📑 Daftar Isi

Ilustrasi gunung berapi Alba Mons di Mars dengan retakan yang melepaskan gas hidrogen klorida

Mars Masih Aktif Secara Geologis, Ilmuwan Temukan Bukti Baru di Alba Mons

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Studi di Science Advances ungkap Mars mungkin masih aktif secara geologis
  • Data ExoMars Trace Gas Orbiter 2021 deteksi gas hidrogen klorida dari magma bawah permukaan
  • Retakan baru ditemukan di sekitar gunung berapi Alba Mons
  • Endapan mineral di retakan mirip lubang gas vulkanik di Bumi
  • Retakan Alba Mons jadi target pencarian bukti kehidupan purba
  • Implikasi: Mars pernah punya atmosfer hangat dan air cair

Telset.id – Mars yang selama ini dianggap “mati secara geologis” di bagian dalamnya ternyata menyimpan aktivitas yang mengejutkan. Sebuah studi baru yang dipublikasikan di jurnal Science Advances mengungkap bahwa planet merah tersebut perlahan melepaskan gas hidrogen klorida, dan para peneliti menduga gas itu berasal dari magma panas jauh di bawah permukaan. Temuan ini memperkuat bukti yang terus bertambah bahwa Mars mungkin masih aktif secara geologis, atau setidaknya baru berhenti aktif dalam waktu yang relatif singkat.

Penelitian tersebut melibatkan tim internasional yang menganalisis data yang dikumpulkan oleh ExoMars Trace Gas Orbiter milik Eropa dan Rusia pada 2021. Dari data itu, tim menemukan retakan-retakan baru di sepanjang gunung berapi raksasa Alba Mons, yang menunjukkan adanya aktivitas di bawah permukaan. Alba Mons sendiri merupakan gunung berapi terbesar di Mars jika diukur dari luas permukaannya.

“Temuan kami menunjukkan bahwa Mars telah mempertahankan cukup banyak panas internal untuk mendukung aktivitas vulkanik hingga baru-baru ini, dan mungkin masih demikian,” kata salah satu penulis utama sekaligus profesor di Polish Academy of Sciences, Daniel Mège, dalam sebuah pernyataan tentang penelitian tersebut.

Selama ini, para ilmuwan memang telah mengamati variasi emisi hidrogen klorida di seluruh permukaan Mars yang bertepatan dengan pergantian musim. Namun, mereka dibuat bingung oleh lonjakan emisi yang muncul di tempat-tempat tak terduga dan pada waktu yang tidak biasa. Lonjakan itu khususnya teramati di sekitar lereng Alba Mons.

Tim peneliti kemudian menemukan retakan baru yang panjangnya mencapai ribuan kaki di sekitar wilayah tersebut. Retakan ini mengindikasikan adanya aktivitas yang masih berlangsung di bawah permukaan. Mereka juga menemukan perubahan warna di sepanjang retakan tersebut, yang disimpulkan sebagai akibat dari gas yang merembes dan meninggalkan endapan mineral, mirip dengan lubang gas vulkanik di Bumi.

Render orbiter ExoMars milik ESA yang mendeteksi tanda aktivitas vulkanik di Mars

“Trace Gas Orbiter mampu menemukan bukti yang menentukan,” ujar Mège. “Ini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami. Sungguh menakjubkan bahwa ia dapat melihat segelintir molekul dari sumber yang mungkin bersifat intermiten, sambil terus bergerak di orbitnya untuk memantau seluruh atmosfer Mars.”

Data yang dihasilkan ExoMars Trace Gas Orbiter ini menjadi kunci dalam memahami dinamika atmosfer dan permukaan Mars. Sebelumnya, pengamatan orbiter juga sempat menangkap pemandangan aneh di permukaan planet merah yang menarik perhatian para peneliti.

Peluang Menemukan Bukti Kehidupan Purba

Retakan-retakan di wilayah Alba Mons juga disebut sebagai lokasi yang ideal untuk mencari bukti kehidupan masa lalu di Mars. Menurut Mège, mencari kehidupan Mars di retakan yang merembeskan gas di wilayah Alba Mons sangat masuk akal.

“Jika sistem hidrotermal aktif, sistem tersebut dapat mengandung bahan dan energi yang dibutuhkan mikroorganisme untuk berkembang, serta melindungi mikroorganisme dari lingkungan permukaan yang keras dan terus berubah,” jelas Mège.

Implikasi dari penelitian ini cukup signifikan bagi kemungkinan adanya kehidupan purba di planet merah. Temuan ini mengisyaratkan bahwa Mars pernah memiliki atmosfer yang jauh lebih hangat dan lebih tebal, serta melimpahnya air cair di permukaannya pada masa lalu yang tidak terlalu jauh.

Penelitian ini juga menambah daftar panjang upaya manusia dalam mengungkap misteri Mars. Berbagai misi terus disiapkan untuk mengeksplorasi planet tersebut, termasuk rencana pengiriman orbiter Aeolus ke Mars pada 2028 mendatang. Selain itu, ada pula kontrak NASA yang dimenangkan Blue Origin untuk membangun jaringan telekomunikasi di Mars.

Penemuan retakan dan endapan mineral di Alba Mons menjadi pengingat bahwa pemahaman manusia tentang Mars masih terus berkembang. Data dari ExoMars Trace Gas Orbiter menunjukkan bahwa planet yang tampak sunyi ini masih menyimpan panas internal yang cukup untuk mendukung aktivitas vulkanik hingga periode yang relatif baru. Bagi para peneliti, wilayah retakan di Alba Mons kini menjadi salah satu target paling menjanjikan untuk menelusuri jejak kehidupan purba di Mars.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.