Waduh! Batuan Planet Mars Sebarkan Virus Berbahaya ke Bumi

Batuan Mars

Telset.id, Jakarta – Para peneliti mengatakan, ketika kembali dari kunjungan yang direncanakan ke Mars pada 2030-an, para astronot wajib dikarantina. Sebab, sampel batuan Mars cukup berbahaya dan mengandung virus berbahaya yang mengancam Bumi.

Bahkan, seperti dikutip Telset.id dari New York Post, Minggu (10/05/2020), para peneliti berani menyatakan bahwa sampel bebatuan dari Mars bisa sama berbahayanya dengan virus Ebola bagi manusia.

Para peneliti menambahkan, roket yang kembali dari Mars harus menjalani pembersihan kimia yang melibatkan panas dengan titik didih hebat. Jika tidak, virus asing dari Mars bakal membahayakan warga di Bumi.

{Baca juga: Tianwen-1, Nama Misi Eksplorasi China ke Mars}

Profesor aeronautika dan astronotika Stanford, Scott Hubbard, mengatakan bahwa perlindungan planet untuk Bumi harus menjadi yang terpenting ketika menyambut kembali siapa pun atau apa pun dari Mars.

“Menurut pendapat saya dan komunitas sains, kemungkinan sampel batuan dari Mars yang berusia jutaan tahun akan mengandung bentuk kehidupan aktif yang dapat menginfeksi Bumi,” terang Hubbard.

Ia melanjutkan, Orang-orang yang sudah menjelajah Mars dan dikembalikan oleh NASA ke Bumi wajib dikarantina dan diperlakukan seolah-olah adalah virus Ebola. Karantina berakhir sampai kondisi terbukti aman.

Sampel yang kembali dari misi musim panas Mars 2020 dan tak berawak yang melibatkan Perseverance Rover NASA akan dipanggang dalam suhu tinggi, sebelum para ilmuwan dapat mempelajarinya.

Masih soal Mars, sebelumnya para ilmuwan telah menemukan molekul organik berumur empat miliar tahun yang mengandung nitrogen dalam meteorit Mars. Temuan itu memberikan fakta bahwa sebelumnya permukaan planet Mars bukan warna merah, melainkan biru.

{Baca juga: Fakta Baru! Permukaan Planet Mars Pernah Berwarna Biru}

Meteorit bernama ALH 84001 tersebut dikeluarkan dari permukaan planet merah 15 juta tahun lalu dan ditemukan oleh ilmuwan di Antartika pada 1984.

Informasi menyebut, penemuan dilakukan oleh tim yang terdiri atas para ahli dari Earth-Life Science Institute di Tokyo Institute of Technology dan Institut Space and Astronautical Science di Japan Aerospace Exploration Agency.

“Mineral karbonat biasanya mengendap dari air tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa permukaan Mars awalnya basah, kaya organik, dan warna biru, yang bisa dihuni dan menguntungkan bagi kehidupan,” terang para ilmuwan. (SN/MF)

SOURCENew York Post
Previous articleBantu Industri, Kominfo Berikan Insentif BHP Telekomunikasi
Next articleBerkat Bantuan Robot, Mahasiswa Ini Bisa Ikuti Wisuda

1 COMMENT

  1. I enjoy your beautiful site, you really don’t have a word, thank you very much for your good feelings towards the great users.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here