πŸ“‘ Daftar Isi

Mesin litografi EUV buatan ASML yang dilarang dikirim ke China

ASML Bantah Kirim Mesin EUV ke China, AS Cemas

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AS mengkhawatirkan China mendapatkan mesin EUV dari ASML yang dilarang
  • ASML membantah tegas tuduhan pengiriman mesin EUV ke China
  • Mesin EUV berukuran bus sekolah, berat 180 ton, harga USD 180-400 juta
  • Huawei gunakan Tau Scaling Law dan LogicFolding sebagai alternatif
  • Huawei targetkan chip setara 1,4nm pada 2031
  • Ilmuwan China dikabarkan kembangkan prototipe EUV sendiri

Telset.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan khawatir China berhasil mendapatkan mesin litografi canggih buatan ASML, satu-satunya perusahaan di dunia yang memproduksi mesin Extreme Ultraviolet (EUV). Namun, perusahaan asal Belanda itu dengan tegas membantah telah mengirimkan mesin tersebut ke China.

Kekhawatiran ini muncul di tengah ketatnya sanksi AS yang melarang Huawei dan SMIC, foundry terbesar di China, mengakses chip mutakhir serta memproduksi sirkuit terpadu (IC) di bawah node 7nm. Larangan ini berlaku karena mesin EUV, yang harganya bisa mencapai USD 400 juta, dilarang dikirim ke China.

Mesin EUV berukuran sebesar bus sekolah dengan bobot 180 ton, sehingga mustahil untuk diselundupkan. Meski demikian, AS tetap waspada. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, bahkan telah bertemu dengan pejabat ASML untuk membahas kekhawatiran tersebut.

ASML dalam pernyataan resminya menegaskan, β€œASML tidak pernah mengirimkan mesin EUV ke China, juga tidak pernah mengirimkan komponen, modul, atau peralatan yang dirancang khusus untuk digunakan dalam mesin EUV.” Perusahaan itu juga menyatakan telah secara konsisten menyesuaikan bisnisnya dengan aturan kontrol ekspor yang berlaku.

Meski demikian, ASML masih diizinkan mengirimkan mesin Deep Ultraviolet (DUV) kering yang kurang canggih ke China. Namun, mesin DUV Immersion yang lebih maju tetap dilarang karena menggunakan air untuk memperpendek panjang gelombang cahaya, sehingga memungkinkan pencetakan sirkuit yang lebih presisi.

Baca Juga:

Strategi Huawei dengan Tau Scaling Law

Di tengah tekanan sanksi, Huawei tidak tinggal diam. Bulan lalu, perusahaan asal China itu mengumumkan Tau Scaling Law, sebuah prinsip baru yang menggantikan Hukum Moore sebagai dasar pembuatan chip yang lebih bertenaga. Tidak seperti Hukum Moore yang fokus pada pengecilan ukuran transistor, Tau Scaling Law bertujuan memperpendek jarak sinyal yang harus ditempuh dalam chip.

Dengan arsitektur LogicFolding yang menggunakan penumpukan vertikal (3D stacking), Huawei dapat mempersingkat jalur sinyal dan meningkatkan kepadatan transistor tanpa harus menggunakan mesin EUV. Pendekatan ini memungkinkan pembuatan chip yang lebih kuat tanpa bergantung pada teknologi litografi paling canggih.

Huawei menargetkan pada 2031 mampu membuat chip dengan kepadatan transistor setara chip 1,4nm. Namun, mereka masih tertinggal karena TSMC berencana memulai produksi massal chip 1,4nm pada paruh kedua 2028.

Bulan lalu, Huawei juga mengumumkan bahwa seri flagship Mate 90 akan ditenagai chip Kirin baru yang setara dengan prosesor aplikasi 3nm. Chip ini akan diproduksi menggunakan arsitektur LogicFolding.

Arsitektur 3D LogicFolding Huawei

Perkembangan Lain dan Implikasi

Desember lalu, Reuters melaporkan bahwa ilmuwan China mengembangkan prototipe mesin EUV yang dibangun oleh tim mantan insinyur ASML. Sementara itu, Kementerian Perdagangan AS dan Gedung Putih belum memberikan komentar langsung.

Ketegangan ini menunjukkan betapa strategisnya teknologi chip dalam persaingan geopolitik AS-China. Mesin EUV menjadi kunci pembuatan chip paling canggih yang digunakan di berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga superkomputer.

Bagi industri teknologi global, situasi ini bisa berdampak pada rantai pasokan dan akses terhadap chip mutakhir. Sementara itu, Paten Brick Phone Samsung dan inovasi lainnya terus bermunculan di tengah dinamika ini.

Kesimpulannya: Meskipun AS cemas, bukti dan pernyataan resmi ASML menunjukkan tidak ada pelanggaran pengiriman mesin EUV ke China. Namun, upaya China mengembangkan teknologi alternatif dan prototipe EUV sendiri menunjukkan persaingan teknologi chip masih akan semakin ketat ke depannya.

Komentar

Belum ada komentar.