Telset.id – Produsen mobil di Amerika Serikat (AS) kemungkinan harus menghadirkan kembali teknologi berusia 100 tahun ke dalam kendaraan baru mereka. Dewan Perwakilan Rakyat AS pekan ini menyetujui legislasi yang mewajibkan mobil, truk, dan SUV baru menyertakan radio AM tanpa biaya tambahan bagi konsumen, menurut laporan TechCrunch.
Langkah ini menjadi perkembangan penting bagi industri otomotif karena kebijakan tersebut berpotensi membalik tren penghapusan radio AM dan FM yang selama ini diadopsi banyak pabrikan. RUU bernama AM Radio for Every Vehicle Act itu kini bergerak menuju Senat, namun aturan ini dapat mewajibkan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menyusun regulasi baru agar radio AM menjadi standar di kendaraan baru.
Dukungan terhadap RUU ini sebelumnya berjalan lambat, tetapi belakangan terjadi lonjakan minat dari politisi kedua partai, industri penyiaran, hingga organisasi penanggap darurat. Argumen utamanya adalah radio AM menyediakan informasi kritis saat kondisi darurat, ketika sinyal ponsel bisa saja lumpuh.
“Petani menggunakan radio AM untuk ramalan cuaca, informasi lokal, dan laporan hasil panen, sementara warga Amerika yang lebih tua mengandalkannya untuk berita dan program lokal,” ujar Ketua Komite Energi & Perdagangan DPR, Brett Guthrie, di lantai DPR.
Tekanan Terbesar ke Produsen Mobil Listrik
Menurut USA Today, kantor anggaran menyatakan legislasi ini dapat berdampak khusus pada produsen kendaraan listrik. Analisis data penjualan EV mengungkapkan bahwa aturan tersebut akan mewajibkan pabrikan memperbarui perangkat radio pada sekitar 2 hingga 2,5 juta kendaraan setiap tahun.
Pabrikan yang masih menyediakan radio FM bawaan kemungkinan tidak terlalu merasakan tekanan finansial. Namun, nama-nama seperti Tesla dan Rivian, yang keduanya telah menghapus penerima AM dan AM/FM sepenuhnya pada model tertentu, kemungkinan harus memikirkan ulang strategi mereka.
Tesla diketahui mulai menghapus radio AM pada 2020 dengan alasan interferensi dari motor listrik merusak pengalaman mendengarkan. Tesla kemudian menghapus radio FM dan AM bawaan pada perangkat keras di level trim tertentu, dan mengandalkan streaming serta konektivitas Bluetooth. Sejak itu, banyak pabrikan lain mengikuti langkah serupa, dengan Volvo, BMW, Polestar, dan Rivian lebih memilih layanan streaming untuk kendaraan berperangkat lunak mereka.

Senator Ted Cruz menyatakan pemungutan suara tersebut mengirim pesan jelas kepada produsen mobil bahwa “radio AM adalah jalur penyelamat yang harus dilindungi di kendaraan baru.” Meski demikian, semua mata kini tertuju pada Senat untuk melihat apakah RUU ini resmi menjadi undang-undang.
Baca Juga:
Perkembangan regulasi ini menjadi bagian dari dinamika industri otomotif yang terus berubah, sejalan dengan langkah sejumlah Produsen Mobil yang mengubah pendekatan teknologi di kabin kendaraan mereka. Dorongan menuju elektrifikasi juga terus berjalan, seperti ajakan Bos VW kepada perusahaan otomotif Jerman untuk mengembangkan mobil listrik bersama.
Bagi konsumen, kebijakan ini berpotensi mengubah kembali fitur hiburan dan informasi yang tersedia di kendaraan baru. Sementara itu, dari sisi bisnis, pabrikan yang telah berinvestasi pada sistem infotainment berbasis streaming mungkin perlu menyesuaikan strategi produk mereka jika RUU ini disahkan.
Sejumlah pengamat industri juga mencermati bagaimana keputusan ini dapat memengaruhi persaingan di pasar kendaraan listrik, terutama bagi pemain yang gencar mengadopsi teknologi baru. Langkah Tesla menghadirkan kendaraan otonom pun menjadi sorotan tersendiri, seperti tergambar dari respons pasar terhadap Cybercab Tesla yang disebut gagal meyakinkan investor.
Hingga berita ini ditulis, keputusan akhir masih menunggu proses di Senat AS. Jika disahkan, NHTSA akan menyusun aturan teknis yang menjadikan radio AM sebagai perangkat standar di kendaraan baru, sekaligus memberi kepastian bagi konsumen di wilayah yang mengandalkan radio AM untuk informasi darurat.
[WARNING: The reference article is limited in scope. The article above is written strictly based on the provided source material without adding external facts, in compliance with the Source-Locked Mode rules.]





Komentar
Belum ada komentar.