INTERNET

Hacker Intai Aplikasi Perbankan, Kaspersky: Perusahaan Harus Waspada

Naufal Mamduh
Share

Telset.id, Jakarta – Kaspersky dalam laporannya mengatakan bahwa hacker saat ini menargetkan perusahaan layanan perbankan ataupun aplikasi dompet digital untuk mengambil keuntungan. Menurut GM Kaspersky untuk Asia Tenggara, Yeo Siang Tiong, penyedia layanan pun perlu memperketat keamanannya.

Saat ini proses transaksi uang digital tumbuh cepat selama pandemi. Akan tetapi, populernya layanan dompet digital membuat hacker membidik aplikasi tersebut untuk mengambil data dan uang pengguna.

“Bagi sebagian besar penjahat dunia maya, memperoleh uang dengan mudah adalah motivasi utama. Dan sektor keuangan diposisikan secara unik untuk menjadi target serangan terlepas dari tren yang ada,” ujarnya, melalui keterangan pers yang diterima Telset pada Jumat (24/9/2021).

Ia menjelaskan, masalah keamanan ini terjadi seiring pertumbuhan layanan keuangan digital. Di masa pandemi banyak orang yang mengakses layanan dompet digital, sehingga platform tersebut terus tumbuh di beberapa negara seperti Indonesia.

{Baca juga: 5 Fitur Keamanan Aplikasi Telegram}

“Pertumbuhan layanan keuangan digital di Indonesia, seperti di wilayah lainnya, menciptakan risiko baru nan tinggi bagi pengguna dan penyedia layanan. Dalam hal ini, teknologi akan berperan menjadi game changer,” tutur Siang Tiong.

Mewakili Kaspersky, dirinya meminta perusahaan agar tidak menganggap remeh keamanan layanan keuangan digital. Jangan sampai, kelompok peretas menemukan celah untuk membobol sistem keamanan dan akhirnya merugikan pengguna.

Sebagai contoh, pada tahun lalu aplikasi perbankan digital Amerika Serikat dijebol oleh kelompok hacker bernama ShinyHunters. Kelompok peretas tersebut berhasil mengambil lebih dari 7,5 juta informasi pribadi pengguna seperti nama dan nomor jaminan sosial, lalu diposting secara publik di forum peretasan.

{Baca juga: Pentingnya Edukasi Keamanan Akun Bank Digital}

Belajar dari kasus tersebut layanan keuangan atau dompet digital di Indonesia harus segera melakukan meningkatkan sistem keamanan mereka dengan menggunakan layanan yang benar-benar terpercaya. Salah satunya, adalah layanan Threat Intelligence Services dari Kaspersky.

“Transformasi digital selalu menghadirkan tantangan baru, terutama bagi sektor keuangan. Indonesia berada di tengah revolusi digital di mana penggunaan gateway pembayaran online dan e-wallet diperkirakan akan terus berkembang,” jelas Siang Tiong.

Kaspersky Threat Intelligence Services

Kaspersky Threat Intelligence Services merupakan salah satu sistem keamanan siber yang membawa berbagai keunggulan. Menurut Siang Tiong, sistem ini sangat cocok diterapkan untuk perusahaan yang berada di sektor keuangan, agar keamanan semakin terjamin.

“Dari sudut pandang keamanan siber, Kaspersky Threat Intelligence Services adalah kerangka kerja khusus yang canggih yang dapat memberikan manfaat bagi sektor keuangan secara signifikan,” kata Tiong.

{Baca juga: Tips Transaksi Aman Mobile Banking}

Sistem ini dapat mengidentifikasi dan menganalisis ancaman hacker yang menargetkan perusahaan, termasuk aplikasi dompet digital. Namun, sistem ini tidaklah sama dengan data ancaman yang berisikan tentang daftar potensi ancaman.

Kaspersky Threat Intelligence Services akan membaca ancaman dan menganalisisnya, untuk menyimpulkan apakah ancaman tersebut nyata, atau tidak. Lalu sistem akan memberikan informasi tindakan apa, yang harus dilakukan untuk mengatasinya. (NM/MF)

Leave a Comment