Mengenal 5 Prinsip Tangkas Berinternet dari Google, Apa Saja?

Prinsip tangkas berinternet

Telset.id, JakartaGoogle Indonesia memperkenalkan sebuah program baru yang disebut “Tangkas Berinternet“. Dalam program ini, Google menyisipkan sejumlah prinsip dasar Tangkas Berinternet, apa saja?

Menurut Google, untuk mengoptimalkan manfaat internet, anak-anak harus dilatih untuk membuat keputusan cerdas saat berselancar di dunia maya.

Program ini mengajarkan dasar-dasarpemahaman keamanan di dunia digital kepada anak-anak, agar mereka dapat menjelajahi dunia online dengan percaya diri.

{Baca Juga: Google Ajak Anak-anak Pahami Internet Lewat “Tangkas Berinternet”}

Program ini juga bisa dimanfaatkan oleh orang tua dan guru untuk memperkenalkan literasi digital pada anak-anak. Nah, berikut ini merupakan 5 prinsip dasar Tangkas berinternet menurut Google Indonesia.

1. Hati-hati dalam Berbagi

Berita baik dan buruk bisa menyebar dengan cepat di internet. Tanpa adanya tindakan pencegahan, anak-anak dapat terjebak dalam situasi rumit yang memiliki konsekuensi jangka panjang.

Solusinya? Anak perlu belajar cara memilih informasi yang tepat untuk dibagikan dengan orang terdekat maupun dengan orang yang tidak dikenal.

2. Jangan Mudah Tertipu

Penting untuk membantu anak-anak menyadari bahwa orang dan situasi dalam dunia online tidak selalu seperti yang mereka lihat. Membedakan yang asli dari yang palsu adalah pelajaran yang sangat penting dalam keamanan online.

Jika Anda ataupun anak-anak Anda menerima informasi hoaks atau tak masuk akal bahwa Anda “memenangkan” atau mendapatkan sesuatu secara “gratis”, itu mungkin penipuan.

{Baca Juga: Google Siapkan Kejutan di Peluncuran Galaxy Z Flip, Apa Ya?}

Waspadai juga upaya phishing, yaitu upaya untuk mencuri informasi seperti detail akun atau login dengan berpura-pura menjadi kontak yang Anda percayai di email, pesan teks, atau komunikasi online lainnya.

3. Jaga Rahasia

Privasi dan keamanan pribadi sama pentingnya baik di dunia online maupun di dunia nyata. Menjaga informasi yang berharga akan membantu anak-anak menghindari kerusakan perangkat, reputasi, dan hubungan mereka.

4. Jadi Teladan Kebaikan

Internet merupakan sarana yang luar biasa untuk menyebarkan kebaikan, tetapi juga bisa digunakan untuk kejahatan.

{Baca Juga: Chrome Lindungi Pengguna dari Unduhan Tak Aman}

Anak-anak dapat melakukan hal yang benar dengan menerapkan konsep “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”. Diharuskan juga untuk memberikan pengertian dan pengetahuan kepada anak-anak untuk menciptakan dampak yang positif untuk orang lain, serta tidak mendukung perilaku perundungan (bullying).

5. Tanya Kalau Ragu

Satu pelajaran yang berlaku untuk semua interaksi di dunia digital adalah, saat anak-anak menemukan sesuatu yang patut dipertanyakan, mereka harus merasa nyaman untuk berbicara dengan orang dewasa yang mereka percayai. Orang dewasa dapat mendukung perilaku ini dengan menanamkan komunikasi terbuka di rumah dan di kelas. (HR/MF)

Previous articleIlmuwan: Hujan Bisa Jadi Sumber Energi Alternatif
Next articleIndosat Hadirkan Layanan Google Assistant via Feature Phone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here