Kominfo Blokir 270 Ribu URL Saat Demo Pelajar STM

Telset.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pemblokiran 270 ribu URL saat demo pelajar STM pada Rabu (25/10/2019). Alasannya ratusan ribu URL tersebut menyebarkan konten hoaks.

Menurut Menkominfo Rudiantara, mengatakan bahwa penyebaran konten hoaks mencapai angka tertinggi pada tanggal tersebut. Total, Kominfo melakukan pemblokiran terhadap 270 ribu URL ketika demo berujung kerusuhan tersebut terjadi.

{Baca juga: Warganet Mudah Percaya Video Hoaks di Instagram dan YouTube}

“Sehari 270 ribu lebih ya itu paling tinggi tanggal 25 september itu paling tinggi. 270 ribu lebih URL yang dipakai untuk menyebar hoaks,” kata Rudiantara di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Rudiantara tidak menjelaskan secara detail mengenai jenis konten hoaks yang disebarkan. Namun berdasarkan data hasilnya, media sosial Twitter menjadi platform yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan konten hoaks.

“Ada hoaks disebarkan kanal-kanal, ada twitter, youtube ada Facebook ada Instagram. Twitter paling banyak,” tambah Rudiantara.

Rudiantara juga tidak mengetahui data penyebaran konten hoaks, saat demo Mahasiswa pada 30 September 2019 kemarin. Walaupun begitu Rudiantara memprediksi jika terjadi penurunan konten hoaks saat demo yang menghasilkan tagar #KekuasaanDitanganRakyat berlangsung.

“Harusnya udah turun ya setelah itu,” tutur Rudiantara.

Pada kesempatan tersebut Rudiantara juga membantah jika Kominfo melakukan pembatasan terhadap media sosial. Menurutnya dalam rentetan demo kemarin Kominfo tidak melakukan pembatasan ataupun pemblokiran terhadap media sosial apapun. “Tidak ada pembatasan,” tutup Rudiantara.

Seperti diketahui bahwa rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa, pelajar dan masyarakat terjadi pada akhir September 2019 kemarin di berbagai tempat di Indonesia. Mereka menolak penetapan RUU KUHP dan mengkritik pengesahan Revisi UU KPK.

{Baca juga: Mafindo Usul Pemerintah Bentuk Hoax Crisis Center di Papua}

Di dunia maya  dukungan terhadap demo tersebut terus mengalir dengan seruan tagar #KekuasaanDitanganRakyat, #GejayanMemanggil2 dan #KekuatanNetizen. Serta ada juga warganet yang membagikan poster-poster unik dari mahasiswa saat demo berlangsung. [NM/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here