NEWS

Pakistan Blokir Tinder dan Aplikasi Cari Jodoh Populer Lainnya

Naufal Mamduh

Telset.id, Jakarta – Pakistan blokir aplikasi cari jodoh populer, seperti Tinder, Tagged, Skout, Grindr, dan SayHi. Alasannya, aplikasi Tinder dkk dinilai mengandung konten tidak bermoral dan senonoh.

Menurut laporan CNN, keputusan ini bermula saat Pakistan memerintahkan Tinder dan aplikasi kencan lainnya untuk menghapus konten tidak bermoral dari platform.

Akan tetapi, kelima aplikasi tidak merespon permintaan Otoritas Telekomunikasi Pakistan. Alhasil, Pakistan akhirnya memutuskan untuk blokir Tinder, Tagged, Skout, Grindr, dan SayHi.

Dilansir Telset.id pada Kamis (3/9/2020), kelima aplikasi sudah tidak bisa diakses oleh masyarakat Pakistan. Padahal, baik Tinder, Grindr, dan lainnya merupakan aplikasi cari jodoh yang punya banyak pengguna di negara tersebut.

{Baca juga: “Pencari Jodoh” Bisa Beli Voucher Tinder Plus via Pulsa Telkomsel}

Sejak 12 bulan terakhir atau 2019 lalu, perusahaan analisis data, Sensor Tower melaporkan bahwa Tinder dan Grindr telah diunduh sebanyak 440 ribu dan 300 ribu kali oleh pengguna.

Sedangkan SayHi dan Tagged telah di-install sebanyak 300 ribu kali. Sementara Skout, sudah meraih 100 ribu kali download. Dari kelima pengelola platform, hanya Grindr saja yang mau bersuara. Grindr mengaku kecewa atas pemblokiran yang dilakukan pemerintah Pakistan.

{Baca juga: Pengguna Tinder Dilarang Promosikan Black Lives Matter?}

“Sementara kami menghargai kebijaksanaan luas yang diberikan kepada Otoritas Telekomunikasi Pakistan, kami sedang menjajaki cara agar kami dapat melayani komunitas LGBTQ di wilayah tersebut,” kata Chief Operating Officer Grindr Rick Marini.

Membalas pernyataan Grindr, pemerintah Pakistan menyatakan bahwa mereka akan mencabut blokir apabila Tinder, Grindr, Skout, SayHi, sampai Tagged telah mengganti konten mereka menjadi lebih bermoral dan sesuai aturan Pakistan.

Pemerintah pimpinan Presiden Arif Alvi sebelumnya juga akan memblokir TikTok. Pada bulan Juli, otoritas pemerintah mengeluarkan peringatan terakhir kepada TikTok atas konten tidak bermoral, cabul, dan vulgar yang ditemukan di aplikasi.

{Baca juga: Tinder Siapkan Fitur Video Chats, Kencan Makin Intim}

Pemerintah telah bertemu dengan manajemen TikTok dan mencatat bahwa sementara aplikasi telah menghapus konten tidak senonoh di platform mereka. (NM/MF)

Leave a Comment
Naufal Mamduh