📑 Daftar Isi

Samsung Galaxy A37 di tengah krisis chipset

Krisis RAM dan Chipset, Samsung Buka Suara Dampaknya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung akui krisis RAM dan chipset berdampak langsung pada perusahaan
  • Strategi harga kompetitif dan promo cicilan jadi andalan Samsung
  • Kerja sama dengan Lazada untuk menghadirkan promo 6.6 Super Wow Sale
  • Segmentasi produk Z Series, Flip, dan S Series tetap dipertahankan
  • Konsumen diminta cerdas memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran

Telset.id – Krisis RAM dan chipset terus mengguncang industri teknologi global. Samsung, sebagai salah satu raksasa yang terdampak, akhirnya buka suara mengenai strategi mereka menghadapi tekanan pasokan dan kenaikan harga komponen. Selvia Gofar, Director of Online Business Samsung Indonesia, secara terbuka mengakui bahwa situasi ini memberikan dampak langsung pada perusahaan.

“Krisis chipset dan memori pasti memberikan impact ke Samsung, akan tetapi Samsung tetap berusaha memberikan harga yang kompetitif dan memberikan akses lebih ke konsumen,” ujar Selvia dalam acara LazTalks di Jakarta. Pernyataan ini menjadi konfirmasi pertama dari Samsung Indonesia mengenai besarnya tekanan yang dihadapi akibat kelangkaan komponen semi konduktor global.

Untuk meredam dampak kenaikan harga, Samsung mengambil langkah strategis dengan menggandeng platform e-commerce. Salah satu mitra utama yang disebut adalah Lazada. Melalui kerja sama ini, Samsung menghadirkan promo cicilan dan free delivery yang dinilai sangat menguntungkan konsumen. Langkah ini diambil agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah gejolak harga komponen.

Strategi Harga di Tengah Krisis

Selvia menjelaskan bahwa Samsung memiliki pertimbangan khusus dalam menentukan harga produk. “Soal chipset kan sebenarnya kita satu pabrik juga dengan semi konduktor, maka dari itu ada beberapa pertimbangan untuk supply dan kenaikan harga, tapi kami kembalikan lagi untuk menghitung berapanya itu tetap dari features-nya dulu,” jelasnya.

Artinya, meskipun biaya produksi meningkat, harga jual akhir sebuah perangkat tetap ditentukan oleh fitur yang ditawarkan. Contoh konkret yang diberikan adalah Samsung Galaxy S26 Ultra. Ponsel ini hadir dengan chipset canggih dan inovasi AI yang lebih tinggi, sehingga harganya otomatis berada di atas seri lainnya. Konsumen pun dihadapkan pada pilihan: membayar lebih untuk teknologi terbaru, atau memilih seri yang lebih terjangkau.

Momen promo seperti Lazada 6.6 Super Wow Sale disebut sebagai kesempatan emas bagi konsumen untuk berhemat. “Nah, dengan momen promo tanggal kembar seperti Lazada 6.6 Super Wow Sale ini lah konsumen dapat berhemat membeli produk yang sudah lama diincar,” tambah Selvia.

Segmentasi Produk dan Target Konsumen

Samsung tetap mempertahankan strategi segmentasi yang jelas untuk lini produk unggulannya. Menurut Selvia, setiap seri memiliki target pengguna yang berbeda. “Untuk tiga lini smartphone Z, Fold dan S Series, itu target segmennya berbeda-beda. Z series untuk mereka yang produktif, Flip bagi mereka yang kreatif dan trendy, kemudian yang S Series untuk yang suka foto-foto,” terangnya.

Dengan segmentasi ini, Samsung berharap konsumen dapat memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Perusahaan juga menyadari bahwa konsumen saat ini sudah semakin pintar. Banyak pertimbangan yang dilakukan sebelum seseorang memutuskan membeli gadget baru. Oleh karena itu, Samsung mengklaim tidak mau asal dalam memberikan pilihan produk terbaik.

“Kita juga lihat dari konsumen pasti banyak yang rencana beli handphone, karena sebelum lebaran ada S26, A57 dan A37. Karena belanja itu investasi, kayaknya dengan Mega Sale ini bisa memberikan akses lebih ke konsumen baik yang masih consider maupun ke konsumen baru,” tutup Selvia.

Dampak bagi Konsumen Indonesia

Krisis RAM dan chipset yang diakui Samsung ini membawa konsekuensi langsung bagi konsumen di Indonesia. Harga smartphone, terutama lini flagship seperti Galaxy S26 Ultra, diprediksi akan tetap tinggi karena dibebani biaya komponen yang mahal. Namun, kerja sama dengan platform e-commerce seperti Lazada diharapkan bisa menjadi katup pengaman daya beli.

Promo cicilan 0% dan gratis ongkos kirim menjadi andalan Samsung untuk menjaga agar konsumen tidak kabur ke merek lain. Di sisi lain, konsumen yang lebih melek teknologi kini memiliki kesempatan untuk mendapatkan perangkat idaman dengan harga lebih ringan di momen-momen tertentu seperti Mega Sale.

Selvia juga menekankan bahwa konsumen memiliki peran penting dalam menentukan produk mana yang akan mereka beli. “Kembali lagi, konsumen lah yang menentukan pada produk mana mereka akan berinvestasi,” tegasnya. Ini menjadi sinyal bahwa Samsung tidak akan memaksakan harga, melainkan memberikan opsi seluas mungkin.

Masa Depan Samsung di Tengah Krisis

Dengan pengakuan terbuka ini, Samsung menunjukkan bahwa mereka tidak kebal terhadap gejolak rantai pasok global. Namun, langkah proaktif seperti menjalin kemitraan strategis dan menjaga segmentasi produk diharapkan mampu mempertahankan posisi Samsung sebagai pemimpin pasar smartphone di Indonesia.

Bagi konsumen yang sedang menimbang-nimbang pembelian, momen promo seperti 6.6 bisa menjadi titik temu antara keinginan memiliki teknologi terbaru dan keterbatasan anggaran. Samsung sendiri mengaku akan terus berusaha memberikan harga kompetitif meskipun tekanan krisis masih berlangsung.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan lini produk Samsung, termasuk perangkat wearable terbaru, bisa diikuti di kanal berita teknologi terpercaya.

Krisis RAM dan chipset memang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, dengan strategi yang tepat, Samsung optimistis dapat melewati masa sulit ini sambil tetap memberikan nilai terbaik bagi konsumen setianya.

Komentar

Belum ada komentar.