Telset.id ā Algocyte memperkenalkan Proxima, alat analisis darah portabel yang mampu memberikan hasil hitung darah lengkap hanya dalam waktu sekitar 20 menit dari satu sampel darah ujung jari. Inovasi ini berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan pasien ke klinik atau laboratorium, terutama bagi mereka yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin.
Proxima bukan sekadar konsep atau prototipe yang dipamerkan dalam acara peluncuran. Perangkat ini telah memiliki sertifikasi kesesuaian UKCA di Inggris dan Algocyte beroperasi di bawah sistem mutu perangkat medis bersertifikat. Langkah-langkah formal ini memberikan bobot lebih pada proyek tersebut dibandingkan sekadar purwarupa.
Fungsi dan Cara Kerja Proxima
Proxima adalah penganalisis hematologi ultra-portabel yang dirancang untuk bekerja dengan sampel darah berukuran kecil. Algocyte menyatakan perangkat ini dapat mengukur penanda yang digunakan dalam hitung darah parsial atau lengkap, termasuk sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan hemoglobin.
Perangkat ini dikendalikan melalui aplikasi smartphone. Dua sistem penginderaan menangkap informasi dari sampel darah, kemudian kecerdasan buatan (AI) mengubah sinyal-sinyal tersebut menjadi pengukuran biologis. Hasilnya dikirim ke dasbor klinisi, bukan disajikan sebagai diagnosis yang harus diinterpretasikan pasien secara mandiri.

Saat ini, Algocyte menargetkan penggunaan Proxima di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Pemantauan di rumah baru menjadi tujuan jangka panjang yang akan dikembangkan kemudian.
Arti Sertifikasi Awal bagi Proxima
Proxima telah ditandai UKCA sebagai General IVD (In Vitro Diagnostic), sementara pekerjaan kesesuaian lebih lanjut masih berlangsung untuk penggunaan tambahan. Algocyte juga memegang sertifikasi ISO 13485 untuk sistem mutu perangkat medisnya.
Kredensial ini menunjukkan bahwa proses desain dan manufaktur formal telah diterapkan. Namun, sertifikasi tersebut tidak secara independen membuktikan seberapa dekat pembacaan Proxima dengan peralatan laboratorium konvensional. Pengujian tusuk jari tetap mendapat sorotan ekstra setelah kasus Theranos, meskipun klaim Proxima saat ini jauh lebih sempit. Perangkat ini diposisikan sebagai alat hematologi yang diawasi, bukan pengganti seluruh laboratorium klinis.

Baca Juga:
Data Kinerja yang Masih Dibutuhkan
Langkah berikutnya yang paling jelas adalah publikasi data kinerja yang membandingkan Proxima dengan penganalisis referensi yang mapan untuk setiap penanda yang diklaim. Bukti tersebut juga harus menunjukkan seberapa sering tes gagal atau perlu diulang.
Penggunaan di dunia nyata akan sama pentingnya. Pengumpulan sampel tusuk jari dapat bervariasi, dan perangkat yang ditujukan untuk pemantauan di rumah harus tetap andal ketika sampel tidak ditangani oleh staf laboratorium. Proxima telah melewati beberapa hambatan awal yang berarti dan membuat klaim yang terkendali. Pencapaian berikutnya harus sama konkretnya, dengan bukti klinis yang dipublikasikan agar dapat diperiksa oleh dokter dan pasien.
Perkembangan alat diagnostik portabel seperti Proxima menunjukkan tren menuju layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah diakses. Integrasi AI dalam analisis medis juga menjadi sorotan, sejalan dengan perkembangan teknologi AI yang semakin luas. Namun, validasi klinis tetap menjadi kunci utama sebelum perangkat semacam ini dapat diadopsi secara luas dalam praktik medis sehari-hari.





Komentar
Belum ada komentar.