Teori Konspirasi 5G

Kanada Bikin Situs untuk Lawan Teori Konspirasi 5G

Penulis:Sigit Nugraha
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Ada sejumlahĀ teori konspirasi 5G yang sempat beredar. Beberapa pihak mengklaim bahwa jaringan generasi kelima ini berkontribusi terhadap masalah kesehatan, terutama penyebaran virus corona.

Akibat teori konspirasi yang menghubungkan jaringan 5G dengan penyebaran virus corona, beberapa menara BTS di Inggris, Kanada, dan Belanda pun dibakar oleh sekelompok oknum. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan kerugian materi.

{Baca juga: Lagi, Menara BTS Dibakar oleh Kelompok Teori Konspirasi 5G}

Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, ada laporan yang mengklaim bahwa operator diserang dan dilecehkan. Pemerintah Kanada pun tak ingin membiarkan teori konspirasi terus berkembang.

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telset.id, Jumat (15/5/2020), pemerintah Kanada meluncurkan situs informatif untuk memberikan informasi yang lebih faktual tentang 5G kepada orang-orang.

Situs tersebut berisi informasi sahih untuk melawan informasi yang keliru dan teori konspirasi yang mengenai jaringan 5G. Dengan keberadaan sumber resmi, orang-orang digadang akan memahami yang sebenarnya.

Dalam situs milik pemerintah, terdapat informasi yang meyakinkan bahwa perangkat berjaringan 5G akan diharuskan untuk memenuhi persyaratan paparan frekuensi radio sebelum dapat dijual di pasar gadget Kanada.

Bagi yang khawatir soal kemungkinan kena kanker dari gelombang radio, yakinlah ada persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas untuk mencegah perangkat yang melampaui batas keamanan tidak boleh dijual.

{Baca juga: Dianggap Berbahaya, Twitter Hapus Cuitan ā€œTeori Konspirasi 5Gā€}

Sebelumnya, isu mengenai teori konspirasi ini juga sempat membuat geger Twitter. Tidak ingin isu terus berkembang, platform berlogo burung biru ini pun menghapus berbagai kicauan terkait teori konspirasiĀ yang dikaitkan dengan virus corona di lapaknya.

ā€œKlaim tersebut menghasut orang untuk terlibat dalam aktivitas berbahaya yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur 5G serta kepanikan, dan kerusuhan sosial,ā€ demikian cuitan Twitter. [SN/IF]