Twitter Sewa Firma Hukum Terkenal untuk Lawan Elon Musk

Telset.id, Jakarta – Twitter sedang mempertimbangkan untuk menuntut Tesla dan CEO SpaceX Elon Musk, atas keputusannya membatalkan membeli Twitter senilai USD 44 miliar atau Rp 658 triliun. Perusahaan kabarnya akan menyewa firma hukum terkenal untuk melawan Elon Musk.

Dilansir Telset dari Engadget pada Business Standard pada Senin (11/7/2022), media The Hill menulis kalau Twitter telah menyewa firma hukum terkenal yang berbasis di New York Wachtell bernama Lipton, Rosen & Katz LLP untuk menuntut Musk.

Selain itu perusahaan microblogging itu juga akan mengajukan gugatan ke Kanselir Delaware pekan depan.

Twitter belum memberikan tanggapan mengenai firma hukum yang disewa, tetapi kalau benar Lipton LPP akan berhadapan dengan firma hukum Quinn Emanuel Urquhart & Sullivan yang mewakili pihak Elon Musk.

BACA JUGA: 

Akan tetapi, rencana membawa kasus ini ke jalur hukum telah diungkapkan oleh Ketua Twitter, Bret Taylor. Pada Sabtu (9/7/2022), kemarin yakin Twitter akan menang ke pengadilan atas kasus ini.

“Dewan Twitter berkomitmen untuk menutup transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Tuan Musk dan berencana untuk mengejar tindakan hukum, untuk menegakkan perjanjian merger. Kami yakin kami akan menang di Pengadilan Kanselir Delaware,” jelas Taylor.

Seperti diketahui sebelumnya kalau Elon Musk membatalkan rencana untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar atau Rp 658 triliun.

Alasannya Twitter dinilai melanggar perjanjian, karena tidak memberikan informasi secara tepat terkait jumlah akun spam dan akun palsu di Twitter.

Menurut Elon Musk informasi yang diberikan kurang tepat, karena berdasarkan analis dari tim penasihat Musk, proporsi akun spam dan aku palsu di Twitter jumlahnya sangat tinggi dan lebih dari 5% dari jumlah pengguna.

BACA JUGA: 

“Seperti yang dijelaskan lebih lanjut di bawah ini, Musk mengakhiri perjanjian merger karena Twitter secara material melanggar beberapa ketentuan perjanjian itu,” tulis surat dari pengacara Musk.

“Singkatnya, Twitter belum memberikan informasi yang telah diminta Oleh Musk selama hampir dua bulan terlepas dari klarifikasinya yang berulang dan terperinci,” sambungnya. [NM/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0