Implan BCI komersial NEO dari Neuracle Medical Technology berukuran sekecil koin

BCI Komersial Pertama di Dunia Berhasil Ditanam di China

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • China mencatat sejarah dengan implantasi BCI komersial pertama di dunia
  • Perangkat NEO dari Neuracle Medical Technology berukuran sekecil koin
  • Dapatkan persetujuan penjualan dari regulator China pada Maret lalu
  • Pasien adalah korban kecelakaan mobil yang mengalami cedera sumsum tulang belakang
  • Perangkat mendeteksi sinyal saraf dan menerjemahkannya menjadi tindakan
  • Bisa digunakan untuk mengontrol komputer, ponsel, dan lengan robotik
  • China targetkan pengembangan BCI lebih lanjut pada 2027

Telset.id – China mencatat sejarah baru di dunia teknologi medis. Sebuah perangkat brain-computer interface (BCI) komersial berhasil ditanam di otak pasien untuk pertama kalinya. Implan bernama Neural Electronic Opportunity (NEO) ini diproduksi oleh perusahaan China, Neuracle Medical Technology.

Prosedur bersejarah ini dilakukan oleh tim dokter di China. Keberhasilan ini menjadi langkah maju yang signifikan dalam pengembangan antarmuka otak-komputer. Sebelumnya, BCI hanya diuji dalam uji klinis dan penelitian terkontrol.

Dilaporkan oleh South China Morning Post, perangkat NEO berukuran sekecil koin dan dilengkapi delapan elektroda. Persetujuan penjualan NEO diberikan oleh China National Medical Products Association pada Maret lalu. Izin ini membuka jalan bagi penggunaan BCI secara komersial.

Neural Electronic Opportunity (NEO) implant

Pasien yang menerima implan ini adalah korban kecelakaan mobil satu dekade lalu. Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang dan gangguan mobilitas tangan. Setelah prosedur, pasien dilaporkan pulih dengan baik dan menunjukkan sinyal otak yang normal.

Cara kerja NEO cukup canggih. Perangkat ini mendeteksi sinyal saraf dari area sensorik dan kontrol motorik otak. Sinyal tersebut kemudian diterjemahkan menjadi tindakan yang dikirimkan ke sarung tangan logam yang dikenakan pasien. Pengembang menyatakan sistem ini juga bisa mengontrol komputer, ponsel, dan perangkat lain, termasuk lengan robotik.

Pemerintah China memiliki ambisi besar di bidang ini. Otoritas telah menyusun cetak biru yang menetapkan target utama teknologi BCI pada 2027. Target tersebut mencakup pengembangan perangkat dan kerangka pendukung yang diperlukan.

Perbandingan dengan Neuralink milik Elon Musk tidak bisa dihindari. Neuralink memang telah berhasil menanam perangkat pada beberapa pasien. Namun, BCI buatan Neuralink belum mendapatkan persetujuan regulasi di AS dan belum tersedia secara komersial.

Keberhasilan ini menempatkan China di posisi terdepan dalam komersialisasi BCI. Langkah ini juga mempercepat adopsi teknologi antarmuka otak-komputer di dunia medis. Para ahli memperkirakan perangkat BCI akan semakin pintar dan lebih kecil seiring waktu.

Implikasi dari pencapaian ini sangat luas. Pasien dengan cedera sumsum tulang belakang kini memiliki harapan baru untuk memulihkan mobilitas. Teknologi ini juga membuka peluang bagi pengembangan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Persaingan global di bidang BCI semakin memanas. China menunjukkan keseriusannya dengan memberikan izin komersial lebih awal dibanding negara lain. Langkah ini bisa memicu negara lain untuk mempercepat regulasi serupa.

Pengembangan teknologi BCI membutuhkan investasi besar dan penelitian mendalam. Neuracle Medical Technology telah membuktikan bahwa perangkat mereka siap digunakan secara komersial. Ke depannya, kita bisa melihat lebih banyak inovasi serupa dari China.

Perangkat NEO menawarkan solusi yang relatif terjangkau dibandingkan dengan penelitian BCI lainnya. Ukurannya yang kecil membuat prosedur implantasi menjadi lebih minim risiko. Delapan elektroda yang dimilikinya cukup untuk mendeteksi sinyal otak yang diperlukan.

Pasien yang menjalani prosedur ini menunjukkan respons positif. Sinyal otak normal terpantau setelah operasi. Ini menandakan bahwa perangkat berfungsi sesuai yang diharapkan oleh tim medis.

Pemerintah China terus mendorong inovasi di bidang teknologi medis. Target 2027 menjadi bukti komitmen mereka untuk memimpin industri BCI global. Regulasi yang mendukung menjadi faktor kunci dalam percepatan ini.

Dengan adanya persetujuan komersial, lebih banyak pasien berpotensi mendapatkan akses ke teknologi ini. Biaya prosedur diharapkan bisa lebih terjangkau seiring produksi massal. Ini akan menjadi angin segar bagi mereka yang membutuhkan solusi mobilitas.

Perkembangan ini juga menarik perhatian investor global. Potensi pasar BCI sangat besar, terutama untuk aplikasi medis dan rehabilitasi. China menjadi pasar yang paling siap untuk menangkap peluang ini.

Neuralink mungkin menjadi pesaing terdekat dalam perlombaan ini. Namun, keterbatasan regulasi di AS menjadi hambatan utama bagi perusahaan Elon Musk tersebut. China justru memanfaatkan kecepatan regulasi untuk unggul lebih dulu.

Teknologi BCI masih terus berkembang. Para peneliti percaya bahwa perangkat ini akan menjadi lebih canggih di masa depan. Kemampuan untuk mengontrol berbagai perangkat elektronik hanya dengan pikiran bukan lagi fiksi ilmiah.

Implikasi etis dari teknologi ini juga perlu diperhatikan. Penggunaan BCI harus tetap mengutamakan keselamatan dan privasi pasien. Regulasi yang ketat diperlukan untuk memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab.

China telah mengambil langkah berani dengan mengkomersialkan BCI. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap keamanan dan efektivitas perangkat NEO. Negara lain mungkin akan mengikuti jejak serupa dalam waktu dekat.

Bagi dunia medis, pencapaian ini membuka era baru dalam pengobatan cedera saraf. Pasien yang sebelumnya kehilangan harapan kini memiliki opsi pengobatan yang lebih maju. Teknologi BCI bisa menjadi solusi permanen untuk berbagai kondisi neurologis.

Perangkat NEO hanyalah awal dari revolusi BCI. Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan melihat lebih banyak perangkat serupa dengan kemampuan yang lebih baik. Ukuran yang lebih kecil dan fungsionalitas yang lebih luas menjadi target pengembangan selanjutnya.

Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan teknologi, dan institusi medis menjadi kunci keberhasilan ini. China menunjukkan bahwa sinergi antar sektor bisa mempercepat inovasi. Model ini bisa menjadi contoh bagi negara lain yang ingin mengembangkan teknologi serupa.

Dengan pencapaian ini, China menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam teknologi BCI komersial. Dunia kini menyaksikan dimulainya era baru dalam antarmuka otak-komputer. Masa depan di mana manusia bisa mengendalikan perangkat dengan pikiran semakin dekat.

Teknologi ini tidak hanya berguna untuk rehabilitasi medis. Potensi aplikasinya meluas ke berbagai bidang seperti komunikasi, hiburan, dan produktivitas. Bayangkan bisa mengetik atau bermain game hanya dengan berpikir.

Tantangan ke depan adalah membuat teknologi ini lebih terjangkau dan mudah diakses. Produksi massal dan persaingan pasar akan membantu menurunkan biaya. Regulasi yang jelas juga diperlukan untuk melindungi konsumen.

Keberhasilan implantasi NEO menjadi bukti bahwa BCI komersial bukan lagi sekadar konsep. Ini adalah teknologi nyata yang bisa membantu manusia. China telah membuktikan bahwa mereka serius memimpin revolusi ini.

Bagi Indonesia, perkembangan ini bisa menjadi pelajaran berharga. Regulasi yang mendukung inovasi sangat penting untuk kemajuan teknologi medis. Kolaborasi dengan negara maju juga bisa mempercepat adopsi teknologi serupa di dalam negeri.

Kita patut menantikan perkembangan selanjutnya dari teknologi BCI. Inovasi di bidang ini akan terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi umat manusia. China telah membuka pintu, dan dunia kini mengikuti.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.