telset

Akar Tanaman Bisa Dijadikan Baterai, Lebih Ramah Lingkungan

Telset.id, Jakarta – Sekelompok peneliti dari Swedia mengembangkan perangkat penyimpanan energi dari bahan dari alam. Mereka mengubah akar tanaman menjadi tempat penyimpanan energi listrik seperti baterai yang ramah lingkungan

Selalu ada perburuan untuk menemukan sumber energi baru yang ramah lingkungan. Para ilmuwan dari seluruh dunia terus mencari sumber energi yang terbarukan serta ramah lingkungan. 

Seperti sekelompok peneliti asal Swedia berikut ini, yang berhasil menemukan fakta bahwa akar tanaman dapat digunakan sebagai perangkat penyimpanan energi layaknya baterai.

Baca juga: Peneliti Malaysia Bikin Drone dari Daun Nanas

Penelitian untuk mengubah akar tanaman menjadi baterai dilakukan tim peneliti dari Universitas Linkoping Swedia. Penelitian tersebut merupakan proyek pengembangan yang memadukan proses biologis dan fungsi elektronik.

Terobosan ini sebenarnya telah dilakukan oleh Dr. Eleni Stavrinidou pada tahun 2015 lalu. Ketika itu, ia membuat sirkuit listrik di jaringan pembuluh darah mawar dan sirkuit tersebut kemudian digunakan untuk membentuk transistor.

Sekitar 2 tahun kemudian, mereka mampu mengubah tanaman menjadi konduktor listrik yang mampu menyimpan energi.

Sayangnya sirkuit listrik dari tanaman tersebut hanya mampu bertahan beberapa hari saja. Kekurangan dari penelitian Dr. Eleni itupun coba dikembangkan kembali oleh peneliti Universitas Linkoping sekarang.

Peneliti Swedia menggunakan tanaman utuh untuk menunjukkan bahwa tanaman dapat menghantarkan listrik ketika disiram dengan larutan oligomer yang terkonjugasi ETE-S. 

Dilansir Telset dari Gadget NDTV pada Selasa (16/11/2021), larutan oligomer yang menyirami permukaan tanaman akan mengubah akar menjadi konduktor listrik.

Sistem konduktor ini akan tetap aktif selama lebih dari 4 minggu. Berkat larutan oligomer pula, tanaman dapat menyimpan energi listrik yang 100 kali lebih besar dibandingkan tanaman hasil penelitian dari Dr. Eleni Stavrinidou.

Jadi akar tanaman bisa berfungsi seperti baterai yang mampu menyimpan energi listrik yang besar dalam waktu yang lama. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Materials Horizons.

Baca juga: Peneliti Ajarkan Kemampuan Interaksi Sosial pada Robot

Para ilmuwan berharap penelitian akar tanaman yang berubah jadi baterai bisa membuka jalan bagi pengembangan energi, penginderaan, dan robotika yang lebih ramah lingkungan.

Diharapkan di masa depan, perangkat penyimpanan energi listrik bisa lebih ramah lingkungan karena menggunakan akar tanaman. (NM/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0