📑 Daftar Isi

Rolls-Royce bekerja sama dengan ŠKODA JS untuk komponen reaktor nuklir 470 MW

Rolls-Royce Gandeng ŠKODA JS Pasok Komponen Reaktor Nuklir 470 MW

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Rolls-Royce gandeng ŠKODA JS pasok komponen keselamatan reaktor nuklir 470 MW
  • ŠKODA JS rancang dan produksi Control Rod Drive Mechanisms (CRDM)
  • Nilai kontrak sekitar Kč 1 miliar atau £35 juta per pembangkit listrik
  • ŠKODA JS dibeli ČEZ pada 2022, keluar dari pemilik Rusia OMZ
  • Proyek SMR targetkan 40.000 lapangan kerja di Inggris pada 2050
  • MoU tambahan dengan Estonia dan Turki, serta tiga SMR di Swedia

Telset.id – Rolls-Royce resmi menggandeng ŠKODA JS untuk memasok komponen keselamatan kritis bagi rangkaian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berteknologi turbin miliknya. Perusahaan asal Ceko itu akan merancang dan memproduksi Control Rod Drive Mechanisms (CRDM), perangkat vital yang berfungsi mengatur output sekaligus menangani kondisi darurat pada reaktor berdaya 470 MW tersebut.

Kesepakatan ini menjadi penanda penting bagi rantai pasok industri nuklir Eropa. ŠKODA JS disebut sebagai pemasok “tier-one” di tengah persaingan keahlian perangkat nuklir yang ketat di kawasan tersebut. Nilai kontraknya diperkirakan mencapai Kč 1 miliar Czech Koruna atau sekitar £35 juta per pembangkit listrik Rolls-Royce.

Reaktor yang dikembangkan Rolls-Royce dikenal sebagai Rolls-Royce SMR (small modular reactor), yang juga disebut UK SMR. Reaktor ini mampu menghasilkan 470 MW energi, setara dengan 150 turbin angin lepas pantai, dan menawarkan alternatif rendah karbon, selalu menyala, serta nyaris tak terlihat dibandingkan konstruksi baja dan fiberglass yang mengubah lanskap.

Penunjukan ŠKODA JS sebagai pemasok CRDM menyusul penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebelumnya bersama Rolls-Royce. Dalam MoU tersebut, perusahaan Inggris itu menyusun rencana pengembangan sejumlah lokasi di Republik Ceko, yang memungkinkan pengerahan kapasitas hingga 3GW tenaga listrik.

Daniel Beneš, Chairman of the Board of Directors sekaligus CEO ČEZ, menilai peran perusahaan sebagai mitra strategis dan pemegang saham Rolls-Royce SMR menjadi kunci keberhasilan bagi perusahaan-perusahaan Ceko. “Škoda JS kini menghadapi tugas mengembangkan prototipe khusus untuk small modular reactor agar nantinya dapat memasoknya ke Rolls-Royce SMR di seluruh dunia,” ujarnya.

Concrete Shielding Columns for Nuclear Reactor

Proyek Rolls-Royce SMR diproyeksikan menciptakan 40.000 lapangan kerja di Inggris pada 2050 dan menargetkan £250 miliar ekspor. Selain itu, proyek ini telah memiliki Memorandum of Understanding tambahan dengan Estonia dan Turki, serta tengah mengirimkan tiga unit SMR ke sejumlah lokasi di pesisir barat Swedia.

Keahlian ŠKODA JS di Sektor Nuklir

ŠKODA JS memiliki rekam jejak panjang di sektor nuklir. Perusahaan ini mengandalkan pengalaman sekitar 70 tahun di bidang teknologi tenaga nuklir. Sebelumnya, perusahaan asal Ceko tersebut dibeli oleh perusahaan listrik milik negara Ceko, ČEZ, pada 2022, yang mengeluarkannya dari pemilik sebelumnya asal Rusia, OMZ.

Chris Cholerton, Rolls-Royce SMR Chief Executive, menegaskan kepercayaan perusahaan terhadap kemampuan mitranya. “ŠKODA JS telah membuktikan kemampuannya dalam menyediakan salah satu komponen terpenting di pembangkit listrik kami,” ujarnya.

“Sebagai salah satu dari sedikit bisnis di Eropa yang mampu menyediakan komponen vital ini, kami bangga telah mengamankan ŠKODA JS sebagai pemasok strategis, yang semakin menunjukkan manfaat industri dari proyek ini,” tambah Cholerton.

Rolls-Royce dipandang sebagai salah satu pembangun SMR terkemuka, sebuah perluasan dari teknologi turbinnya. Teknologi ini berakar sejak 1940-an dan selama bertahun-tahun telah diadaptasi untuk propulsi di berbagai jenis kendaraan, baik darat, laut, maupun udara, serta pembangkit listrik.

Di sisi lain, ŠKODA JS merupakan bagian dari organisasi lama ŠKODA Works. Perusahaan ini kini menjadi salah satu pemain penting dalam rantai pasok komponen nuklir di Eropa, sejajar dengan sejumlah nama besar lain di industri serupa.

Masa Depan Reaktor Modular Kecil

Small modular reactor dipandang sebagai masa depan tenaga nuklir. Teknologi ini memberi opsi perakitan di lokasi, alih-alih membutuhkan proyek teknik sipil raksasa. Meski berukuran dan berdaya lebih kecil, yaitu menyediakan 300 MW alih-alih 1.000 MW, reaktor jenis ini juga lebih terjangkau dibandingkan pembangkit nuklir tradisional dan dapat ditempatkan lebih dekat ke kawasan industri.

Kemitraan antara Rolls-Royce dan ŠKODA JS menegaskan posisi Eropa sebagai pemain kunci dalam pengembangan teknologi nuklir generasi baru. Dengan nilai kontrak yang signifikan dan jangkauan ekspor yang luas, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok energi nuklir yang lebih mandiri di kawasan tersebut.

Bagi industri yang lebih luas, pengembangan SMR juga menarik perhatian dari sektor lain. Beberapa produsen otomotif, misalnya, tengah menyiapkan kendaraan mewah penantang Rolls-Royce di segmen yang sama sekali berbeda, seperti yang terlihat pada langkah BYD Siapkan Sedan mewah Yangwang. Sementara itu, dari sisi teknologi baterai, Yangwang Siapkan Sedan dan SUV mewah penantang Rolls-Royce turut mewarnai persaingan di segmen premium global.

Kesepakatan CRDM ini menandai langkah konkret dalam rantai pasok teknologi nuklir Eropa yang melibatkan Rolls-Royce dan ŠKODA JS. Detail teknis lebih lanjut mengenai prototipe yang akan dikembangkan ŠKODA JS untuk small modular reactor belum diungkapkan dalam pengumuman ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.