Profesor China Mengaku Tipu FBI dalam Kasus Huawei

FBI kasus huawei

Telset.id, Jakarta  – Seorang profesor China, yang dituduh oleh jaksa membantu mencuri teknologi Amerika Serikat (AS) untuk menguntungkan Huawei. Dia mengaku bersalah telah tipu FBI dalam kasus Huawei.

Profesor bernama Bo Mao itu dituduh bersekongkol menipu CNEX Labs Silicon Valley dan terancam hukuman penjara hingga 20 tahun. Ia adalah profesor tamu di University of Texas ketika ditangkap.

{Baca juga: Amerika Tuduh Huawei Penipu dan Pencuri Teknologi}

Mao, yang berusia 37 tahun, ditangkap pada Agustus 2019. Ia mengaku bersalah atas tuduhan yang lebih ringan karena membuat pernyataan palsu dalam sebuah penampilan video di hadapan hakim.

Dikutip Telset dari Reuters, Minggu (6/12/2020), ia diperkirakan akan dijatuhi hukuman waktu bertugas dan meninggalkan AS pada 16 Desember 2020. Ia ditahan enam hari setelah penangkapan.

Mao awalnya dituduh menandatangani perjanjian dengan perusahaan tidak dikenal gara-gara melakukan penelitian dan telah berbagi informasi kepemilikan dengan perusahaan asal China.

Deskripsi dokumen menunjukkan, perusahaan pertama mengacu kepada CNEX Labs dan kedua mengacu kepada Huawei. Mao memberi tahu agen FBI tidak tahu siapa pun di universitas di Texas.

Penangkapan Mao terjadi di tengah tindakan Departemen Kehakiman AS terhadap pengaruh China di universitas atas dugaan mata-mata dan pencurian kekayaan intelektual oleh negara komunis.

{Baca juga: Terdakwa Profesor China Pencuri Teknologi Protes Hakim AS}

Penangkapan Mao juga terjadi sebelum jaksa federal Brooklyn menambahkan dakwaan pencurian rahasia dagang ke dakwaan 2018 terhadap Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi asal China.

AS menggugat Bao karena diduga mencuri teknologi perusahaan California untuk Huawei. Mao mengaku tidak bersalah di depan pengadilan Brooklyn pada 28 Agustus 2019 atas tuduhan berkomplot melakukan pencurian.

Menurut dokumen pengadilan setempat, Mao menandatangani perjanjian dengan perusahaan teknologi California yang tidak disebutkan namanya untuk mendapatkan papan sirkuit. Ia mengklaimnya untuk penelitian akademis.

Menurut dokumen pengadilan setempat, Mao menandatangani perjanjian dengan perusahaan teknologi California yang tidak disebutkan namanya untuk mendapatkan papan sirkuit. Ia mengklaimnya untuk penelitian akademis.

Namun, ada laporan Huawei sengaja memanfaatkan Mao untuk mencoba mencuri teknologi itu. Dokumen pengadilan juga menunjukkan bahwa kasus Mao terkait dengan raksasa teknologi China itu. Mao adalah profesor di Universitas Xiamen di China. [SN/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here