Logo SK hynix dengan latar belakang gedung pabrik semikonduktor di Amerika Serikat

SK hynix Jajaki Produksi Chip Memori di Pabrik Intel Ohio

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SK hynix menjajaki produksi chip memori di AS melalui kerja sama dengan Intel
  • Opsi mencakup sewa ruang di Intel Ohio One dan joint venture dengan hyperscaler AI
  • Langkah ini berpotensi meredakan kelangkaan memori global
  • SK hynix baru saja membangun pabrik pengemasan HBM di Indiana
  • Kedua perusahaan belum mengonfirmasi rumor ini secara resmi

Telset.id – SK hynix tengah menjajaki rencana memulai produksi chip memori di Amerika Serikat melalui kerja sama dengan Intel. Langkah ini berpotensi meredakan krisis pasokan memori global yang kian menekan industri AI, sekaligus menempatkan SK hynix di tengah tarik-menarik kepentingan antara Washington dan Seoul.

Kabar ini pertama kali dilaporkan Reuters. Menurut laporan tersebut, SK hynix sedang mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk menyewa ruang di situs Intel Ohio One yang masih dalam tahap konstruksi serta membentuk joint venture bersama Intel dan sejumlah hyperscaler AI yang membutuhkan HBM. Rencana ini muncul saat permintaan memori dan penyimpanan dari pusat data AI terus melonjak. Situasi ini pula yang membuat Krisis RAM 2027 semakin sulit dihindari.

Langkah ekspansi ke Amerika Serikat ini disebut dapat membantu meredakan kelangkaan memori yang sedang terjadi. Rencana tersebut juga melengkapi ekspansi SK hynix di Indiana, tempat perusahaan baru saja memulai pembangunan pabrik pengemasan HBM. Pembangunan itu dilakukan beberapa pekan setelah SK hynix mencatatkan saham di Nasdaq dengan nilai 26,5 miliar dolar AS.

an SK hynix factory

Belum jelas apakah pembicaraan ini merupakan bagian dari hasil kunjungan Presiden Korea Selatan ke Silicon Valley. Kunjungan tersebut bertujuan mempercepat negosiasi antara perusahaan teknologi terkemuka Korea Selatan dan mitra mereka di Amerika Serikat. Namun, Ketua SK Group Chey Tae-won kepada wartawan pada Juli mengatakan, “Saya pikir kita perlu membangun pabrik di Amerika Serikat. Jika memungkinkan, saya yakin kita harus membangunnya.”

Meski demikian, muncul kekhawatiran bahwa Seoul dapat menolak investasi semacam itu. Pemerintah Korea Selatan baru saja mengumumkan rencana investasi senilai 520 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas produksi chip di dalam negeri dan menjaga daya saing negara tersebut dalam persaingan AI. Pada saat yang sama, Korea Selatan juga sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan komitmen investasi senilai 350 miliar dolar AS ke Washington guna mengurangi tarif atas barang-barang Korea Selatan. Sebanyak 200 miliar dolar AS dari nilai tersebut masih belum ditentukan akan dialokasikan ke proyek apa.

Sementara itu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat mengancam akan memberlakukan tarif tambahan terhadap perusahaan teknologi Korea Selatan dan Taiwan jika mereka gagal berinvestasi di sektor manufaktur Amerika Serikat. Kondisi ini berpotensi menempatkan SK hynix pada posisi sulit, terutama karena harus menyeimbangkan tuntutan dari White House dan Blue House.

Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan mengenai rumor tersebut. SK hynix kepada Reuters menyatakan bahwa pihaknya “sedang meninjau berbagai langkah, termasuk mendirikan basis produksi tambahan, untuk memperkuat daya saing bisnis memorinya,” namun “belum ada hal yang diputuskan pada tahap ini.”

Di sisi lain, Intel menyebut kabar ini sebagai spekulasi dan menolak berkomentar lebih lanjut. Intel hanya menyatakan bahwa pihaknya terus berinvestasi dalam proyek Ohio, yang diperkirakan mulai beroperasi antara tahun 2030 dan 2031.

SK Group chair Chey Tae-won at SK hynix's debut on Nasdaq

Rencana SK hynix ini menjadi bagian dari dinamika industri memori yang tengah bergejolak. Sebelumnya, perusahaan juga disebut tengah menyiapkan langkah strategis lain di lini produk HBM. Informasi soal Hybrid Bonding HBM5 yang ditunda menunjukkan bahwa perusahaan tengah mengatur prioritas teknologinya di tengah tekanan pasar.

Selain urusan produksi dan teknologi, SK hynix juga tengah menyelesaikan persoalan internal. Perusahaan baru saja menyepakati Kenaikan Gaji Karyawan sebesar 6,3 persen beserta skema bonus baru. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah ekspansi besar-besaran yang sedang direncanakan.

Keputusan SK hynix untuk menjajaki produksi di Amerika Serikat akan menjadi ujian bagi keseimbangan diplomasi ekonomi Korea Selatan. Di satu sisi, perusahaan dituntut memenuhi permintaan pasar AI yang melonjak. Di sisi lain, tekanan kebijakan dari dua negara menuntut kehati-hatian dalam menentukan lokasi investasi.

Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai bentuk kerja sama dengan Intel maupun lokasi produksi yang akan dipilih. Yang jelas, negosiasi ini akan menentukan arah pasokan memori global dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.