Telset.id – Kongres Amerika Serikat meminta penjelasan langsung dari CEO Nvidia Jensen Huang dalam pertemuan tertutup. Langkah ini diambil setelah muncul laporan yang menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan nasional, menyusul dugaan bahwa Huang menjadi target operasi espionase melalui eksekutif Megaspeed, Alice Huang.
Permintaan pertemuan tertutup itu diajukan oleh tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik, yaitu John Moolenaar, Brian Mast, dan Rick Crawford. Ketiganya masing-masing menjabat sebagai Ketua Komite China, Komite Urusan Luar Negeri, dan Komite Intelijen di DPR AS.
Dalam surat resmi DPR, ketiga legislator menyebut laporan tersebut “menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional yang signifikan” terkait akses China terhadap teknologi dan informasi Amerika Serikat. Isu ini mencuat di tengah upaya Washington memperketat pengawasan terhadap peredaran chip AI, termasuk melalui kebijakan yang membuat Nvidia Batasi Cloud asing di sejumlah wilayah.
Siapa Alice Huang dan Kaitannya dengan Megaspeed
Laporan yang menjadi dasar permintaan Kongres sebelumnya menyebutkan bahwa Alice Huang adalah aset China yang berada di perusahaan pusat data asal Singapura, Megaspeed. Ia dituding menyalurkan informasi ke Beijing. The Wall Street Journal (WSJ) lebih jauh mengklaim bahwa Alice Huang direkrut oleh otoritas China karena hubungannya yang sudah ada dengan Jensen Huang.
Megaspeed sendiri, menurut The New York Times (NYT), dilaporkan telah membeli dan terus membeli chip Nvidia senilai miliaran dolar. Perusahaan ini juga dituduh oleh Departemen Perdagangan AS sejak 2024 karena menyelundupkan chip silikon canggih senilai 2 miliar dolar ke China.

Latar belakang situasi ini adalah kebijakan kontrol ekspor Amerika Serikat yang telah lama berlaku. Regulasi tersebut memblokir chip akselerator AI paling canggih dari Nvidia dan AMD agar tidak sampai ke China, termasuk ke sejumlah negara lain. Tudingan terhadap Megaspeed dan Alice Huang pertama kali dipublikasikan pekan lalu oleh NYT, yang bersumber dari pejabat intelijen AS yang tidak disebutkan namanya.
Tekanan terhadap peredaran chip Nvidia di kawasan Asia Tenggara memang meningkat. Sebelumnya, muncul laporan bahwa Nvidia Perketat Pelacakan GPU di kawasan ini seiring meningkatnya pengawasan terhadap penyelundupan chip asal China.
Baca Juga:
Fokus Pertemuan dan Respons Nvidia
DPR AS menyatakan bahwa tujuan pertemuan dengan Jensen Huang adalah membahas “protokol keamanan Nvidia terhadap espionase dari pihak asing dan interaksinya dengan Alice Huang.” Menurut NYT, Jensen Huang belum pernah menerima “defensive briefing”, semacam peringatan bagi calon target espionase asing agar mengenali tanda-tanda aktivitas semacam itu.
NYT mencatat bahwa pejabat intelijen sering kali enggan memberi tahu calon target espionase karena langkah tersebut dapat membuat pelaku menyadari bahwa mereka sedang diselidiki. NYT juga menambahkan bahwa Presiden Trump telah diberi pengarahan mengenai situasi Megaspeed dan Alice Huang setahun lalu, tetapi memilih untuk tidak mengambil tindakan.

Menanggapi hal ini, Nvidia kembali menyampaikan pernyataan yang sama seperti pekan lalu. Perusahaan menyatakan bahwa “pertemuan dengan pelanggan adalah bagian dari pekerjaan seorang CEO; Jensen berbicara dengan ribuan eksekutif pelanggan setiap tahun.” Nvidia menambahkan bahwa “pelanggan cloud regional kami menerima informasi bisnis biasa, bukan rahasia dagang NVIDIA yang sensitif, dan tidak ada informasi apa pun yang relevan dengan keamanan nasional.”
Di sisi lain, otoritas Singapura dilaporkan membuka penyelidikan sendiri terhadap Megaspeed dan bahkan memeriksa Alice Huang secara langsung. Namun, seorang pejabat negara itu kepada WSJ menyatakan bahwa Singapura “tidak menerapkan kontrol ekspor sepihak yang diberlakukan oleh yurisdiksi asing.” Singapura menegaskan sedang menyelidiki Megaspeed, tetapi tidak menargetkan Alice Huang secara pribadi maupun memeriksa dugaan hubungannya dengan Jensen Huang atau China.
Singapura juga menegaskan memiliki “sikap tanpa toleransi” terhadap penipuan komersial. Negara itu mencatat telah mendakwa empat perusahaan dan empat individu atas pelanggaran tersebut, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Sementara itu, Taiwan tampak mengawasi Alice Huang dengan memeriksa kunjungannya ke negara tersebut. WSJ menyebut otoritas Taiwan sedang menyelidiki keterlibatannya dengan China dan menempatkannya dalam pengawasan fisik.
Di tengah rangkaian tekanan ini, Nvidia terus memperketat tata kelola rantai pasokannya. Perusahaan mewajibkan penyedia komputasi di Asia Tenggara untuk Daftar Fleet Intelligence demi mempertahankan status NCP, sebuah langkah yang memperlihatkan upaya perusahaan menjaga kepatuhan di kawasan yang menjadi sorotan.
[ META_DESCRIPTION]
Kongres AS panggil CEO Nvidia Jensen Huang dalam pertemuan tertutup soal dugaan espionase lewat eksekutif Megaspeed, Alice Huang, dan isu keamanan nasional.





Komentar
Belum ada komentar.