📑 Daftar Isi

Ilustrasi kelangkaan memori yang memukul produsen ponsel dan laptop skala kecil

Kelangkaan Memori Pukul Produsen Ponsel dan Laptop Kecil

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kelangkaan memori pukul produsen ponsel dan laptop kecil
  • Ketersediaan chip lebih jadi masalah dibanding harga
  • Memori capai hampir 60% bill of materials ponsel $400
  • Pengiriman smartphone global diproyeksi turun 13,9% jadi 1,08 miliar unit
  • Jolla dan Framework pakai strategi modular dan pesanan dini
  • SK Hynix sebut 2027 tahun terburuk, krisis hingga 2030

Telset.id – Kelangkaan memori yang berkepanjangan kini memukul produsen ponsel dan laptop skala kecil. Lebih dari sekadar lonjakan harga, ketersediaan chip menjadi persoalan utama karena produsen kesulitan mengamankan pasokan dalam jumlah cukup. Kondisi ini memaksa sejumlah vendor mengubah desain produk, memesan berbulan-bulan lebih awal, bahkan menguji setiap batch chip yang datang untuk memastikan bukan barang palsu.

Laporan Reuters yang dikutip Tom’s Hardware menyebut bahwa ketersediaan kini menjadi masalah yang lebih besar ketimbang harga. Produsen perangkat harus berjuang mendapatkan chip yang mereka butuhkan sejak awal. Bagi produsen kecil, membayar lebih mahal untuk memori tidak selalu cukup untuk menyelesaikan persoalan.

Dampaknya paling terasa pada segmen ponsel dan laptop berorientasi anggaran. Di segmen ini, memori mengambil porsi biaya produk yang jauh lebih besar. Raymond van Eck, CEO produsen ponsel yang bisa diperbaiki Fairphone, menyebut memori dapat menyumbang hampir 60% dari bill of materials pada ponsel seharga sekitar $400.

Angka tersebut menjadi perhatian serius karena laporan terbaru Counterpoint Research memperkirakan pengiriman smartphone global turun 13,9% tahun ini menjadi 1,08 miliar unit. Ini menjadi penurunan tahunan terbesar yang pernah tercatat.

Strategi Produsen Bertahan

Sejumlah produsen mengambil langkah berbeda untuk menghadapi kondisi ini. Produsen ponsel asal Finlandia, Jolla, merancang dua versi motherboard. Pendekatan itu memungkinkan Jolla beralih antara paket gabungan atau chip terpisah, bergantung pada apa yang tersedia di pasaran.

Jolla juga menguji sampel dari setiap batch yang diterima. Tujuannya memastikan memori baru tidak dijual sebagai perangkat rekondisi. Langkah pengujian ini menjadi penting di tengah kekhawatiran soal barang palsu atau bekas yang beredar di pasar. Untuk memastikan perangkat bekerja optimal, pengguna bisa mempelajari Cara Cek RAM yang tersedia.

Produsen laptop Framework mengambil jalur berbeda. Berkat pendekatan modularnya, pelanggan dapat memasang memori yang diselamatkan dari laptop lama atau memilih unit bekas. Cara ini memberi perusahaan dan penggunanya alternatif lain untuk menghadapi pasokan yang terbatas.

Framework Laptop 13 Pro

Framework juga menempatkan pesanan yang tidak dapat dibatalkan jauh di muka. Perusahaan melakukan itu bahkan ketika belum mengetahui harga akhir maupun volume pengiriman yang pasti.

Pada Juli, Framework hampir menggandakan harga memori untuk varian 32GB dan 64GB Framework Laptop 13 Pro. Langkah itu diambil setelah menerima pembaruan biaya dari pemasok LPCAMM2. Namun setelah mendapatkan stok baru dengan biaya lebih rendah, perusahaan mengumumkan penurunan harga untuk produk yang sama, termasuk pesanan retroaktif yang sudah dikirim.

Tekanan pada pasokan memori turut dibahas dalam konteks kebijakan perangkat. Microsoft memperluas Memory Integrity Windows 11 ke lebih banyak PC, menandakan perhatian pada aspek memori perangkat tetap tinggi.

Proyeksi Kelangkaan Memori

Pada Juli, CEO pembuat memori SK Hynix, Kwak Noh-jung, menyatakan bahwa 2027 akan menjadi tahun “terburuk” bagi kelangkaan memori yang sedang berlangsung. Ia memperkirakan krisis memori ini berlangsung hingga 2030.

Proyeksi tersebut memperkuat gambaran bahwa persoalan pasokan tidak akan selesai dalam waktu dekat. Bagi produsen kecil, tekanan berlapis muncul dari harga yang naik, ketersediaan yang sulit, dan risiko barang palsu. Strategi bertahan seperti desain modular, pemesanan dini, hingga pengujian batch menjadi respons yang muncul di lapangan.

Kelangkaan memori juga menyentuh dinamika kompetisi antarprodusen perangkat. Persaingan di segmen ponsel tipis antara Apple dan Samsung menjadi salah satu konteks yang menandai ketatnya pasar perangkat saat ini.

Bagi produsen ponsel dan laptop kecil, kelangkaan memori bukan lagi soal margin semata. Ini menyangkut kemampuan mereka merancang produk, mengamankan komponen, dan menjaga harga tetap masuk akal bagi konsumen. Selama pasokan belum pulih, strategi bertahan yang tidak lazim akan terus menjadi keharusan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.