Telset.id ā Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat resmi menyetujui uji coba satelit yang dirancang untuk memantulkan sinar matahari ke Bumi. Startup asal California, Reflect Orbital, akan meluncurkan wahana EƤrendil-1 yang dilengkapi cermin orbital raksasa untuk memperpanjang durasi siang hari di area tertentu.
Persetujuan ini menjadi langkah awal bagi teknologi kontroversial yang disebut-sebut bisa mengubah cara manusia mengakses energi dan melakukan operasi darurat. Namun, para ilmuwan sudah angkat suara soal konsekuensi yang lebih luas.
Satelit EƤrendil-1 akan beroperasi di orbit rendah Bumi dengan empat reflektor film tipis berukuran sekitar 18 meter atau setara 60 kaki. Sinar matahari yang dipantulkan akan diarahkan ke lokasi spesifik dalam waktu singkat, mendukung aktivitas seperti pekerjaan konstruksi, operasi pencarian dan penyelamatan, hingga pembangkit listrik tenaga surya.
Reflect Orbital mengklaim cerminnya bisa menghasilkan hingga 36.000 lux, setara dengan kondisi siang hari alami di luar ruangan. Sistem ini juga bisa menyediakan sekitar 100 lux secara kontinu, mirip pencahayaan dalam ruangan kerja standar selama 24 jam.
āKami berterima kasih kepada FCC karena mengakui pentingnya menguji teknologi baru di luar angkasa,ā ujar Ben Nowack, CEO Reflect Orbital, dalam pernyataan resmi. āIzin ini adalah langkah pertama menuju pengujian ketat terhadap kemanjuran teknologi dan perlindungan yang telah kami kembangkan.ā
Gagasan ini langsung dibandingkan dengan satelit Icarus fiksi dalam film James Bond Die Another Day, di mana reflektor orbital dirancang untuk membawa sinar matahari ke wilayah gelap. Meski teknologi nyata berbeda jauh dari konsep film, para kritikus berpendapat pertanyaan serupa tentang efek tak terduga tetap relevan seiring perluasan rencana peluncuran.
Kekhawatiran Astronom dan Aktivis Lingkungan
Para astronom menyatakan keprihatinan bahwa sinar matahari yang dipantulkan dari ribuan satelit bisa mengganggu pengamatan objek redup di langit malam. Tony Tyson, kepala ilmuwan di Observatorium Vera C. Rubin, menggambarkan proposal tersebut sebagai ālebih gilaā dibandingkan tantangan konstelasi satelit sebelumnya yang memengaruhi penelitian astronomi.
Observatorium Eropa Selatan (ESO) memperingatkan bahwa penerapan penuh bisa meningkatkan kecerahan langit di fasilitas mereka sebanyak tiga hingga empat kali lipat. Hal ini akan mengurangi kemampuan teleskop untuk mendeteksi sumber astronomi yang jauh dan redup.
Para peneliti juga berpendapat bahwa pencahayaan buatan di malam hari bisa memengaruhi sistem biologis yang bergantung pada siklus siang dan malam alami. Kekhawatiran ini mencakup tumbuhan, hewan, dan manusia yang mengandalkan pola lingkungan yang dapat diprediksi untuk perilaku normal.
FCC menyatakan bahwa masalah ilmiah dan lingkungan berada di luar kewenangan regulasi langsung mereka, yang terutama berfokus pada layanan komunikasi seperti radio, televisi, satelit, dan sistem terkait. Badan tersebut menyetujui pengujian karena percaya bahwa mengizinkan teknologi luar angkasa baru mendukung inovasi dan pembangunan ekonomi.
Para kritikus mungkin perlu mencari tinjauan dari badan seperti NASA dan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), yang menangani pertanyaan lebih luas terkait aktivitas luar angkasa dan dampak lingkungan.

Apakah cermin orbital menjadi teknologi yang berguna atau menciptakan tantangan tak terduga akan bergantung pada pengujian di masa depan, pengawasan, dan penilaian ilmiah independen. Perkembangan ini juga menarik perhatian karena FAA Restui SpaceX Terbang Lagi untuk uji coba Starship, menunjukkan meningkatnya aktivitas eksplorasi luar angkasa.





Komentar
Belum ada komentar.