Telset.id β Pemerintah Polandia baru saja menyetujui rancangan undang-undang yang melarang siswa di bawah 16 tahun menggunakan ponsel dan jam tangan pintar (smartwatch) di sekolah. Kebijakan ini merupakan langkah tegas untuk mengatasi kecanduan gadget di kalangan pelajar.
Rancangan undang-undang tersebut masih harus disetujui oleh parlemen dan Presiden Karol Nawrocki sebelum resmi menjadi hukum. Jika disahkan, siswa tidak akan diizinkan menggunakan perangkat mereka selama satu hari penuh di sekolah, termasuk saat istirahat dan kegiatan pasca-kelas, sebagaimana dilaporkan oleh Notes from Poland.
Meski dilarang digunakan, siswa tetap diperbolehkan membawa perangkat mereka ke sekolah. Pihak sekolah diwajibkan menyediakan lokasi khusus untuk menitipkan ponsel dan smartwatch hingga waktu pulang sekolah tiba. Guru dan staf sekolah tidak termasuk dalam larangan ini.
Pengecualian juga diberikan untuk siswa yang sakit, memiliki disabilitas, atau kebutuhan khusus lainnya. Misalnya, siswa yang harus memantau kadar gula darah mereka diizinkan untuk tetap menyimpan perangkat elektroniknya. Selain itu, siswa tetap dapat meminta dan menggunakan ponsel dalam keadaan darurat.
Jika RUU ini disahkan sepenuhnya, aturan tersebut akan mulai berlaku pada awal tahun ajaran baru, yaitu 1 September 2026. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan, βKami mengusulkan larangan penggunaan ponsel selama kelas dan istirahat di sekolah dasar. Ini bukan solusi sempurna, kami tidak berilusi tentang itu, tapi kami harus mengatasi masalah serius ini, yaitu kecanduan ponsel dan internet.β
Kebijakan ini menempatkan Polandia sejajar dengan negara-negara lain yang telah lebih dulu menerapkan larangan serupa. Italia memperkenalkan aturan yang sama pada tahun 2024 dan memperluas larangan tersebut ke siswa sekolah menengah atas pada tahun lalu. Mulai Maret 2026, Korea Selatan juga memberlakukan larangan penggunaan ponsel siswa selama jam sekolah.
Peneliti menemukan bahwa pelarangan ponsel di ruang kelas di Belanda berhasil meningkatkan konsentrasi siswa dan lingkungan sosial di sekolah. Data ini menjadi salah satu acuan bagi Polandia dalam merumuskan kebijakan serupa.
Selain larangan ponsel, pemerintah Polandia juga menyetujui RUU yang mewajibkan situs web dewasa untuk menerapkan sistem verifikasi usia guna melindungi anak-anak dari konten yang tidak pantas. Inggris menjadi negara pertama di dunia yang mewajibkan verifikasi usia untuk pornografi online pada 2019, dan sejak itu berbagai kawasan serta negara bagian AS turut memberlakukan persyaratan yang sama.
Kebijakan Polandia ini menunjukkan tren global yang semakin ketat dalam mengatur penggunaan gawai di lingkungan pendidikan. Dengan mulai berlaku pada September 2026, para siswa, orang tua, dan pihak sekolah di Polandia memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi aturan baru ini.
Dampak dari kebijakan ini terhadap industri teknologi, terutama produsen ponsel dan smartwatch, masih perlu diamati. Namun, langkah Polandia dapat menjadi preseden bagi negara lain yang ingin menerapkan kebijakan serupa. Huawei Pecat Karyawan yang sempat menjadi sorotan di Polandia, namun kini isu regulasi gawai di sekolah menjadi perhatian utama.
Kebijakan larangan ini juga berpotensi mengubah kebiasaan digital generasi muda Polandia. Dengan tidak adanya akses ke ponsel selama jam sekolah, siswa diharapkan lebih fokus pada pembelajaran dan interaksi sosial secara langsung.
Pemerintah Polandia optimistis bahwa langkah ini akan membawa perubahan positif. Namun, mereka juga sadar bahwa implementasi di lapangan tidak akan mudah. Perlu ada sosialisasi dan pengawasan yang ketat agar aturan ini berjalan efektif. Petinggi Huawei Ditangkap di Polandia menjadi salah satu isu yang sempat ramai, kini Polandia kembali menjadi sorotan dengan kebijakan pendidikannya.
Dengan semakin banyaknya negara yang menerapkan larangan serupa, masa depan penggunaan gawai di sekolah menjadi semakin jelas. Polandia menjadi contoh terbaru dari negara yang berani mengambil langkah drastis demi melindungi generasi mudanya dari dampak negatif kecanduan teknologi.
Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk orang tua dan pendidik yang selama ini merasa khawatir dengan dampak penggunaan ponsel berlebihan pada anak-anak. Mereka berharap aturan ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Dengan demikian, Polandia bergabung dengan daftar negara yang menerapkan pembatasan ketat terhadap penggunaan gawai di sekolah. Mulai September 2026, siswa Polandia di bawah 16 tahun harus meninggalkan ponsel dan smartwatch mereka di lokasi yang ditentukan sekolah selama jam pelajaran berlangsung.





Komentar
Belum ada komentar.