Google ‘Oprek’ Smartphone Android Jadi Alat Sensor Gempa

Smartphone Android sensor gempa Google

Telset.id, Jakarta  –  Smartphone Android akan punya fitur sensor gempa yang bisa mendeteksi gempa bumi di seluruh dunia. Google akan memberikan data sebagai peringatan kepada pengguna.

Fitur baru di perangkat Android itu mulai diperkenalkan di California, Amerika Serikat. Menurut Reuters, fitur sensor gempa di smartphone Android akan memperingatkan pengguna bilamana ada getaran di lingkungan sekitar.

Seperti dikutip Telset.id, Selasa (11/8/2020), Jepang, Meksiko, dan California sudah menggunakan sensor berbasis darat untuk menghasilkan peringatan yang bertujuan untuk mengurangi korban luka-luka dan kerusakan properti.

Fitur bakal memberi tahu pengguna untuk menjauh dari episentrum gempa. Fitur tersebut menyampaikan notifikasi beberapa detik sebelum gempa agar penggunamelindungi diri sendiri sebelum guncangan dimulai.

{Baca juga: Tahun 2022, Seluruh Produk Google Pakai Plastik Daur Ulang}

Jika pendekatan Google untuk mendeteksi dan memperingatkan pengguna mengenai gempa terbukti efektif, fitur serupa akan dihadirkan ke negara lain, khususnya Indonesia yang selama ini kerap terjadi bencana alam.

Pakar seismologi yang dikonsultasikan oleh Google mengatakan, mengubah smartphone menjadi seismograf mini menandai kemajuan besar, terlepas dari peringatan yang keliru serta ketergantungan kepada algoritma.

“Kami sedang dalam jalur untuk mengirimkan peringatan gempa di mana pun ada smartphone,” kata Richard Allen, direktur laboratorium seismologi Universitas California Berkeley dan staf pengajar tamu di Google setahun terakhir.

Sebelumnya dikabarkan Google memanfaatkan botol plastik daur ulang untuk casing smartphone baru. Tujuannya untuk mengurangi jejak karbon. Kehadiran casing smartphone ini menemani rilis Pixel 4a di tengah para pengguna.

Plastik, terutama yang sekali pakai, telah menjadi masalah bagi lingkungan. Itulah sebabnya Google memutuskan untuk memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih tahan lama dalam bentuk aksesori, yakni casing smartphone.

Menurut laporan Ubergizmo yang dikutip Telset.id, Jumat (7/8), casing tersebut terbuat dari 70 persen plastik daur ulang. Dua botol air digunakan untuk membantu membuat bahan yang mumpuni.

Menurut Miguel Harry, perancang utama, ada alasan khusus kenapa menggunakan botol plastik daur ulang untuk bahan casing.”Kami ingin memberikan rasa nyaman kepada para pengguna,” terangnya.

{Baca juga: Google Siapkan Casing Smartphone dari Botol Plastik Daur Ulang}

Google bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang ingin mengurangi jejak karbon. Apple telah lama menyebut bahwa produk buatannya mencoba memasukkan sebanyak mungkin bahan daur ulang.

Bahkan operasional perusahaan relatif ramah lingkungan. Apple mencoba menggunakan sumber energi terbarukan seperti energi matahari. Apple juga menggunakan bahan “hijau” lainnya untuk pendukung.

https://www.reuters.com/article/us-alphabet-google-quake/google-turns-android-phones-into-earthquake-sensors-california-to-get-alerts-idUSKCN2571TN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here