📑 Daftar Isi

Kacamata pintar Meta dengan lampu LED indikator perekaman menyala di bagian depan

Meta Tutup Celah Rekaman Saat Lampu LED Kacamata Tertutup

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta merilis pembaruan perangkat lunak untuk menutup celah perekaman dengan menutup lampu LED
  • Kamera akan berhenti bekerja jika lampu LED tertutup selama perekaman berlangsung
  • Pembaruan kedua dalam kurang dari dua bulan untuk mengatasi masalah privasi
  • Meta memulai kampanye edukasi dengan papan iklan di Los Angeles
  • Paten "kill switch" diajukan untuk mematikan sensor pada perangkat
  • Meta berencana merilis fitur privasi tambahan di masa mendatang

Telset.id – Meta kembali merilis pembaruan perangkat lunak untuk kacamata pintarnya guna mencegah perekaman diam-diam. Pembaruan ini menutup celah yang memungkinkan pengguna menutup lampu LED indikator saat proses perekaman sedang berlangsung. Langkah ini merupakan pembaruan kedua dalam waktu kurang dari dua bulan yang ditujukan untuk mengatasi masalah privasi.

Alex Himel, VP of AR Meta, mengumumkan perubahan ini melalui unggahan di Threads. Sebelumnya, kamera tidak akan mulai merekam jika LED terhalang. Namun, sebagian orang mencoba memulai rekaman terlebih dahulu lalu menutup lampu tersebut. Dengan pembaruan ini, kamera akan berhenti bekerja jika lampu tertutup selama perekaman berlangsung.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap produk kacamata pintar Meta. Perangkat yang dirancang hampir tidak bisa dibedakan dari kacamata Ray-Ban biasa ini kerap disalahgunakan oleh sejumlah pihak untuk merekam orang lain tanpa izin. Perilaku tersebut memunculkan julukan negatif “pervert glasses” di kalangan publik, dan sebagian pemilik kini enggan memakai perangkat ini di tempat umum karena takut dicap negatif.

Meta sebenarnya sudah mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan menonaktifkan kamera pada kacamata jika mendeteksi kerusakan fisik pada lampu perekam. Instagram juga telah memblokir akun sebagian orang yang membuat konten perekaman diam-diam tersebut. Namun, perusahaan belum berhasil menghentikan semua taktik yang digunakan untuk merekam secara sembunyi-sembunyi.

Kampanye Edukasi dan Fitur Keamanan Baru

Selain pembaruan perangkat lunak, Meta juga memulai kampanye edukasi dan kesadaran untuk menjelaskan cara kerja LED pada kacamata tersebut. Perusahaan telah memasang papan iklan di Los Angeles sebagai bagian dari kampanye ini. Papan iklan tersebut menampilkan pesan bahwa Meta Glasses “dirancang untuk semua orang” dan “bukan hanya untuk orang yang memakainya”. Lampu perekam terlihat menyala dalam foto yang menyertainya, lengkap dengan URL yang mengarah ke bagian khusus privasi di situs web produk.

Meta berencana menampilkan iklan dan video serupa di kota-kota lain yang memiliki tingkat penjualan kacamata tinggi. Himel juga mengisyaratkan bahwa perusahaan masih mengerjakan fitur privasi tambahan untuk kacamata ini. “Kami akan terus merilis pembaruan seperti ini untuk memastikan LED penangkap dapat andal memberi tahu orang-orang di sekitar saat foto atau video diambil,” tulisnya. “Hanya sebagian kecil orang yang mencoba menghindari perlindungan ini, dan fakta bahwa mereka harus melakukan upaya sejauh ini menunjukkan upaya kami berhasil.”

Di sisi lain, Meta juga mengajukan paten pada 6 Februari yang baru disetujui pekan lalu. Paten tersebut menguraikan “sistem privasi sensor yang diamankan perangkat keras” dan sakelar “bisukan atau kunci” yang dapat mematikan “satu atau lebih sensor” pada produk konsumen. Paten ini diduga menjadi dasar pengembangan “kill switch” untuk mengendalikan pengguna kacamata Meta yang bermasalah. Meski paten tersebut tidak menyebutkan produk spesifik selain “perangkat realitas tertambah”, beberapa gambar dalam paten sangat mirip dengan produk kacamata yang sudah beredar.

Paten ini diajukan tiga minggu sebelum media Swedia, Svenska Dagbladet dan Göteborgs-Posten, menerbitkan investigasi bersama tentang kontraktor Meta di Nairobi, Kenya, yang diminta meninjau data intim yang direkam oleh kacamata tersebut. Pemberitaan itu mendapat perhatian luas dan memicu kembali perdebatan tentang privasi perangkat ini.

Meskipun Meta terus menambahkan lapisan perlindungan, celah keamanan masih mudah ditemukan. Kacamata pintar ini memiliki LED kecil di bagian depan untuk menunjukkan status perekaman. Namun, laporan menyebutkan stiker sederhana pun dapat membuat LED tersebut tidak berfungsi. Sementara itu, pasar aksesori murah yang dapat menghindari deteksi lampu perekam juga masih berkembang pesat.

Pembaruan terbaru ini menunjukkan keseriusan Meta dalam menangani masalah privasi yang membayangi produk kacamata pintarnya. Dengan menutup celah penutupan LED saat rekaman berlangsung, perusahaan berharap dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap perangkat yang seharusnya digunakan untuk menangkap momen secara terbuka dan bertanggung jawab.

Meta menyadari bahwa reputasi produk ini telah tercoreng oleh perilaku segelintir pengguna yang menyalahgunakannya. Berbagai langkah yang diambil, mulai dari pembaruan perangkat lunak, kampanye edukasi, hingga paten untuk fitur keamanan baru, menunjukkan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan fungsionalitas perangkat dengan perlindungan privasi bagi orang-orang di sekitar pengguna.

Bagi pengguna kacamata Meta di Indonesia, pembaruan ini akan hadir secara bertahap melalui pembaruan perangkat lunak. Meski belum ada jadwal resmi ketersediaan di pasar Tanah Air, langkah Meta ini menjadi sinyal bahwa perusahaan serius menangani keluhan privasi yang selama ini membayangi produk kacamata pintarnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.