📑 Daftar Isi

Tampilan antarmuka AI Assisted Editor di Adobe Photoshop yang menampilkan toolbar AI terpusat dengan berbagai fitur pengeditan berbasis kecerdasan buatan.

Adobe Luncurkan Mode AI Assisted Editor di Photoshop Beta

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Adobe meluncurkan mode AI Assisted Editor di Photoshop versi beta
  • Mode ini menyatukan semua fitur AI dalam satu toolbar terpusat
  • Fitur markup memungkinkan pengguna menggambar langsung di gambar untuk instruksi editing
  • Instruct Edit with Masks diperbarui dengan model Firefly Image 5
  • Firefly Image 5 memahami konteks keseluruhan gambar tanpa masking manual
  • Pengguna dapat mendeskripsikan perubahan seperti membuka mata tertutup atau menempatkan topi
  • Fitur masih dalam tahap beta dan akan disempurnakan berdasarkan umpan balik pengguna

Telset.id – Adobe mulai meluncurkan pembaruan besar berbasis AI untuk Photoshop melalui mode antarmuka baru yang disebut AI Assisted Editor. Mode yang masih berstatus beta ini menghadirkan toolbar khusus yang menampilkan seluruh fitur AI Photoshop dalam satu tempat, termasuk editor gambar berbasis prompt, penghapus latar belakang, dan AI image extender.

Pembaruan ini menandai perubahan signifikan dalam cara pengguna berinteraksi dengan Photoshop. Alih-alih tersebar di berbagai menu, semua alat bertenaga AI kini dikonsolidasikan dalam satu tampilan yang lebih terfokus. Langkah ini juga mempertegas komitmen Adobe untuk menjadikan AI sebagai inti dari alur kerja pengeditan gambar profesional.

Pengguna yang mengikuti program beta Photoshop akan menjadi pihak pertama yang merasakan pengalaman baru ini. Mode AI Assisted Editor dirancang untuk mempercepat proses editing dengan mengurangi jumlah langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks.

Fitur Markup dan Pemahaman Konteks Gambar

Salah satu inovasi utama dalam pembaruan ini adalah fitur markup yang memungkinkan pengguna menggambar langsung di atas gambar untuk menunjukkan perubahan yang diinginkan. Pengguna dapat memilih area untuk diwarnai ulang, membuat sketsa panah untuk menunjukkan posisi, atau menggoreskan bentuk kasar untuk menyarankan elemen baru tanpa perlu menulis perintah teks.

Fitur ini menjembatani kesenjangan antara intuisi visual dan instruksi tekstual. Bagi desainer yang lebih nyaman bekerja secara visual, markup memberikan cara yang lebih alami untuk berkomunikasi dengan asisten AI Photoshop. Adobe menyatakan pendekatan ini memungkinkan kontrol yang lebih presisi dibandingkan hanya mengandalkan prompt teks.

Selain itu, Adobe juga memperbarui fitur Instruct Edit with Masks yang kini didukung oleh model Firefly Image 5. Model terbaru ini diklaim mampu memahami keseluruhan konteks sebuah gambar, sehingga pengguna tidak perlu lagi menandai secara manual setiap area yang ingin diedit.

Dengan pemahaman konteks yang lebih baik, pengguna cukup mendeskripsikan perubahan yang diinginkan, seperti membuka mata yang tertutup atau menempatkan topi di kepala seseorang, dan AI akan mengeksekusinya secara otomatis. Ini merupakan peningkatan signifikan dari versi sebelumnya yang membutuhkan masking manual yang lebih detail.

Kombinasi antara mode AI Assisted Editor dan peningkatan Instruct Edit with Masks menunjukkan arah pengembangan Adobe yang semakin agresif di bidang AI generatif. Perusahaan terus memperluas ekosistem AI-nya, tidak hanya di Photoshop tetapi juga di berbagai produk lain. Sebelumnya, Adobe juga telah memperkenalkan fitur AI untuk audio yang mampu menghasilkan musik, narasi, dan efek suara.

Pembaruan ini juga relevan dengan tren integrasi AI di berbagai platform. Adobe telah menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan kecerdasan buatan di berbagai lini produk, termasuk melalui plugin di ChatGPT yang dirancang untuk membantu kreator konten.

Bagi para profesional kreatif, kehadiran mode AI Assisted Editor berpotensi mengubah alur kerja harian mereka. Tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam, seperti menghapus objek dari foto atau mengubah warna elemen tertentu, kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit dengan bantuan AI.

Namun, perlu dicatat bahwa fitur ini masih dalam tahap beta. Adobe kemungkinan akan terus menyempurnakan antarmuka dan fungsionalitasnya berdasarkan umpan balik dari pengguna sebelum dirilis secara luas ke publik.

Pendekatan Adobe yang menggabungkan berbagai metode input—baik teks, markup visual, maupun pemahaman konteks otomatis—menunjukkan bahwa perusahaan berupaya mengakomodasi berbagai gaya kerja pengguna. Tidak semua orang nyaman menulis prompt tekstual yang panjang, dan tidak semua orang ingin menggambar manual di atas gambar.

Dengan menyediakan multiple pathway untuk berinteraksi dengan AI, Adobe berharap dapat memperluas basis pengguna Photoshop sekaligus meningkatkan produktivitas pengguna yang sudah ada. Ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk terus berinovasi di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar perangkat lunak kreatif.

Kehadiran fitur markup juga membuka kemungkinan baru untuk kolaborasi. Desainer dapat dengan mudah mengkomunikasikan revisi kepada rekan kerja atau klien dengan menggambar langsung di atas gambar, dan AI akan menerjemahkan instruksi visual tersebut menjadi hasil edit yang konkret.

Adobe juga terus mengembangkan kemampuan AI di luar desktop. Perusahaan telah menguji berbagai fitur AI untuk perangkat mobile, termasuk melalui Project Indigo yang menguji AI playground baru untuk iPhone. Hal ini menunjukkan bahwa Adobe tidak hanya fokus pada pengguna desktop profesional.

Secara keseluruhan, pembaruan Photoshop ini merupakan langkah penting dalam evolusi perangkat lunak pengeditan gambar. Dengan mengintegrasikan AI secara lebih dalam ke dalam antarmuka utama, Adobe menegaskan posisinya sebagai pemimpin dalam adopsi teknologi AI untuk kreativitas digital.

Pengguna yang ingin mencoba fitur-fitur baru ini dapat mengaksesnya melalui program beta Photoshop. Namun, mereka harus siap dengan kemungkinan adanya bug atau penyempurnaan yang masih berlangsung, mengingat statusnya yang belum stabil untuk penggunaan produksi.

Dengan terus bertambahnya fitur AI di berbagai produk Adobe, para kreator kini memiliki lebih banyak alat untuk mewujudkan visi kreatif mereka. Pertanyaannya sekarang adalah seberapa cepat Adobe akan merilis versi stabil dari mode AI Assisted Editor ini ke seluruh pengguna Photoshop di dunia.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.