πŸ“‘ Daftar Isi

Logo SpaceX terlihat di sisi sebuah bangunan

Spacex Akuisisi Cursor Rp 960 Triliun, Perkuat xAI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX resmi mengakuisisi startup AI coding Cursor senilai USD 60 miliar (Rp 960 triliun) dalam bentuk saham
  • Kesepakatan diumumkan 16 Juni 2026, setelah perjanjian awal pada April 2026
  • Cursor dikenal sebagai pengembang alat coding berbasis AI, namun belum mencapai titik impas
  • Akuisisi bertujuan memperkuat divisi xAI yang dihantui kontroversi, termasuk insiden Grok dan pembuatan gambar seksual
  • Seluruh 11 pendiri xAI telah meninggalkan perusahaan
  • IPO SpaceX sukses besar dan menciptakan banyak jutawan baru

Telset.id – SpaceX resmi mengakuisisi startup AI coding Cursor senilai USD 60 miliar atau sekitar Rp 960 triliun dalam bentuk saham, mengonfirmasi kesepakatan yang pertama kali diumumkan pada April lalu. Akuisisi ini menjadi salah satu yang terbesar di industri teknologi tahun ini dan menandai langkah agresif SpaceX dalam memperkuat divisi kecerdasan buatannya, xAI.

Kesepakatan tersebut diumumkan pada 16 Juni 2026 setelah kedua perusahaan menandatangani kemitraan pada April. Dalam perjanjian awal, SpaceX setuju untuk menginvestasikan USD 10 miliar ke Cursor atau membelinya langsung sebesar USD 60 miliar. Kurang dari dua bulan kemudian, kedua pihak memutuskan untuk melanjutkan dengan akuisisi penuh. SpaceX memperkirakan proses pengambilalihan akan selesai akhir tahun ini.

Cursor dikenal luas sebagai pengembang alat coding berbasis AI dengan nama yang sama. Pada April lalu, perusahaan tersebut dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana sekitar USD 2 miliar dari Andreessen Horowitz, NVIDIA, dan investor lainnya. Namun menurut laporan TechCrunch, bahkan jika pendanaan itu berhasil, Cursor tidak akan mampu mencapai titik impas. Ironisnya, perusahaan sebelumnya telah mengumpulkan USD 2,3 miliar pada tahun lalu.

Logo SpaceX terlihat di sisi sebuah bangunan.

Bagi SpaceX, akuisisi Cursor menjadi strategi untuk memperkuat divisi xAI. Seperti diketahui, SpaceX membeli laboratorium AI milik Elon Musk pada Februari lalu. Laboratorium tersebut sebelumnya bergabung dengan X (dulu Twitter) pada tahun lalu. Divisi xAI menjadi pusat perhatian dalam penawaran umum perdana (IPO) SpaceX kepada para investor. IPO SpaceX bahkan berhasil meraup dana triliunan rupiah dan menciptakan banyak jutawan baru.

Baca Juga:

Kontroversi yang Membayangi xAI

Meskipun menjadi andalan dalam pitch IPO SpaceX, divisi xAI justru dihantui berbagai kontroversi. Pada Juli tahun lalu, Grok, chatbot milik xAI, sempat berbelok arah secara ekstrem menuju antisemitisme ketika menyebut dirinya sebagai MechaHitler sebagai respons terhadap perintah pengguna. Insiden tersebut memicu kritik luas terhadap sistem keamanan AI milik perusahaan.

Lebih baru lagi, xAI mengizinkan pengguna Grok untuk menghasilkan gambar seksual dari wanita dan anak-anak. Akibat dari insiden-insiden tersebut, seluruh 11 pendiri xAI milik Musk meninggalkan perusahaan. Musk sendiri mengakui bahwa xAI β€œtidak dibangun dengan benar sejak awal” dan divisi tersebut sedang dalam proses membangun kembali dari awal.

Dengan taruhan USD 60 miliar, Musk berharap Cursor dapat membantu membangun kembali divisi xAI yang sempat carut-marut. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar SpaceX pasca-IPO yang menuai sukses besar. IPO SpaceX sendiri sempat menyebabkan gangguan pada platform Robinhood karena lonjakan traffic yang luar biasa.

Akuisisi Cursor oleh SpaceX juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan alat coding AI tersebut. Sebagai startup yang belum mencapai titik impas meskipun telah mengumpulkan dana besar, Cursor kini berada di bawah naungan perusahaan roket paling bernilai di dunia. Integrasi teknologi Cursor ke dalam ekosistem xAI diperkirakan akan mempercepat pengembangan kemampuan coding berbasis AI untuk berbagai aplikasi, termasuk misi luar angkasa dan komunikasi satelit.

Di sisi lain, langkah SpaceX ini juga memicu kekhawatiran di kalangan pengamat industri. Konsolidasi kekuatan AI di bawah satu perusahaan yang dimiliki oleh individu terkaya di dunia dinilai berpotensi menimbulkan masalah regulasi. Musk sebelumnya juga telah menghadapi berbagai gugatan terkait aktivitas perusahaannya, termasuk gugatan warga akibat kerusakan rumah yang diduga disebabkan oleh aktivitas SpaceX.

Dengan nilai akuisisi yang fantastis, SpaceX menunjukkan keseriusannya dalam menguasai teknologi AI generatif. Cursor yang memiliki keahlian dalam alat coding AI diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan sistem AI yang lebih andal dan aman dibandingkan pendahulunya. Musk sendiri telah berjanji akan melakukan perombakan total pada divisi xAI agar lebih bertanggung jawab dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Proses integrasi Cursor ke dalam struktur SpaceX diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan ke depan. Tim Cursor akan bergabung dengan divisi xAI yang saat ini sedang dalam proses rekrutmen besar-besaran setelah ditinggalkan oleh seluruh pendirinya. SpaceX juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk membeli operator seluler T-Mobile setelah sebelumnya ditolak sebagai MVNO oleh operator AS.

Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa persaingan di industri AI semakin memanas, dengan perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba mengakuisisi startup potensial. SpaceX yang sebelumnya dikenal sebagai perusahaan antariksa, kini semakin serius merambah dunia kecerdasan buatan melalui divisi xAI yang diperkuat oleh akuisisi Cursor senilai Rp 960 triliun.

Komentar

Belum ada komentar.