Astronom Temukan “Komet SWAN”, Bisa Dilihat Tanpa Teleskop

Telset.id, Jakarta  – Seorang astronom amatir menggunakan data satelit Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) NASA untuk menemukan komet baru yang akan terlihat pada akhir Mei dan awal Juni 2020. Para ilmuwan memberikannya nama Komet SWAN.

NASA mengemukakan, astronom amatir bernama Michael Mattiazzo itu kali pertama melihat komet pada April 2020 menggunakan informasi dari instrumen SOHO yang disebut Solar Wind Anisotropies atau SWAN.

{Baca juga: Teleskop Hubble NASA Rekam Cahaya Komet yang “Sekarat”}

NASA pun menjelaskan tentang komet tersebut, termasuk keberadaannya di belahan Bumi selatan.

“Dijuluki komet SWAN, objek tersebut telah menarik banyak perhatian. Komet itu saat ini samar-samar terlihat oleh mata tanpa bantuan di belahan Bumi selatan sebelum matahari terbit,” demikian jelas NASA.

Menurut laporan New York Post, dikutip Telset.id, Jumat (15/5/2020), NASA mengatakan bahwa komet SWAN memberikan pandangan langka dari komet yang cukup terang untuk dilihat tanpa teleskop.

Komet itu melakukan pendekatan terdekat ke Bumi pada Rabu (13/5/2020) lalu dalam jarak sekitar 53 juta mil. Pendekatan terdekatnya dengan Matahari, yang disebut perihelion, akan terjadi pada 27 Mei 2020 nanti.

“Meski sangat sulit untuk memprediksi perilaku komet yang melakukan pendekatan sedekat itu ke Matahari, kami berharap SWAN akan tetap cukup cerah untuk terlihat saat melanjutkan perjalanan,” kata NASA.

Satelit SOHO adalah proyek bersama antara NASA dan Badan Antariksa Eropa. Dalam proyek terpisah, astronom amatir berusia 77 tahun baru-baru ini membantu menemukan nukleus ganda galaksi nan langka.

{Baca juga: Ilmuwan Temukan Komposisi Kimia Aneh di “Komet Alien”}

Sebelumnya, komet lain yang dipanggil “komet alien” atau disebut juga 2I/Borisov juga telah tertangkap mata oleh para ilmuwan, dan pernah terdeteksi melewati tata surya.

Komet ini anehnya memiliki komposisi yang berbeda dibanding komet yang berasal dari lingkungan selestial kita.

Gas yang keluar dari 2I/Borisov mengandung karbon monoksida dalam jumlah besar, jauh lebih banyak daripada komet yang terbentuk di tata surya. Hal itu mengindikasikan 2I/Borisov punya konsentrasi es karbon monoksida yang besar. [SN/IF]

SOURCENew York Post
Previous articleTwitter Rilis Emoji Baru untuk Pejuang Covid-19
Next articleKanada Bikin Situs untuk Lawan Teori Konspirasi 5G

1 COMMENT

  1. Ini berita yang paling bagus telset.id apalagi kalau digabungin sama https://enakmain.com/ bisa jadi booming onlinenya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here