja sama antara Imec, ASML, dan TSMC cetak rekor transistor 2D 50nm menunjukkan bahwa kolaborasi riset masih berjalan, namun hubungan bisnis mulai memanas.





Komentar
Belum ada komentar.