Bakteri Ternyata Melakukan Perjalanan dari Mars ke Bumi

Telset.id, Jakarta  – Studi baru mencatat bahwa sejenis bakteri dapat bertahan hidup di antariksa di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Hal itu membuka kemungkinan bahwa kehidupan dapat berpindah dari Planet Mars.

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Microbiology tersebut mencatat bahwa bakteri Deinococcus kering mampu bertahan selama tiga tahun di luar ISS di pelat aluminium di luar laboratorium ruang angkasa.

{Baca juga: Manusia Harus Mengubah DNA untuk Bisa Tinggal di Mars}

Menurut laporan New York Post, seperti dikutip Telset.id, Selasa (1/9/2020), hal itu memberikan kepercayaan kepada gagasan “panspermia,” hipotesis bahwa kehidupan di Bumi berasal dari mikroorganisme di luar angkasa.

“Asal usul kehidupan di Bumi adalah misteri terbesar bagi umat manusia. Ilmuwan dapat memiliki sudut pandang yang sangat berbeda tentang masalah ini,” kata rekan penulis studi Dr Akihiko Yamagishi dalam pernyataan.

Beberapa orang berpikir kehidupan sangat langka dan hanya terjadi sekali di alam semesta. Yang lain berpikir kehidupan dapat terjadi di setiap planet. Jika panspermia memungkinkan, kehidupan pasti lebih sering dari dugaan kita.

Bakteri Deinococcus di permukaan lempengan mati, tetapi menciptakan lapisan pelindung bagi bakteri di bawahnya untuk memastikan kelangsungan hidup koloni. Deinococcus kadang-kadang dikenal sebagai “Conan the Bacterium”.

{Baca juga: Ilmuwan NASA Temukan Markas Alien di Planet Mars}

Menggunakan data kelangsungan hidup antara satu dan tiga tahun, Yamagashi dan para peneliti lain menemukan fakta bahwa bakteri berukuran 0,5 milimeter dan lebih tebal akan hidup antara 15 tahun sampai  45 tahun di ISS.

Kehidupan di Planet Mars masih menjadi misteri yang terus diteliti oleh para ilmuwan. Seperti misalnya belum lama ini para peneliti mengatakan bahwa bebatuan di Mars mengandung virus berbahaya.

Itu sebabnya, para peneliti mengatakan, ketika nanti para astronot atau orang yang kembali dari kunjungan yang direncanakan ke Planet Mars pada 2030-an, mereka wajib dikarantina.

Sebab, menurut mereka sampel batuan Mars cukup berbahaya dan mengandung virus berbahaya yang bisa mengancam Bumi.

{Baca juga: Waduh! Batuan Planet Mars Sebarkan Virus Berbahaya ke Bumi}

Bahkan, para peneliti berani menyatakan bahwa sampel bebatuan dari Mars bisa sama berbahayanya dengan virus Ebola bagi manusia.

Mereka mengatakan, roket yang kembali dari Mars harus menjalani pembersihan kimia yang melibatkan panas dengan titik didih hebat. Jika tidak, virus asing dari Mars bakal membahayakan warga di Bumi.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0