📑 Daftar Isi

Kulkas supermarket yang menjadi target serangan siber di Belgia dan Swedia

Serangan Siber Kulkas Supermarket Kembali Terjadi di Belgia dan Swedia

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Serangan siber melumpuhkan kulkas supermarket di Belgia dan Swedia dengan menaikkan suhu hingga 50 derajat Celsius
  • Target: Ahold Delhaize (Belanda), ICA dan Coop (Swedia), serta Delhaize, Carrefour, dan Spar di Belgia
  • Modus sama dengan serangan Prancis: hacker mengaktifkan mode defrost bawaan secara remote
  • Sabcobel memperkirakan minimal 20 unit terdampak di Belgia; modifikasi fisik diperlukan untuk perlindungan
  • Serangan kedua dalam beberapa pekan, menegaskan kerentanan infrastruktur yang terhubung internet

Telset.id – Serangan siber yang menyasar kulkas supermarket kembali terjadi di Eropa. Setelah insiden serupa di Prancis beberapa pekan sebelumnya, hacker kini melumpuhkan jaringan supermarket di Belgia dan Swedia dengan membobol sistem pendingin yang terhubung internet. Serangan ini menegaskan bahwa infrastruktur dasar masyarakat sangat bergantung pada konektivitas internet dan rentan terhadap intrusi siber.

Bloomberg melaporkan bahwa target serangan adalah supermarket milik Ahold Delhaize yang berbasis di Belanda, serta gerai ICA dan Coop di Swedia. Seperti serangan sebelumnya, hacker mengubah suhu freezer secara remote hingga mencapai 50 derajat Celsius, membuat isi kulkas mencair dengan cepat dan berpotensi menghancurkan barang senilai jutaan dolar.

Belga News Agency melaporkan bahwa serangan siber yang menyasar unit pendingin di supermarket Belgia dimulai pada Minggu malam sekitar tengah malam. Sabcobel, perusahaan pemasang pendingin di wilayah tersebut, memperkirakan setidaknya dua puluh unit terdampak di seluruh Belgia. Jaringan supermarket yang terdampak mencakup Delhaize, Carrefour, dan Spar.

ICA fridge Sweden

Modus Serupa dengan Serangan di Prancis

Hacker dilaporkan mengaktifkan mode defrost bawaan freezer secara remote, menimpa pengaturan suhu dan durasi pencairan. Metode ini identik dengan serangan yang sebelumnya terjadi di Prancis. Serangan tersebut menjadi pengingat serius akan dampak serangan siber terhadap infrastruktur fisik.

CEO Sabcobel Stephan Moelans menyatakan bahwa perusahaannya telah bekerja “sangat keras” untuk melindungi kulkas dari kerentanan tersebut, namun modifikasi fisik pada unit tetap diperlukan. Menurut perusahaan, mengalihkan unit ke koneksi internet yang aman menjadi solusi paling sederhana untuk sementara waktu. Langkah ini disebut telah dilakukan oleh sebagian besar pelanggannya setelah serangan di Prancis.

Sementara itu, supermarket ICA dan Coop melaporkan gangguan serupa di Swedia. Aftonbladet melaporkan bahwa kulkas dan freezer terkena serangan “di beberapa gerai ICA dan Coop.” Foto-foto dari lokasi menunjukkan staf membuang troli belanja yang penuh dengan barang. “Kami sangat sedih dan bekerja keras untuk mengembalikan semuanya,” tulis Ica Kvantum melalui Facebook.

Supermarket fridge

Laporan pembaruan pada Senin, 2 November pukul 7 pagi ET menyebutkan bahwa supermarket di Irlandia, Estonia, dan Belanda juga terdampak serangan siber hari itu. Serangan ini merupakan insiden kedua dalam waktu beberapa pekan, setelah serangan yang disebut “belum pernah terjadi sebelumnya” melumpuhkan kulkas supermarket di Prancis dan menghancurkan stok makanan.

Kerentanan Infrastruktur yang Terhubung Internet

Serangan ini menjadi pengingat bahwa banyak fungsi dan infrastruktur dasar masyarakat sangat bergantung pada konektivitas internet, sehingga rentan terhadap serangan siber. Peningkatan intrusi siber ke dunia fisik juga tampak sejalan dengan proliferasi AI agents yang terus memengaruhi keamanan siber global.

Pada Oktober, seorang hacker yang diduga menggunakan AI agents mencuri data 25.000 pelanggan dari bank-bank di Korea Selatan. Pejabat saat itu menyatakan bahwa model AI memungkinkan pelaku untuk “meretas dengan mudah bahkan tanpa keterampilan khusus.”

AI agents

Kasus serangan terhadap kulkas supermarket ini menunjukkan bahwa perangkat rumah tangga dan infrastruktur komersial yang terhubung internet membuka permukaan serangan baru. Sebelumnya, insiden serupa juga sempat mencuat dalam pemberitaan teknologi, termasuk pintu supermarket yang mengandalkan teknologi bebas sentuh. Ketergantungan pada sistem terhubung internet tanpa pengamanan memadai menjadi titik lemah yang dapat dieksploitasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.