Dampak Bekerja dari Rumah, Trafik Internet Naik 10%

Telset.id, Jakarta – Kegiatan belajar dan bekerja dari rumah yang dilakukan masyarakat berdampak pada trafik data internet. Rata-rata terjadi kenaikan trafik data internet sebesar 10% dan berpusat di pemukiman.

Dirjen Penyelenggaraan Pos & Informatika (PPI) Kominfo, Ahmad M Ramli menerima laporan dari sejumlah operator seluler. Hasilnya terjadi lonjakan trafik di kawasan pemukiman dan terjadi penurunan trafik di kawasan perkantoran dan pusat kota.

“Berdasarkan laporan dari operator seluler, lonjakan trafik di area pemukiman rata-rata sebesar 10% dari kondisi normal,” kata Ramli kepada Tim Telset.id pada Rabu (18/03/2020).

{Baca juga: Pasien Corona Meningkat, Warganet: Lockdown Indonesia, Pak Jokowi!}

Operator seluler pun telah memiliki strategi jika lonjakan terus naik. Mereka berencana untuk menambah kapasitas di masing-masing BTS dan akan mengerahkan Mobile BTS untuk melayani daerah-daerah yang sudah over capacity.

Ditjen PPI Kominfo sendiri juga terus melakukan kualitas layanan atau Quality of Service di wilayah-wilayah pemukiman sekitar Jabodetabek. Saat ini kualitas layanan masih tergolong baik walaupun mereka masih terus melakukan pengawasan.

“Tim Ditjen PPI akan selalu berkoordinasi dengan pihak operator apabila ditemukan layanan telekomunikasi yang kurang baik di tempat-tempat tertentu untuk segera dilakukan optimalisai,” tambah Ramli.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengimbau masyarakat untuk belajar, ibadah dan bekerja dari rumah. Tujuannya, untuk mencegah meluasnya penyebaran wabah virus Corona di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

“Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujar Jokowi saat acara konferensi pers yang digelar Minggu (15/03/2020).

Presiden Jokowi mengatakan, kerja dan melakukan aktivitas lainya di rumah bisa segera diterapkan untuk mengatasi penyebaran virus Corona yang juga dikenal sebagai Covid-19 di Indonesia.

{Baca juga: Jokowi Imbau Masyarakat Kerja, Belajar, dan Ibadah dari Rumah}

“Kita ingin ini jadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah Covid-19 ini bisa teratasi dengan maksimal,” sambung Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi wabah virus ini.

“Kepada seluruh rakyat Indonesia saya minta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif, dengan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran virus Corona bisa kita hambat dan kita stop,” ujar Jokowi.

{Baca Juga: Mau Pantau Penyebaran Virus Corona? Cek di Website Ini!}

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pemerintah terus berkomunikasi secara intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengatasi penyebaran virus Corona di Indonesia. [NM/HBS]

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -