Kominfo Janjikan Akses Internet di 3.126 Puskesmas dan RS

Kominfo Akses Internet Puskesmas Rumah Sakit

Telset.id, Jakarta – Kominfo hadirkan akses internet di 3.126 puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan layanan kesehatan dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Menurut Menkominfo, Johnny G Plate, akses internet di ribuan puskesmas dan rumah sakit dilakukan untuk pecepatan penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Ada tiga agenda utama yang dipersiapkan Kominfo dalam menangani Covid-19, yakni optimalisasi telekomunikasi antar dan intra puskemas dan rumah sakit, peningkatan kualitas arus data puskesmas dan RS, serta memanfaatan aplikasi kesehatan berbasis digital.

{Baca juga: Kominfo: Masalah Database Mesin CEIR Sudah Diselesaikan}

“Layanan akses internet ini akan mencakup rumah sakit dan puskesmas yang belum memiliki akses internet atau yang sudah tersedia namun kualitasnya belum memadai,” katanya.

Lebih lanjut, Johhny menjelaskan bahwa sampai 31 Desember 2019, terdapat 2.877 rumah sakit dan 10.134 puskesmas di Indonesia. Dari sana, BLU Bakti Kominfo mengidentifikasi 3.126 puskesmas dan rumah sakit yang masih membutuhkan optimalisasi layanan internet.

Rencananya, Kominfo akan menghadirkan akses internet di 3.126 puskesmas dan rumah sakit tersebut secara bertahap mulai dari tahun 2019 hingga 2021.

“Dari 3.126 titik tersebut, di tahun 2019, BLU Bakti Kominfo telah menyediakan akses internet di 226 titik. Pada tahun 2020 ini BLU Bakti Kominfo akan melakukan percepatan layanan internet di 2.192 titik,” ucap Johnny.

“708 titik sisanya akan diselesaikan pada kuartal I tahun 2021 mendatang,” tambahnya.

{Baca juga: Virus Corona Tetap Nempel di Layar Ponsel Sampai 28 Hari}

Johnny menegaskan penyediaan akses internet yang mendukung layanan kesehatan memang menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan layanan yang lebih baik dan optimal.

“Dimulai dengan penyediaan akses internet yang merata, kami berharap masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati akses dan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan optimal,” ujarnya.

Johnny mengharapkan dengan adanya dukungan teknologi baru dan talenta digital akan dapat mempercepat transformasi digital dan mendorong inovasi layanan kesehatan.

“Didukung dengan adopsi teknologi baru dan penyiapan talenta digital, kami juga  memiliki visi bahwa transformasi digital dapat mendorong kreativitas dan inovasi baru di sektor kesehatan,” harapnya.

Ia pun menyatakan bahwa akses internet dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang. Baik penurunan angka kematian ibu dan bayi, mencegah stunting dan peningkatan layanan kesehatan melalui telemedicine.

{Baca juga: Tok! DPR Setujui Pagu Anggaran 2021 Kominfo Rp 16,9 Triliun}

“Pemerintah berharap bahwa ketersediaan akses internet dapat mendukung program-program kesehatan masyarakat untuk jangka panjang. Poin terakhir ini sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam Percepatan Transformasi Digital Nasional, sesuai dengan arahan Presiden Bapak Joko Widodo,” tutup Johnny. (NM/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here