šŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi fasilitas data center xAI Colossus 2 milik SpaceX di Southaven, Mississippi, yang menjadi objek gugatan NAACP terkait turbin gas.

SpaceX Kalah Lagi, Gugatan NAACP soal Turbin xAI Dilanjutkan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Hakim menolak motion to dismiss SpaceX atas gugatan NAACP soal turbin gas xAI di Colossus 2, Southaven, Mississippi
  • xAI dan MZX Tech dituduh memasang 27 turbin gas tanpa izin; argumen "mobile sources" ditolak pengadilan
  • SELC sebut potensi emisi 500 ton nitrogen oksida, 400 ton partikel halus, dan 47 ton formaldehida per tahun
  • NAACP menang, Abre' Conner sebut putusan tegaskan xAI tak bisa operasikan turbin tanpa izin
  • Colossus 2 pasang 59 turbin gas alam pada Juli; rencana penggantian pembangkit berizin butuh setidaknya setahun

Telset.id – SpaceX kembali menelan kekalahan hukum setelah hakim menolak permohonan perusahaan untuk membatalkan gugatan National Association for the Advancement of Colored People (NAACP) terkait operasional turbin gas di data center Colossus 2 milik xAI di Southaven, Mississippi. Putusan pada Jumat, 30 Oktober 2026 itu membuka jalan bagi NAACP untuk melanjutkan gugatan berbasis Clean Air Act terhadap fasilitas yang menjadi tulang punggung ambisi kecerdasan buatan Elon Musk.

Penolakan tersebut menjadi pukulan kedua bagi SpaceX dalam waktu singkat. Hakim menolak argumen xAI yang menyatakan turbin gas mereka masuk kategori ā€œmobile sourcesā€ sehingga terbebas dari kewajiban izin udara. Dengan ditolaknya motion to dismiss, persidangan perkara lingkungan ini akan berlanjut dan menempatkan operasional pembangkit gas xAI di Greater Memphis dalam sorotan hukum yang lebih ketat.

Kasus ini diajukan pada April 2026 oleh NAACP dan diwakili oleh Southern Environmental Law Center (SELC) bersama Earthjustice. Gugatan menyasar pengoperasian pembangkit listrik berbahan bakar gas untuk memasok listrik ke fasilitas xAI di kawasan Greater Memphis. SpaceX diketahui memiliki dan mengoperasikan xAI, sehingga persoalan hukum ini turut menyeret perusahaan kedirgantaraan dan teknologi milik Elon Musk tersebut.

Dugaan 27 Turbin Tanpa Izin dan Emisi Berbahaya

Menurut dokumen pengadilan, NAACP menuduh xAI dan anak perusahaannya, MZX Tech, memasang 27 turbin gas di Southaven pada tahun lalu tanpa memperoleh izin yang disyaratkan. Penggugat juga menilai peralatan perusahaan telah mencemari lingkungan melalui emisi nitrogen oksida dan partikel halus yang dapat memicu bahaya gangguan pernapasan bagi warga sekitar.

SELC secara khusus menyebut pembangkit tersebut berpotensi mengeluarkan lebih dari 500 ton nitrogen oksida, 400 ton partikel halus, dan 47 ton formaldehida—bahan kimia penyebab kanker—setiap tahunnya. Angka-angka ini menjadi dasar utama gugatan yang menekankan dampak langsung terhadap komunitas di sekitar fasilitas.

a water tank in Southaven, Mississippi, with the SpaceXSI data center in the foreground

Hakim juga menolak upaya xAI mengklasifikasikan turbin sebagai peralatan mobile. Dalam pertimbangannya, pengadilan menilai perusahaan tidak memenuhi syarat pengecualian berdasarkan regulasi yang berlaku dan turbin tersebut tidak terbebas dari persyaratan izin Clean Air Act. Putusan ini menegaskan bahwa pembangkit gas yang menopang data center tetap terikat kewajiban perizinan lingkungan.

Dua minggu sebelumnya, SpaceX juga mengalami kemunduran setelah pengadilan yang sama menolak gugatan terpisah dari Department of Justice (DOJ) yang meminta agar perkara tidak dilanjutkan. DOJ sebelumnya berargumen bahwa Colossus 2 mendukung operasi keamanan nasional yang krusial, namun permintaan itu ditolak.

Abre’ Conner, Director of Environmental and Climate Justice NAACP, menyambut putusan tersebut. ā€œKeputusan ini adalah kemenangan penting lainnya dalam upaya kami untuk meminta pertanggungjawaban xAI. Pengadilan telah berulang kali menolak upaya xAI dan DOJ untuk membatalkan kasus Clean Air Act NAACP, menegaskan hak kami untuk mengejar keadilan bagi komunitas yang terdampak polusi. Posisi kami jelas: xAI tidak dapat mengoperasikan turbin gas tanpa izin yang disyaratkan. Kini setelah motion to dismiss ditolak, kami menantikan kelanjutan pembelaan posisi kami di pengadilan,ā€ ujarnya seperti dikutip dari pernyataan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, SpaceX belum memberikan komentar atas putusan tersebut. Perusahaan juga belum merinci langkah hukum berikutnya menyusul ditolaknya permohonan pembatalan gugatan.

Jejak Gugatan dan Rencana Penggantian Turbin

Colossus 2 sebelumnya dilaporkan memasang 59 turbin gas alam pada Juli, yang langsung memicu kekhawatiran warga soal emisi dan dampaknya terhadap komunitas sekitar. Fasilitas di Memphis ini direncanakan menampung sekitar 860.000 GPU Nvidia GB300 di empat gedung Colossus, meski jumlahnya bisa bertambah. Musk menyatakan, ā€œAkan ada total sekitar 1,2 juta Blackwell di Colossus 2 pada akhir tahun.ā€

an under construction data center

Rincian kapasitas Colossus 2 mencakup Macroharder dengan 220.000 GB300 dan 800-gig NIC untuk pelatihan, Minihard dengan 220.000 GB300 dalam konfigurasi pelatihan serupa, Gun Range dengan 220.000 GB300 yang ditargetkan beroperasi pada akhir November, serta Spam dengan sekitar 200.000 GB300 untuk inferensi yang menyasar Desember. Totalnya sekitar 860.000 GB300 di empat gedung tersebut.

Pada Agustus, perusahaan menyatakan akan mencabut generator turbin yang tidak berizin dan menggantinya dengan pembangkit listrik berizin yang lebih besar, namun proses itu bisa memakan waktu setidaknya satu tahun. Rencana penggantian ini menjadi konteks penting mengapa persidangan tetap berjalan meski perusahaan menyatakan niat memperbaiki perizinan.

Rangkaian persoalan hukum ini menambah daftar gugatan yang melingkupi infrastruktur bertenaga gas untuk memasok data center xAI. Pada Juni, DOJ meminta pengadilan membatalkan gugatan NAACP dengan alasan Colossus 2 mendukung operasi keamanan nasional, namun permintaan itu ditolak. Belakangan, SpaceX mulai memproduksi bilah turbin secara in-house untuk mempercepat produksi generator bagi data center xAI.

Di tengah tekanan hukum atas infrastruktur energi, lini bisnis kedirgantaraan SpaceX tetap menjadi sorotan tersendiri, termasuk perkembangan kendaraan peluncur mereka yang dibahas dalam artikel Starship SpaceX. Sementara itu, dinamika korporasi antara SpaceX dan Tesla juga sempat mencuat melalui pembahasan wacana merger yang melibatkan komite independen.

Dengan ditolaknya motion to dismiss, NAACP kini dapat melanjutkan pembuktian bahwa xAI mengoperasikan turbin gas tanpa izin yang disyaratkan. Putusan ini menegaskan bahwa klaim pengecualian sebagai ā€œmobile sourcesā€ tidak diterima pengadilan, sehingga kewajiban perizinan Clean Air Act tetap berlaku bagi pembangkit yang menopang Colossus 2. Bagi warga Southaven dan Greater Memphis, kelanjutan perkara ini menentukan sejauh mana dampak emisi nitrogen oksida, partikel halus, dan formaldehida dari fasilitas tersebut akan diuji secara hukum.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.