Samsung Rilis Sensor Foto Untuk Smartphone Multi Kamera

Telset.id, Jakarta – Samsung Electronics merilis dua sensor gambar atau foto (image) untuk smartphone multi-kamera. Dua sensor tersebut adalah Isocell Bright GM1 48 MP dan Isocell Bright GD1 32 MP.

Samsung mengatakan duet sensor canggih ini akan membantu produsen smartphone memasangkan banyak kamera pada desain ramping ponsel flagship mereka.

“Sensor ini akan memungkinkan produsen modul kamera membuat modul yang lebih kecil atau mengemas lebih banyak piksel ke dalam desain mereka. Ini berkat piksel berukuran 0,8 mikrometer yang kami tawarkan,” kata Samsung dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir zdnet. Selasa (30/10/2018).

Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel) ini pertama kali merilis sensor gambar piksel berukuran mikrometer pada 2015 lalu. Kemudian perusahaan ini mulai melakukan perbaikan dengan mengurangi ukuran sensor gambar itu menjadi 0,9 mikrometer pada tahun lalu.

Menurut Samsung, Sensor GM1 dan GD1 memiliki teknologi Isocell Plus yang dapat mengoptimalkan kinerja untuk piksel yang lebih kecil. Selain itu duet sensor ini memiliki teknologi Tetracell, yang menyatukan kinerja empat piksel untuk meningkatkan kepekaan terhadap cahaya.

“GD1 juga dilengkapi dengan HDR,” imbuh Samsung.

Rencananya sensor-sensor ini akan diproduksi massal pada kuartal keempat tahun ini. Samsung sendiri akan menggunakan sensor itu untuk smartphone flagship besutannya, yakni Galaxy S10, yang akan diluncurkan tahun depan.

Selain menggunakannya untuk produk sendiri, Samsung juga akan memasarkan sensor ini untuk smartphone flagship mitra mereka asal China.

Kompetisi ponsel multi kamera mulai memanas belakangan ini dengan peluncuran smartphone quad-camera atau 4 kamera Samsung A9. Sebelumnya, Huawei meluncurkan P20 dan P20 Pro yang dilengkapi 3 kamera belakang. Dan akhir bulan ini akan diluncurkan Honor Magic 2 yang juga kemungkinan akan memiliki beberapa kamera di belakangnya.

Sebelumnya, Samsung mendaftarkan paten yang menjelaskan cara untuk mengubah seluruh layar  smartphone menjadi sensor pemindai sidik jari. Paten Samsung ini bisa menjadi solusi dari tidak nyamannya sensor sidik jari di layar sekarang yang berukuran tak lebih besar dibanding sensor sebelumnya.

Dalam patennya, Samsung menjelaskan sensor pemindai optikal yang dapat diimplementasikan pada smartphone lipat.

Tipe sensor tersebut, dapat memberikan aplikasi lebih banyak opsi dalam memposisikan antarmuka otentikasi kepada penggunanya. Dengan demikian, layar bisa digunakan di tablet atau perangkat lainnya.

Tak hanya itu, Samsung juga bisa jadi akan menjual izin penggunaan patennya ke produsen lain. Sebab, mereka menyertakan gambar yang menampilkan smartphone berponi atau notch di dokumen paten. [WS/IF]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here