Telset.id – DoorDash resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi rivalnya, Instacart, dengan nilai transaksi mencapai 17 miliar dolar AS atau sekitar Rp265 triliun. Langkah ini akan menggabungkan dua layanan pengiriman grocery terbesar di Amerika Serikat, dengan syarat transaksi tidak terhambat oleh pengawasan antitrust.
Pengumuman akuisisi DoorDash terhadap Instacart disampaikan pada Kamis, 29 Oktober 2026. DoorDash akan membeli Instacart dengan nilai total 65 dolar AS untuk setiap lembar saham Instacart. Dewan direksi kedua perusahaan telah menyetujui kesepakatan akuisisi ini.
DoorDash dikenal sebagai layanan pesan-antar makanan dan takeout, tetapi perusahaan juga menyediakan layanan belanja lain, termasuk pengiriman grocery. Integrasi jaringan Instacart berpotensi memperkuat fitur-fitur tersebut. Sebelumnya, sejumlah laporan lanjutan, termasuk dari The Information dan The Wall Street Journal, menyebutkan bahwa Instacart tengah menjajaki opsi penjualan. Selain DoorDash, Uber sempat dilaporkan sebagai calon pembeli potensial.
Instacart Tetap Beroperasi dengan Brand Sendiri
DoorDash berencana mempertahankan brand Instacart, produk teknologi enterprise, dan aplikasinya. Perusahaan juga menegaskan bahwa kedua brand akan terus beroperasi sebagai perusahaan yang terpisah dan independen sampai transaksi selesai. DoorDash menyebut kesepakatan ini dapat membantu lebih banyak grocer membangun platform pemesanan online dan bisnis periklanan mereka sendiri menggunakan teknologi Instacart, sementara grocer juga dapat memanfaatkan layanan fulfillment DoorDash untuk menangani lebih banyak pesanan online dan menawarkan pengiriman berbiaya lebih rendah.
CEO Instacart Chris Rogers menyatakan bahwa selama 14 tahun terakhir, Instacart telah mentransformasi grocery online dengan membantu retailer dari berbagai ukuran untuk bersaing dan tumbuh. Menurutnya, bergabung dengan DoorDash memungkinkan perusahaan berbuat lebih banyak lagi.
“Ketika teknologi grocery yang kami bangun khusus dan hubungan retailer serta brand yang tepercaya dikombinasikan dengan jangkauan konsumen global dan kemampuan logistik DoorDash, kami dapat menciptakan peluang baru bagi mitra retail dan brand kami, menawarkan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan shopper, serta memberikan nilai yang menarik bagi pemegang saham kami,” ujar Chris Rogers dalam siaran pers.
CEO DoorDash Tony Xu menekankan bahwa grocery adalah salah satu hal tersulit untuk dilakukan dengan benar secara online. Menurutnya, seseorang harus memilih alpukat yang matang, menemukan substitusi yang sesuai pilihan pelanggan, dan mengantar es krim sebelum meleleh.
“Instacart telah menghabiskan bertahun-tahun mempelajari cara melakukannya dengan baik untuk grocer, sementara DoorDash telah membangun jaringan pengiriman dan teknologi yang diandalkan toko lokal setiap hari. Bersama-sama, kami dapat memberikan lebih banyak alat tersebut kepada toko dari berbagai ukuran dan membuka potensi pengiriman grocery. Ini masih tahap awal, tetapi kami tahu bahwa ketika lebih banyak orang berbelanja lokal, lebih banyak uang tetap berada di lokal,” kata Tony Xu.
Baca Juga:
Bukan Percobaan Pertama DoorDash
Akuisisi ini bukan pertama kalinya DoorDash mengajukan tawaran untuk Instacart. Pada 2021, kedua perusahaan sempat menjalani pembicaraan yang menempatkan Instacart pada valuasi lebih tinggi. Namun, negosiasi tersebut dilaporkan berakhir karena kekhawatiran atas harga dan potensi regulasi antitrust.
Saat ini, Instacart memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 13 miliar dolar AS, dan harga sahamnya naik 25 persen sepanjang tahun berjalan. Perusahaan kemungkinan menilai ini sebagai waktu yang tepat untuk menjual dengan harga yang diinginkan, menjelang persaingan yang semakin ketat di pasar pengiriman grocery. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa Instacart tengah bernegosiasi dengan Uber, tetapi perusahaan tersebut mundur dari pembicaraan.
Ekspansi DoorDash juga tidak berhenti pada akuisisi ini. Sebelumnya pada tahun yang sama, perusahaan mulai menguji program pengiriman drone. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya DoorDash memperluas jangkauan layanannya di luar pesan-antar makanan konvensional. Sejumlah inisiatif teknologi konsumen juga sempat menjadi sorotan, termasuk praktik sejumlah layanan yang mengambil foto rumah pelanggan, seperti yang pernah dibahas dalam laporan mengenai foto rumah pelanggan oleh layanan pengiriman besar.
Transaksi akuisisi DoorDash dan Instacart diperkirakan akan selesai menjelang akhir 2027 atau pada paruh pertama 2028. Hingga transaksi rampung, kedua perusahaan akan tetap beroperasi secara terpisah dan independen sesuai kesepakatan yang telah disetujui dewan direksi masing-masing.
Kesepakatan senilai 17 miliar dolar AS ini menempatkan DoorDash dan Instacart sebagai kekuatan gabungan di sektor pengiriman grocery AS, dengan cakupan mulai dari dominasi DoorDash di pesan-antar restoran hingga jangkauan Instacart di pengiriman grocery. Bagi pelaku industri, penggabungan ini menandai konsolidasi dua pemain utama layanan on-demand delivery di bawah satu atap, dengan dampak yang akan terasa pada cara grocer membangun kanal online dan layanan fulfillment mereka.





Komentar
Belum ada komentar.