Telset.id – Vera C. Rubin Observatory di Chile resmi memulai survei langit selama 10 tahun yang akan merekam pergerakan alam semesta secara detail. Observatorium dengan kamera digital terbesar di dunia ini akan menangkap gambar setiap 40 detik, menciptakan rekaman time-lapse ultra-definisi tinggi yang belum pernah ada sebelumnya.
Proyek ambisius yang dikenal dengan nama Legacy Survey of Space and Time (LSST) ini dimulai pada 30 Juni 2026. Dalam satu dekade ke depan, observatorium akan mengamati seluruh langit belahan selatan setiap beberapa malam sekali. “Hari ini, kita mulai memfilmkan film kosmik terbesar yang pernah dibuat,” kata Brian Stone dari National Science Foundation dalam pengumuman resmi.
Observatorium ini telah menangkap gambar pertamanya pada musim panas lalu dalam uji coba kemampuannya. Hasilnya menunjukkan jutaan galaksi dan bintang, serta ribuan asteroid yang sebelumnya tidak terlihat. Selama survei, setiap titik di langit akan dikunjungi sekitar 800 kali, memungkinkan para ilmuwan merekam perubahan dan peristiwa kosmik.
Rubin akan mengambil sekitar seribu gambar per malam, setara dengan sekitar sepuluh terabyte data setiap harinya. “Ini memulai misi yang akan mendefinisikan ulang kosmologi dan astrofisika modern,” kata Darío Gil, Under Secretary for Science di Departemen Energi AS. Gil menambahkan, “Dengan berusaha memahami fenomena misterius energi gelap dan materi gelap, kita tidak hanya mengamati bintang; kita berusaha memahami hukum fundamental yang mengatur keberadaan kita.”

Selain berita utama tentang survei langit, minggu ini juga diwarnai dengan berbagai penemuan sains menarik lainnya. Salah satunya adalah pengembangan pakaian selam mini untuk kecoa cyborg yang memungkinkan mereka bertahan hidup di bawah air selama berjam-jam.
Para ilmuwan dari Nanyang Technological University Singapore dan Waseda University mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan pakaian selam kecil yang memungkinkan kecoa cyborg berenang di bawah air hingga tiga jam. Menurut tim peneliti, serangga cyborg berpotensi digunakan dalam operasi pencarian dan penyelamatan, karena dapat mengakses ruang yang tidak dapat dijangkau manusia, hewan, atau robot yang lebih besar.
Kecoa cyborg telah digunakan di lapangan untuk pertama kalinya dalam upaya pencarian dan penyelamatan setelah gempa bumi dahsyat di Myanmar musim semi lalu. Pakaian selam fleksibel ini terdiri dari tangki penghasil oksigen, cangkang fleksibel, dan empat tabung suplai silikon yang dipasang pada spirakel kecoa, yaitu lubang tempat mereka bernapas. Tim peneliti mengatakan tabung ini dapat dilepas tanpa rasa sakit setelahnya tanpa membahayakan kecoa.
Baca Juga:
Dalam dunia eksplorasi luar angkasa, NASA juga mengumumkan kabar penting. Badan antariksa AS tersebut telah memberikan kontrak senilai hampir $600 juta kepada Astrobotic, Firefly Aerospace, dan Intuitive Machines untuk mengirimkan muatan sains untuk Moon Base. Keempat misi ini dijadwalkan pada akhir tahun 2028.
Astrobotic akan melakukan dua perjalanan ke bulan, sementara dua perusahaan lainnya masing-masing satu perjalanan. Semua pengiriman ini akan mengandalkan versi terbaru dari desain pendarat masing-masing perusahaan, berdasarkan wawasan dari misi sebelumnya di bawah program Commercial Lunar Payload Services (CLPS) NASA.
Muatan yang akan dikirim sama untuk setiap pengiriman: Stereo Camera for Lunar Plume Surface Studies (SCALPSS) untuk mengumpulkan data pendaratan, Laser Retroreflector Array (LRA) untuk presisi dalam menentukan lokasi pesawat ruang angkasa di orbit bulan atau mendarat di permukaan, dan Linear Energy Transfer Spectrometer (LETS) untuk mengukur energi radiasi ruang angkasa yang masuk.
“Dengan menerbangkan instrumen sains yang sama pada beberapa pendarat, kami akan lebih memahami potensi bahaya selama pendaratan dan membangun jaringan global data lingkungan dan penanda lokasi di Bulan,” kata Joel Kearns, wakil administrator asosiasi untuk eksplorasi, Science Mission Directorate, di Markas NASA. “Ini seperti memiliki stasiun cuaca di lokasi berbeda di Bumi. Ketiga muatan ini telah teruji penerbangannya dan data mereka sangat penting untuk mendukung eksplorasi manusia yang aman di permukaan bulan.”
Selain itu, minggu ini juga diwarnai dengan berita bahwa Rocket Lab membeli perusahaan satelit Iridium untuk bersaing dengan Starlink dan Amazon. Amazon juga siap untuk menggunakan layanan satelit broadband Leo. Sementara itu, Space Shuttle Endeavour akan dipamerkan ke publik akhir tahun ini, dan misi NASA untuk menyelamatkan observatorium Swift yang jatuh telah diluncurkan.
Proyek LSST dari Vera C. Rubin Observatory merupakan salah satu upaya ilmiah paling ambisius dalam sejarah. Dengan kemampuannya menangkap gambar setiap 40 detik selama 10 tahun, observatorium ini akan menghasilkan data yang belum pernah ada sebelumnya tentang alam semesta. Para ilmuwan berharap data ini dapat membantu memahami energi gelap, materi gelap, dan misteri kosmik lainnya yang selama ini sulit dijelaskan.
Observatorium yang terletak di Chile ini memiliki kamera digital terbesar di dunia dengan resolusi 3.200 megapiksel. Kemampuan ini memungkinkan observatorium untuk menangkap detail yang sangat halus dari objek-objek langit, termasuk asteroid yang sebelumnya tidak terlihat. Dalam uji coba pertamanya, observatorium berhasil mengungkap ribuan asteroid baru yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.
Dengan dimulainya survei ini, para astronom dan ilmuwan di seluruh dunia akan memiliki akses ke data yang sangat besar dan detail tentang alam semesta. Data ini diharapkan dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang asal-usul dan evolusi alam semesta, serta peran energi gelap dan materi gelap dalam membentuk struktur kosmik.
Proyek LSST tidak hanya penting bagi komunitas ilmiah, tetapi juga bagi publik secara umum. Dengan data yang dikumpulkan, kita dapat lebih memahami tempat kita di alam semesta dan bagaimana alam semesta bekerja. Observatorium ini akan menjadi jendela baru untuk melihat keajaiban kosmos yang selama ini tersembunyi.
Selain itu, pengembangan pakaian selam untuk kecoa cyborg menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu misi penyelamatan. Kecoa cyborg yang dapat bertahan di bawah air selama berjam-jam dapat menjadi alat yang berharga dalam operasi pencarian dan penyelamatan di lingkungan yang sulit dijangkau.
Di sisi lain, eksplorasi bulan terus berlanjut dengan misi-misi baru yang dijadwalkan pada tahun 2028. NASA berkomitmen untuk membangun Moon Base yang akan menjadi pangkalan untuk eksplorasi manusia di bulan dan mungkin menjadi batu loncatan untuk misi ke Mars dan seterusnya.
Dengan semua perkembangan ini, minggu ini menjadi minggu yang sibuk bagi dunia sains dan teknologi. Dari survei langit selama 10 tahun hingga pengembangan kecoa cyborg, dari misi bulan hingga persaingan satelit broadband, inovasi terus berlanjut untuk mendorong batas-batas pengetahuan manusia.
Para ilmuwan dan peneliti di seluruh dunia akan terus memantau perkembangan ini dengan antusias. Data dari Vera C. Rubin Observatory diharapkan dapat membuka babak baru dalam pemahaman kita tentang alam semesta, sementara teknologi baru seperti kecoa cyborg dapat membantu menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat.
Dengan dimulainya survei langit ini, kita dapat berharap untuk melihat lebih banyak penemuan menarik dalam dekade mendatang. Alam semesta masih menyimpan banyak misteri, dan dengan alat-alat baru ini, kita semakin dekat untuk mengungkapnya.





Komentar
Belum ada komentar.