NASA Berburu Kehidupan di Sungai Purba Mars

NASA Akan Mencari Tanda-Tanda Kehidupan di Mars Tahun 2020

Telset.id, Jakarta – NASA sedang berburu kehidupan di sungai purba Mars. Ilmuwan NASA telah menentukan titik pendaratan di Mars untuk rover yang akan dikirimkan tahun 2020, yaitu area yang kemungkinan adalah delta dari sungai purba.

Pesawat antariksa akan ditargetkan untuk merapat ke Kawah Jezero, yaitu wilayah yang diduga dapat dihuni makhluk hidup miliaran tahun silam.

{Baca juga: Unik! NASA Temukan Galaksi Mirip Emoji Smiling Face}

NASA sangat berhati-hati dalam memilih area untuk dieksplorasi karena mereka berharap sampel yang dikumpulkan oleh rover dapat dibawa pulang ke Bumi untuk dipelajari.

Rover yang akan mereka gunakan kali ini merupakan penerus dari rover terakhir NASA yang mendarat di Mars tahun 2012 bernama Curiosity.

Robot tersebut telah mengeksplorasi wilayah di Mars yang bernama Kawah Gale, sebuah area yang juga diketahui lebih basah pada zaman dulu dibandingkan sekarang.

Curiosity telah mempelajari banyak hal tentang potongan area Mars tersebut selama enam tahun. Robot itu menemukan material organik di tanah Mars dan mendeteksi metana: gas yang umumnya diproduksi oleh makhluk hidup di Bumi.

{Baca juga: Roket SpaceX Pembawa Mobil Tesla Lewati Orbit Mars}

Namun dengan rover terbaru untuk misi Mars tahun 2020, NASA mencoba untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang telah lama diutarakan apakah kehidupan biologis dapat bertahan di permukaan Planet Merah?

Untuk memecahkannya, rover Mars 2020 didesain untuk menjadi langkah pertama dari misi yang disebut Mars sample return (membawa kembali sampel dari Mars).

Selama di Kawah Jezero, robot tersebut akan menggali sampel bebatuan yang mungkin memiliki bukti kehidupan masa lalu di Mars dan menyimpan material tersebut di tempat penyimpanan khusus.

Kemudian pada tanggal yang belum ditentukan, NASA akan meluncurkan misi kedua ke Mars untuk mengambil sampel dan membawanya kembali ke Bumi.

Dengan begitu, kita dapat mempelajari batu-batu Mars di laboratorium yang lebih lengkap untuk memahami kondisi Mars di zaman dulu.

Dilansir oleh Telset.id dari The Verge hari Selasa (20/11/2019), misi membawa sampel dari Mars ke Bumi merupakan prioritas utama komunitas sains perplanetan saat ini.

Misi itu juga sangat sulit dilaksanakan karena NASA perlu mendaratkan teknologi mumpuni ke permukaan Mars, termasuk roket yang dapat lepas landas.

Dengan begitu, sampel-sampel tersebut memiliki cukup energi untuk keluar dari gravitasi Mars dan melakukan perjalanan melewati luar angkasa kembali ke Bumi.

Hingga saat ini, NASA belum memiliki rencana terkait cara mendapatkan sampel Mars 2020 dari Mars. Namun, agensi antariksa nasional tersebut berharap untuk meluncurkan misi lanjutan di akhir tahun 2020 dan memulangkannya kembali ke Bumi di awal tahun 2030-an.

“Saya tidak punya informasi terbaru hari ini. Pekerjaan (kami masih) berlanjut,” ujar salah satu administrator dari Direktorat Misi Sains NASA Thomas Zurbuchen di konferensi pers, Senin (19/11/2018).

Para ahli di NASA dan ilmuwan-ilmuwan planet lain telah bertemu selama empat tahun terakhir untuk mendiskusikan lokasi pendaratan rover Mars 2020. Dari 60 pilihan, Kawah Jazero yang terletak di belahan utara planet menjadi pilihan terbaik.

Alasannya, karena potensinya untuk mengandung tanda-tanda biologis kuno (ancient biosignatures). Aspek lain yang paling menarik dari Kawah Jazero adalah karena area tersebut dulunya dialiri air.

Tabrakan asteroid diduga telah mengeruk permukaan dan menghasilkan kawah selebar 45 kilometer dan sedalam hampir 500 meter. Para ilmuwan percaya kawah tersebut sempat dipenuhi air 3,5 hingga 3,9 miliar tahun lalu.

Di dalam kawah tersebut juga membentuk delta yang diduga mengalir ke danau, mengendapkan sedimen dan material lain di kawah. Air yang mengalir meningkatkan kemungkinan adanya mikroba atau bentuk kehidupan lain yang dipindahkan lalu terperangkap.

“Delta merupakan tempat yang bagus untuk mengendapkan bukti adanya kehidupan di Mars dan mengawetkannya untuk miliaran tahun yang berlalu sejak adanya danau itu,” ujar ilmuwan proyek Mars 2020 Ken Farley.

{Baca juga: NASA Bakal Kirim Helikopter ke Mars}

Di Kawah Jezero juga dapat ditemukan berbagai macam batuan, sehingga menarik untuk diteliti dari sudut pandang geologi. Namun, hal tersebut juga menjadikannya lokasi yang kurang pas untuk mendarat. NASA akan mengakalinya dengan mode pendaratan yang canggih bagi Mars 2020.

Masih banyak perkembangan yang harus dilakukan untuk mempersiapkan peluncuran rover Mars 2020. Robot tersebut akan diluncurkan menggunakan roket Atlas V bulan Juli tahun 2020 dengan pendaratan dijadwalkan bulan Februari tahun 2021. (AU/HBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here