Telset.id ā Pemilik kacamata pintar Meta harus bersiap mengeluarkan biaya tambahan bulanan. Meta baru saja meluncurkan langganan berbayar sebesar $19,99 per bulan untuk mengakses fitur AI pada perangkat tersebut, sebuah langkah yang menuai kritik karena dinilai sebagai upaya memeras pengguna setia.
Keputusan ini diumumkan setelah Meta sebelumnya terlibat kontroversi besar terkait privasi. Seperti dilaporkan Wired, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu diam-diam menyematkan teknologi pengenalan wajah pada kacamata pintarnya. Perangkat berkamera ini sudah lama menjadi sorotan karena pengguna bisa merekam orang lain tanpa izin, sehingga mendapat julukan negatif āpervert glassesā.
Sekarang, di luar harga perangkat yang sudah mahal, pengguna harus membayar biaya berlangganan untuk memaksimalkan fitur AI. Laporan dari The Verge mengungkapkan bahwa Meta meluncurkan langganan Meta One Premium yang membatasi penggunaan fitur AI.
Pihak Meta menyatakan pemilik kacamata tidak wajib membayar $20 per bulan. Namun, bahkan pelanggan premium pun akan dibatasi setelah menggunakan fitur āConversation Focusā selama 15 jam per bulan. Fitur ini berfungsi memperkuat suara lawan bicara di lingkungan bising. Tanpa langganan, pengguna hanya bisa menggunakan fitur tersebut selama tiga jam per bulan.
Yang menarik, Conversation Focus tidak membutuhkan koneksi internet untuk berfungsi. Artinya, fitur ini tidak perlu terhubung ke server jarak jauh untuk memproses data. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang motif Meta.
āApakah Meta memiliki kesepakatan lisensi rahasia dengan perusahaan lain yang membebani biaya setiap kali seseorang menggunakan Conversation Focus?ā tanya Sean Hollister dari The Verge secara retoris. āJika tidak, pembatasan ini terdengar benar-benar tidak masuk akal.ā
Langkah ini menunjukkan bagaimana biaya akses komputasi AI yang melonjak mulai dibebankan kepada konsumen. Namun, dalam kasus ini, Meta tampaknya mencari keuntungan tambahan dari pengguna dengan cara yang dianggap tidak wajar.
Sementara itu, upaya AI Meta secara keseluruhan menghadapi berbagai hambatan serius. Mulai dari moral karyawan yang rendah hingga manajemen yang kacau. Dengan membuat kacamata pintar yang sudah terjual jutaan unit menjadi lebih mahal bagi pengguna setia, Meta berisiko melemahkan satu-satunya proyek AI yang sukses.
Baca Juga:
Langkah Meta ini jelas akan mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk mereka. Pengguna yang sudah membeli kacamata pintar dengan harga tinggi kini harus mempertimbangkan biaya berlangganan tambahan untuk mendapatkan pengalaman maksimal. Hal ini bisa menjadi bumerang bagi strategi AI Meta ke depan.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.