Tekor Bikin Metaverse, Meta akan PHK Karyawan Besar-besaran

Telset.id, Jakarta – Meta berencana akan melakukan PHK besar-besaran kepada para karyawannya pada awal minggu depan. Kebijakan PHK karyawan itu diambil setelah perusahaan induk Facebook itu mengalami kerugian akibat proyek Mateverse.

The Wall Street Journal melaporkan Meta akan melakukan PHK kepada ribuan karyawannya. Kabarnya rencana PHK ini akan diumumkan pada Rabu pekan depan.

Dikutip Telset dari Endaget, pemangkasan karyawan itu bisa menjadi pengurangan tenaga kerja terbesar yang dilakukan oleh perusahaan teknologi tahun ini, melampaui PHK yang dilakukan oleh Twitter pada hari Jumat lalu.

BACA JUGA:

Pemangkasan ini juga akan mewakili restrukturisasi perusahaan secara luas pertama dalam sejarah Meta. Saat ini Meta tercatat mempekerjakan lebih dari 87.000 karyawan.

Namun Meta menolak memberikan komentar lebih detil soal kabar rencana pemangkasan karyawannya. Rencana PHK besar-besaran ini terungkap saat CEO Mark Zuckerberg memaparkan laporan pendapatan Q3 Meta baru-baru ini.

“Pada tahun 2023, kami akan memfokuskan investasi kami pada sejumlah kecil area yang memiliki pertumbuhan tinggi. Jadi itu berarti beberapa tim akan tumbuh secara signifikan, tetapi sebagian besar tim lain akan tetap datar atau menyusut selama tahun depan,” kata Mark Zuckerberg saat itu.

“Secara keseluruhan, kami berharap untuk mengakhiri tahun 2023 dengan ukuran yang kira-kira sama, atau bahkan organisasi yang sedikit lebih kecil dari kami saat ini,” tambahnya.

Seperti yang ditunjukkan The Journal, Meta tumbuh secara signifikan selama dua tahun pertama sejak merebaknya pandemi Covid-19, dengan penambahan lebih dari 27.000 karyawan pada tahun 2020 dan 2021.

Proses perekrutan perusahaan berlanjut hingga sembilan bulan pertama tahun 2022, dengan tambahan 15.344 karyawan. Sementara perusahaan juga mendapatkan manfaat dari pandemi, tetapi peruntungannya telah berubah dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Juli, perusahaan melaporkan penurunan pendapatan pertama kalinya. Meta disebutkan mengalami kesulitan bersaing dengan TikTok dan juga rilisnya fitur App Tracking Transparency dari Apple yang dianggap kontroversial.

BACA JUGA:

Pada saat yang sama, ambisi Mark Zuckerberg bisa mengeruk “cuan” pada Metaverse sejauh ini gagal. Bos Meta itu berharap bisa menciptakan peluang pendapatan baru bagi perusahaan, tetapi nyatanya proyek Metaverse juga menghabiskan duit perusahaan yang cukup besar.

Sejak awal tahun 2021, Meta telah menghabiskan $15 miliar untuk menjalankan proyek virtual dan augmented reality dengan mengembangkan Metaverse. Perusahaan memperkirakan akan kehilangan lebih banyak uang untuk proyek tersebut pada tahun 2023 mendatang. [FY/HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0