Survei: Pandemi Bikin Gen Z Jadi Makin Suka Layanan Food Delivery

Telset.id, Jakarta – Generasi Z (Gen Z) identik dengan layanan digital. Belum lama ini lembaga penelitian Katadata Insight Center (KIC) merilis hasil survei tentang preferensi Gen Z terkait layanan digital. Ada tiga layanan digital yang paling banyak digunakan Generasi Z.

Gen Z adalah kohort yang lahir pada akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Sejumlah ahli demografi, pemasaran, dan budaya merumuskan generasi dibentuk oleh mereka yang lahir pada 1997-2012.

Generasi ini adalah “adik” dari generasi Milenial yang menjadi buah bibir dalam wacana sosial dan budaya selama ini. Dibanding kakaknya, generasi “digital native” ini dinilai lebih menahan diri, berperilaku baik, dan menghindari risiko.

{Baca juga: Pembelajaran Online dan Pengaruhnya Bagi Generasi Z}

Karakteristik Gen Z ini menarik banyak kalangan untuk menelitinya, termasuk di Indonesia. Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Generasi Z merupakan segmen terbesar di Indonesia yang mencakup 27,94% dari total penduduk.

Survei Gen Z dan Layanan Digital

layanan digital gen z

Belum lama ini, lembaga penelitian Katadata Insight Center (KIC) merilis hasil surveinya yang mengeksplorasi preferensi Gen Z dalam layanan digital, yang dilakukan di Jabodetabek dan tujuh kota besar lainnya.

Survei KIC ini dilakukan secara online terhadap 1.146 responden antara 13-18 April 2021 dan melibatkan responden berusia 18-29 tahun dari Jabodetabek, Surabaya, Medan, Bandung, Makassar, Semarang, Denpasar, dan Yogyakarta. Sebanyak 82% responden berusia 18-26 tahun.

“Survei ini menyorot pola konsumsi layanan digital Generasi Z. Kami fokus pada Gen Z karena mereka lahir dan besar di tengah era teknologi yang berkembang pesat, dengan lahirnya media sosial dan internet. Mereka juga mewakili sebagian besar penduduk Indonesia, dan memiliki daya beli yang cukup tinggi,” kata Stevanny Limuria, Head of Research KIC.

Dari hasil survei itu terungkap bahwa pandemi Covid-19 telah mempercepat proses adopsi layanan digital dalam kehidupan sehari- hari Generasi Z, yang membuat adanya peningkatan konsumsi layanan digital selama masa pandemi.

{Baca juga: Gig Economy dengan Platform Digital Ciptakan Ketahanan Ekonomi}

Survei juga mencatat selama tiga bulan terakhir ada sekitar 57% responden menjadi pengguna aktif e-commerce, 36% aktif menggunakan layanan pesan-antar makanan (food delivery), dan sekitar 23% merupakan pengguna layanan pengiriman bahan makanan atau sembako (online grocery).

Menariknya, survei menemukan bahwa 44% pengguna pengantaran makanan Gen Z adalah pengguna baru yang mulai menggunakan layanan ini selama pandemi, dan 90% dari mereka menyatakan ingin terus menggunakan layanan Food Delivery setelah pandemi

GrabFood Disukai Gen Z

layanan digital gen zSalah satu layanan digital yang sering digunakan Geberasi Z adalah layanan pesan-antar makanan online. Dalam surveinya, KIC juga menyoroti pilihan Gen Z pada penyedia layanan pesan-antar makanan.

Hasil survei tersebut mengungkapkan 50% Generasi Z memilih GrabFood sebagai penyedia pesan-antar makanan yang paling sering digunakan dalam 3 bulan terakhir, disusul GoFood (46%), ShopeeFood (3%), dan Maximfood (kurang dari1%).

Sebanyak 50% responden mengatakan mereka telah menggunakan layanan pengiriman makanan online. Alasan mereka menggunakan layanan ini antara lain praktis, tidak sempat memasak, dan bosan dengan makanan rumahan.

Responden yang memilih GrabFood sebagai penyedia layanan pesan-antar pilihan mereka menyatakan bahwa kemudahan penggunaan aplikasi sebagai salah satu alasan utama. Faktor lain yang dipertimbangkan adalah metode pembayaran dan jenis pilihan makanan.

Sebagai informasi, nilai pasar atau Gross Merchandise Value (GMV) layanan pesan-antar makanan di Indonesia diprediksi mencapai USD 3,7 miliar pada 2020 dan tertinggi dibanding tetangganya, yakni Thailand (USD 2,8 miliar), Singapura (USD 2,4 miliar), Filipina (USD 1,2 miliar), dan Malaysia USD 1,1 miliar).

{Baca juga: Cara Belanja Sembako di GoFood, Praktis #DiRumahAja}

Angka-angka ini didapat dari penelitian ventura asal Singapura, Momentum Works, yang meluncurkan hasil riset pada awal tahun ini. Dari riset ini, Grab menjadi pemimpin pangsa pasar dengan 53% di Indonesia.

“Selain kenaikan pengguna baru online shopping, food delivery, dan online grocery, survei ini menangkap keinginan para pengguna baru layanan digital untuk melanjutkannya setelah pandemi berlalu,” tutur Stevanny. [HBS]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -