Elon Musk Resmi Cabut Pemblokiran Akun Twitter Donald Trump

Telset.id, Jakarta – Akun Twitter Donald Trump kembali aktif, setelah sempat mengalami pemblokiran permanen sejak  awal Januari 2021.

Kembalinya Donald Trump ke jagat Twitter terjadi usai pemilik baru Twitter, Elon Musk membuka polling terkait nasib akun Donald Trump.

Elon Musk awalnya membuka polling kepada warganet terkait nasib Donald Trump. Dirinya meminta pendapat warga terkait nasib Donald Trump di Twitter. Musk bertanya apakah mereka setuju kalau akun Trump dibuka kembali usai diblokir selama hampir 1 tahun lamanya.

“Kembalikan mantan Presiden Trump,” tulis Elon Musk lewat akun @elonmusk pada Sabtu (19/11/2022).

Jejak pendapat itu diikuti oleh 15 juta lebih pengguna Twitter dan hasilnya mengejutkan. Di tengah kontroversi yang menjerat Trump, sekitar 51,8% meminta supaya Musk membuka blokir akun Trump. Sedangkan 48,2% menolak rencana tersebut.

BACA JUGA:

Cuitan Elon Musk ini juga viral karena mendapatkan 222,5 ribu retweet, 73 ribu tweet kutipan dan 676,1 ribu likes.

Usai polling berakhir, Elon Musk pun mengikuti kemauan suara mayoritas. Melalui cuitannya di hari Minggu ini, pemilik baru Twitter itu mengumumkan kalau pemblokiran akun Trump telah berakhir. Dengan begitu, mantan presiden dan pengusaha itu bisa melontarkan cuitan-cuitannya lagi.

“Orang-orang telah berbicara. Trump akan dipulihkan. Vox Populi, Vox Dei,” sambung Elon Musk.

Pernyataan Elon Musk bukan janji belaka. Berdasarkan pantauan tim Telset, akun @realDonaldTrump sudah aktif kembali tetapi belum ada cuitan terbaru. Hanya ada cuitan terakhir pada tanggal 8 Januari 2021.

BACA JUGA: 

Akun Twitter Donald Trump

Seperti diketahui bahwa Twitter mengambil langkah tegas dengan blokir akun resmi milik Donald Trump. Kebijakan ini diambil lantaran postingan yang dibuat Trump memicu aksi kekerasan di gedung Capitol Amerika Serikat (AS).

“Setelah meninjau secara cermat tweet terbaru dari akun @realDonaldTrump dan konteks di sekitarnya, kami telah secara permanen menangguhkan akun tersebut karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan,” jelas Twitter kala itu.

BACA JUGA:

Trump kala itu sempat kesal dan menuntut Twitter, beserta Facebook dan Google. Namun, isu ini pun mulai mereda setelah Trump resmi menanggalkan jabatannya Presiden Amerika Serikat dan digantikan oleh Joe Biden.

Hanya saja, selang setahun kemudian saat Elon Musk resmi menjadi pemilik Twitter kebijakan pun berubah. Donald Trump dapat kembali ke menyuarakan pendapat-pendapatnya di Twitter usai akunnya dipulihkan. [NM/IF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0