PHK Ribuan Karyawan, Apa yang Terjadi dengan Meta?

Telset.id, Jakarta – Untuk pertama kalinya, Meta Platforms, Inc atau Meta berencana memecat ribuan karyawan akibat krisis ekonomi. Dengan kekuatan finansialnya, banyak orang yang bertanya-tanya ada apa dengan Meta sehingga harus PHK ribuan karyawannya.

Meta Platforms, yang memiliki Facebook, WhatsApp, dan Instagram, berencana mengurangi jumlah pegawai hingga ribuan pada pekan depan, seperti laporan Wall Street Journal.

Seperti dilansir Gizchina, media melaporkan bahwa pengumuman akan dilakukan Rabu (9/11/2022), mengutip orang-orang yang mengetahui situasi tersebut.

Telset kutip pada Senin (7/11/2022), Meta akan mengeluarkan peringatan yang meminta kepada seluruh karyawan untuk menunda rencana perjalanan.

BACA JUGA:

Besarnya jumlah PHK merupakan rekor dalam sejarah Meta. Organisasi yang sebelumnya bernama Facebook ini telah berkembang secara linier sejak eksis 2004.

Seperti banyak perusahaan lain di sektor serupa, Meta mempekerjakan banyak orang selama wabah Covid-19. Jumlahnya bahkan mencapai puluhan ribu orang.

Perusahaan mempekerjakan 27.000 orang antara 2020 dan 2021. Jumlah karyawan Meta meningkat 15.344 orang selama sembilan bulan pertama pada 2022.

Secara keseluruhan di semua negara, sebanyak 87.000 orang bekerja untuk Meta per 30 September 2022. Belum tahu berapa banyak staf yang akan kena PHK.

Namun demikian, The Wall Street Journal mengklaim bahwa rencana Meta tersebut mungkin akan menjadi PHK paling besar di sebuah perusahaan teknologi.

Putaran PHK terjadi sebagai tanggapan atas kinerja keuangan bisnis yang buruk. Meta melaporkan pendapatan USD 27,71 miliarpada akhir Oktober tahun ini.

Angka itu tercatat empat persen lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Sebaliknya, laba bersih perusahaan turun drastis 50 persen hanya dalam satu tahun.

Temuan tersebut sebagian besar disebabkan oleh penurunan pendapatan dari iklan internet serta investasi signifikan yang dilakukan untuk proyek metaverse.

Lebih dari USD 21 miliar investasi dalam dua tahun terakhir digunakan Meta untuk mengembangkan Horizon Worlds, yang tak lain metaverse grup dan teknologi VR.

Mark Zuckerberg telah membuat catatan bahwa pemotongan jumlah staf segera dilakukan. Namun, ia coba mengesampingkan kemungkinan PHK yang signifikan.

“Kami menghadapi makroekonomi tidak stabil, peningkatan persaingan, masalah penargetan iklan, dan kenaikan biaya untuk investasi jangka panjang,” ujarnya.

“ Akan tetapi, saya harus mengatakan bahwa produk Meta tampaknya bekerja lebih baik daripada yang dikatakan oleh beberapa ulasan,” klaim Zuckerberg.

Terlepas dari pernyataan Zuckerberg, nilai pasar Meta turun lagi pasca-rilis kuartalan. Kapitalisasi perusahaan lebih rendah sekitar USD 600 miliar pada tahun lalu.

Meta berencana untuk mengurangi pengeluaran setidaknya 10 persen selama beberapa bulan ke depan. Dengan PHK pegawai, Meta mempunyai rencana lain.

Akibat krisis ekonomi, Meta bukan satu-satunya organisasi yang PHK beberapa staf. Mayoritas karyawan Twitter di seluruh dunia dipecat pada minggu lalu.

BACA JUGA:

Elon Musk, pemilik Twitter saat ini, melakukan segala upaya untuk memangkas biaya bisnis. Musk mengklaim bahwa Twitter kehilangan jutaan dolar setiap hari.

Hal sama terjadi di pesaing Uber, Lyft, dan perusahaan pembayaran Stripe. Raksasa Amazon, di sisi lain, hingga kini berhenti mempekerjakan karyawan di kantor.

PHK berjemaah ini, menurut analis keuangan Neil Saunders, menunjukkan bahwa hari-hari ekspansi yang “memabukkan” sekarang telah mencapai titik akhir. [SN/HBS]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0