📑 Daftar Isi

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini meluncurkan AIcosystem di The Telkom Hub Jakarta

Telkom Luncurkan AIcosystem, Bukan Sekadar Ikut Tren AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Telkom luncurkan AIcosystem, ekosistem AI terintegrasi
  • Dirut Telkom Dian Siswarini tegaskan bukan sekadar ikut tren
  • AI sudah hadir sekarang, bukan lagi future games
  • Manusia harus tetap menjadi pengendali, AI hanya vehicle
  • Manfaat AI harus dirasakan seluruh stakeholder termasuk UMKM
  • Telkom sebagai enabler pengembangan AI di Indonesia
  • Operator infrastruktur digital terbesar punya peran strategis

Telset.id – Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa peluncuran ekosistem kecerdasan artifisial (AI) terintegrasi bernama AIcosystem bukanlah sekadar mengikuti tren teknologi yang sedang populer. Dalam acara di The Telkom Hub Jakarta, Kamis (4/6/2026), Dian menyatakan langkah ini merupakan strategi konkret untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam transformasi teknologi global.

“Kalau bicara AI, ini sudah bukan lagi future games. Itu sebenarnya salah, karena AI already here now. Jadi bukan lagi sesuatu yang kita nantikan ke depan. AI sudah hadir sekarang, dan kalau kita tidak ikut, itu artinya kita sudah ketinggalan,” ujar Dian di hadapan awak media.

Manusia Tetap di Kursi Pengemudi

Dian menekankan bahwa sikap yang diperlukan saat ini bukanlah ketakutan terhadap AI, melainkan kemampuan beradaptasi dan mengambil peran aktif. Ia mengingatkan agar manusia tetap menjadi pengendali dalam pemanfaatan teknologi tersebut.

“Kita mesti embrace. Sekali lagi nggak boleh takut karena kita yang harus jadi motornya, behind the wheel. AI itu hanya vehicle. Jangan sampai AI menjadi master dan kita menjadi slave. Di situ kita harus lebih berhati-hati,” tambahnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat penting di tengah kekhawatiran global tentang dominasi AI. Dalam konteks keamanan siber, misalnya, Cisco Buka-bukaan tentang bagaimana AI justru bisa menjadi satpam siber yang tangguh, bukan ancaman.

Komitmen Manfaat Nyata untuk Semua

Peluncuran AIcosystem disebut sebagai bentuk konkret komitmen Telkom dalam membangun ekosistem AI nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dian menegaskan bahwa Telkom tidak hadir di ruang AI sekadar untuk pamer teknologi.

“Jadi, kita masuk ke AI bukan cuma mau gaya, bukan cuma mau menunjukkan bahwa Telkom bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Yang utama adalah bagaimana memastikan AI yang dibentuk itu meninggalkan manfaat,” jelasnya.

Menurut Dian, manfaat AI harus dirasakan tidak hanya oleh korporasi besar, tetapi juga pemerintah, pelaku usaha, UMKM, hingga masyarakat umum. Pengembangan AI di Telkom diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi dan sosial yang inklusif.

“Role-nya di situ, memastikan manfaatnya ke semua stakeholder, pemerintah, swasta, UMKM, dan masyarakat semua bisa menikmati hasil dari pertumbuhan yang menggunakan AI ini,” tutup Dian.

Peran Strategis Operator Infrastruktur Digital

Dian juga menekankan bahwa posisi Telkom sebagai operator infrastruktur digital terbesar di Indonesia memberikan tanggung jawab strategis dalam pengembangan ekosistem AI nasional. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah di sektor telekomunikasi dan digital, Telkom memiliki peran penting dalam menentukan arah perkembangan teknologi di Indonesia.

“Telkom ini merupakan operator infrastruktur digital terbesar di Indonesia yang merupakan kepanjangan dari pemerintah. Jadi memang perannya sangat strategis dalam pengembangan teknologi di negeri ini, termasuk AI,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa visi Telkom adalah menjadi enabler dalam pengembangan AI di Indonesia, dengan tujuan utama menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Visi kami di Telkom adalah sebagai enabler pengembangan AI di Indonesia, yang ujung-ujungnya memastikan kebermanfaatan itu dirasakan oleh semua stakeholder,” ucapnya.

Telkom meluncurkan AIcosystem, sebuah ekosistem kecerdasan artifisial (AI) terintegrasi.

Implikasi bagi Industri Teknologi Nasional

Langkah Telkom ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan AI di Indonesia tidak lagi bersifat sporadis, tetapi mulai terstruktur dalam sebuah ekosistem yang terintegrasi. Dengan posisi Telkom sebagai pemain utama infrastruktur digital, AIcosystem berpotensi menjadi fondasi bagi adopsi AI yang lebih masif di berbagai sektor.

Pernyataan Dian yang menolak label “ikut tren” menunjukkan adanya kesadaran bahwa pengembangan AI harus bersifat strategis dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek gimik. Hal ini penting mengingat banyak perusahaan yang tergoda untuk melompat ke bandwagon AI tanpa persiapan yang matang.

Ke depan, tantangan terbesar Telkom adalah memastikan AIcosystem benar-benar memberikan manfaat yang inklusif, bukan hanya memperkuat dominasi korporasi besar. Jika berhasil, ekosistem ini bisa menjadi model bagi negara berkembang lain dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab.

One UI 9 Sembunyikan fitur keamanan yang inovatif, menunjukkan bahwa inovasi di bidang keamanan digital juga terus berkembang seiring dengan adopsi AI.

Komentar

Belum ada komentar.