Telset.id – Gempa bumi berkekuatan dahsyat yang melanda Venezuela pada 24 Juni lalu membuktikan keunggulan sistem peringatan dini Android yang berbasis sensor ponsel, sementara iPhone di lokasi yang sama tetap diam tanpa peringatan. Peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa krusialnya fitur keamanan yang satu ini, terutama di negara-negara yang tidak memiliki jaringan peringatan dini gempa resmi.
Pada 24 Juni, dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela utara secara berurutan. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 disusul gempa kedua yang lebih kuat, yakni magnitudo 7,5, hanya sekitar 40 detik kemudian. Ini adalah gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir, dan tim penyelamat masih terus mencari korban di reruntuhan. Di saat-saat kritis sebelum guncangan terburuk tiba, jutaan ponsel Android menyala serempak menampilkan peringatan berisi perkiraan magnitudo dan jarak gempa.
Peringatan itu memberi waktu berharga bagi banyak orang untuk berlindung di bawah meja atau menjauh dari jendela. Rekaman kamera pengawas yang beredar luas di media sosial menangkap momen ketika ponsel-ponsel berbunyi serempak tepat sebelum tanah berguncang. Sistem yang digunakan adalah Fitur Terbaru dari Google yang dikenal sebagai Android Earthquake Alerts.
Penting untuk dicatat, Google menegaskan bahwa sistem ini tidak memprediksi gempa. Sistem ini mendeteksi gempa saat baru mulai terjadi dan mengirimkan peringatan lebih cepat daripada gelombang destruktif yang merambat. Boone Spooner, Group Product Manager, Android and Pixel Safety di Google, menyatakan, “Keselamatan Anda adalah prioritas kami, dan kami terus bekerja untuk memberi Anda alat dan informasi yang Anda butuhkan agar tetap siap selama keadaan darurat.”
Cara Ponsel Android Mendeteksi Gempa
Teknologi di balik sistem ini ternyata sederhana namun brilian. Ponsel Android memanfaatkan akselerometer, sensor yang sama yang digunakan untuk memutar layar saat ponsel dimiringkan. Saat ponsel dalam posisi diam, sensor ini juga bisa merasakan getaran tanah. Gempa bumi merambat dalam gelombang; gelombang P yang cepat namun lemah tiba lebih dulu, diikuti gelombang S yang lebih lambat namun jauh lebih destruktif.
Ketika sebuah ponsel menangkap getaran awal ini, ia langsung mengirim sinyal beserta perkiraan lokasi ke server Google. Satu ponsel saja mungkin menandakan ponsel yang jatuh atau truk yang lewat. Namun, jika ribuan ponsel melaporkan getaran yang sama pada waktu yang bersamaan, sistem dapat memastikan bahwa itu adalah gempa nyata dan segera memperingatkan pengguna lain di area yang akan terkena dampak.

Google menyebut jaringan ini sebagai jaringan deteksi gempa terbesar di dunia. Data Google menunjukkan bahwa sistem ini kini telah mencakup hampir 100 negara, telah mengirimkan lebih dari 790 juta peringatan ke ponsel, dan akses peringatan dini telah meningkat dari 250 juta orang pada 2019 menjadi sekitar 2,5 miliar orang saat ini. Di Amerika Serikat, sistem ini bekerja sama dengan jaringan resmi ShakeAlert di California, Oregon, dan Washington. Di luar wilayah tersebut, ponsel-ponsel Android-lah yang menjadi pendeteksi utama.
Di negara-negara seperti Venezuela yang tidak memiliki jaringan peringatan dini pemerintah, lapisan crowdsourced ini menjadi tulang punggung sistem, bukan sekadar cadangan. Di sinilah kelemahan iPhone menjadi sangat terlihat.
Baca Juga:
Kesenjangan Keamanan iPhone
Inilah bagian yang tidak mengenakkan bagi penggemar Apple. iPhone sebenarnya tidak sepenuhnya gelap gulita. Apple telah menambahkan fitur Enhanced Safety Alerts yang dapat meneruskan peringatan dan menyampaikannya antar perangkat di sekitarnya. Namun, berdasarkan halaman dukungan resmi Apple, peringatan tersebut membutuhkan sumber resmi yang sudah ada sebelumnya.
Apple tidak memiliki jaringan deteksi sensor ponsel sendiri. Artinya, di tempat yang tidak memiliki sistem pemerintah yang memadai, seperti Venezuela, iPhone tidak memiliki apa pun untuk diteruskan. iPhone di daerah rawan gempa yang memiliki sistem pemerintah mungkin akan baik-baik saja. Namun, tanpa sistem tersebut, itulah celah yang coba diisi oleh jaringan yang dibangun Google.
Pelajaran berharga dari peristiwa Venezuela bukan hanya tentang teknologinya, tetapi juga tentang kesadaran. Banyak orang di Venezuela yang belum pernah melihat peringatan semacam itu sebelumnya dan tidak yakin apa yang harus dilakukan. Peringatan telah tiba, tetapi respons sering kali tidak maksimal. Jika peringatan Take Action muncul di layar, saran dari para ahli penyelamatan adalah: drop (merunduk), cover (berlindung), dan hold on (bertahan). Peringatan Be Aware lebih ringan, hanya sebagai pemberitahuan bahwa getaran ringan mungkin akan datang.
![]()
Bagi pengguna Android, mengaktifkan fitur ini sangat mudah. Buka aplikasi Settings, ketuk Safety & emergency, atau cari “earthquake” di kolom pencarian Settings. Pilih Earthquake alerts, lalu aktifkan toggle-nya dan pastikan lokasi tetap aktif. Prosesnya memakan waktu kurang dari satu menit, dan biasanya fitur ini sudah aktif secara default, tetapi tidak ada salahnya untuk memeriksanya kembali.
Sistem peringatan dini gempa Android adalah salah satu fitur yang mungkin tidak pernah Anda harapkan untuk digunakan, tetapi pada 24 Juni lalu, fitur ini bekerja persis seperti yang dijanjikan. Google telah mengubah sensor rotasi layar menjadi sistem peringatan seukuran planet yang bekerja paling baik di tempat-tempat di mana jaringan seismik tidak ada. Sistem ini memberi waktu berharga bagi warga Venezuela. Yang dinantikan selanjutnya adalah apakah Apple dapat menyamai kemampuan ini dengan deteksi nyata, bukan sekadar relay, serta peningkatan kesadaran publik agar peringatan dapat dipahami pada pertama kali muncul.
Untuk informasi lebih lanjut terkait perkembangan teknologi dan peristiwa terkini di Venezuela, Anda dapat membaca artikel tentang Harga Terbaru iPhone di negara tersebut atau bagaimana Spesifikasi Lengkap BlackBerry sempat berjaya di sana.





Komentar
Belum ada komentar.