Telset.id – Seorang pelanggan Amazon di Texas mengalami momen yang tidak mengenakkan saat layanan pengiriman drone pertamanya justru menjatuhkan paket langsung ke kolam renang. Kejadian ini terekam dalam video yang kemudian dibagikan oleh ABC7 News dan menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sebuah drone Amazon Prime Air yang berukuran besar turun dari langit untuk mengantarkan paket. Wanita yang merekam kejadian itu sempat berseru “Oh my god, oh my god” saat menyaksikan drone mendekat. Namun, alih-alih mendarat dengan mulus, drone tersebut justru menjatuhkan paketnya tepat ke tengah kolam renang miliknya, yang disambut dengan umpatan dari sang pemilik rumah.
Insiden di Tengah Ekspansi Layanan Drone Amazon
Kejadian ini menjadi sorotan karena timing-nya yang sangat disayangkan. Pasalnya, pada pekan yang sama, Amazon baru saja mengumumkan rencana ekspansi layanan pengiriman drone mereka ke 500 kota tambahan di seluruh Amerika Serikat, meningkat signifikan dari 11 kota yang sudah beroperasi saat ini. Amazon Perluas Layanan tersebut tentu menjadi sorotan publik, terutama setelah insiden seperti ini terpublikasi luas.
Ini bukan pertama kalinya drone Amazon mengalami masalah dalam pengantaran. Sebuah video yang diambil pada bulan Mei menunjukkan salah satu drone Amazon menjatuhkan paket di tepi kolam sebelum akhirnya paket tersebut terguling dan hanyut terbawa air. Insiden serupa juga pernah terjadi tahun lalu, di mana paket justru menggelinding masuk ke kolam renang pelanggan.
Air bukan satu-satunya medan yang menjadi masalah. Karena khawatir dengan kemampuan drone menangani barang rapuh, seseorang pernah merekam momen ketika drone menjatuhkan pesanan sirup langsung ke beton, yang mengakibatkan botol plastiknya pecah. Berbagai insiden ini menunjukkan bahwa Drone Amazon Jatuhkan Paket masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam hal presisi pengantaran.
Baca Juga:
Drone yang terlibat dalam insiden terbaru ini adalah model MK-30 dari Amazon. Drone ini memiliki ukuran yang cukup besar dibandingkan drone konsumen pada umumnya, dengan bobot mencapai sekitar 80 pon atau sekitar 36 kilogram. Ukuran dan bobotnya yang besar ini juga menjadi sumber keluhan warga, yang membandingkan suara bising drone tersebut dengan suara helikopter.
Riwayat Masalah Drone Amazon
Selain masalah presisi pengantaran, drone-drone Amazon juga pernah mengalami insiden yang lebih serius. Dua unit drone yang beroperasi di area West Valley dekat Phoenix pernah bertabrakan dengan crane konstruksi tahun lalu dan terbakar, memaksa Amazon untuk menghentikan sementara layanan pengiriman drone di area tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Amazon dalam mengoperasikan layanan pengiriman udara mereka.
Menanggapi insiden terbaru yang viral ini, seorang juru bicara Amazon memberikan pernyataan resmi. Mereka menegaskan bahwa insiden seperti ini sangat jarang terjadi dan perusahaan selalu belajar dari setiap kejadian untuk meningkatkan pengalaman layanan. “Insiden sangat jarang terjadi, dan ketika pengiriman tidak berjalan sesuai rencana, kami belajar darinya untuk meningkatkan pengalaman dan mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya terjadi di masa depan,” ujar juru bicara tersebut kepada Mashable.
Meski demikian, rangkaian insiden yang terus berulang ini menjadi catatan penting bagi Amazon. Perusahaan raksasa teknologi tersebut harus memastikan bahwa ekspansi besar-besaran layanan drone-nya tidak diikuti dengan peningkatan risiko insiden serupa. Kepercayaan konsumen menjadi faktor kunci dalam adopsi teknologi pengiriman baru ini, dan setiap insiden yang terekam dan tersebar viral tentu menjadi pukulan tersendiri bagi reputasi layanan tersebut.
Bagi konsumen yang tinggal di area yang akan menjadi target ekspansi layanan drone Amazon, insiden-insiden ini menjadi pengingat bahwa teknologi pengiriman udara masih dalam tahap pengembangan. Meskipun Amazon terus melakukan perbaikan dan mengklaim insiden sangat jarang terjadi, pengalaman para pelanggan yang paketnya berakhir di kolam renang atau hanyut terbawa air menunjukkan bahwa masih ada ruang besar untuk perbaikan dalam hal presisi dan keandalan sistem pengantaran drone.
Amazon sendiri belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Yang jelas, setiap kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk terus menyempurnakan teknologi pengiriman drone mereka sebelum layanan ini benar-benar diandalkan oleh jutaan konsumen di seluruh Amerika Serikat.





Komentar
Belum ada komentar.