Telset.id – BYD tengah menyiapkan sedan flagship terbaru dari Yangwang, merek paling premium mereka, yang diklaim sebagai kendaraan paling mewah dan canggih yang pernah dibuat perusahaan asal Tiongkok itu. Prototipe mobil ini tertangkap sedang diuji di jalanan Tiongkok, dan menurut laporan lokal, model tersebut akan mendorong Yangwang semakin dalam ke segmen elite. Yang menarik, desainnya disebut nyaris identik dengan Rolls-Royce Phantom, lengkap dengan pintu coach door berengsel belakang yang akan menjadi yang pertama pada kendaraan BYD.
Yangwang sendiri merupakan merek paling high-end milik BYD, dengan jajaran model ultra-mewah mulai dari hypercar listrik hingga SUV off-road ekstrem. Merek ini juga menjadi etalase bagi teknologi terobosan BYD. Sebelumnya, kendaraan Yangwang selalu debut dengan teknologi disruptif, termasuk platform quad-motor e4, Blade Battery generasi kedua, Flash Charging, hingga Disus Intelligent Body Control System.
Manajer umum Yangwang, Hu Xiaoqing, membagikan beberapa gambar sedan flagship tersebut melalui Weibo. Ia mengonfirmasi bahwa nama mobil ini belum final. Secara internal, BYD untuk sementara menyebutnya “HU”. Menurut Hu, model baru ini merupakan “puncak dari tiga tahun pengembangan teliti oleh Yangwang, dengan bahasa desain khas merek, dan merupakan sedan eksekutif ultra-mewah.”

Meski detail teknis masih minim, salah satu gambar memperlihatkan kendaraan tersebut berada di stasiun Flash Charging milik BYD. Hal ini memunculkan indikasi bahwa sedan ini mampu mendukung pengisian daya cepat hingga skala megawatt. Klaim Flash Charging lima menit yang selama ini menjadi andalan BYD pun berpotensi hadir di model ini.
Kandidat Pertama Baterai Solid-State BYD
Menurut laporan lokal dan CarNewsChina, sedan ultra-mewah Yangwang ini berpotensi menjadi kendaraan BYD pertama yang menggunakan baterai EV solid-state. Klaim itu diperkuat pernyataan Executive Vice President BYD, Stella Li, dalam wawancara eksklusif dengan Carwow.es awal bulan ini. Li menegaskan bahwa perusahaannya berada “di posisi terdepan” dalam teknologi baterai solid-state dan komersialisasinya.
Li menyebut BYD akan “membuktikannya” lewat kendaraan pertama yang dibekali baterai solid-state, yang dijadwalkan debut pada 2027. Tim riset baterai BYD disebut “sangat kuat”, dengan fokus studi pada kimia baterai hingga manufaktur dan peralatan yang dibutuhkan untuk produksi massal. FinDreams, unit bisnis baterai BYD, menargetkan mulai memproduksi baterai all-solid-state berbasis sulfida dalam jumlah terbatas pada 2027, lalu meningkatkan skala menuju produksi massal pada 2030.
Jika benar Yangwang menjadi kandidat pertama, baterai solid-state kemungkinan hanya ditawarkan pada varian berharga tertinggi. Sementara model standar masih bisa mengandalkan Blade LFP terbaru dari BYD. Di luar itu, model flagship ini diperkirakan mengusung platform quad-motor e4 dengan tenaga gabungan lebih dari 1.000 hp.

Baca Juga:
Harga dan Posisi di Segmen Ultra-Luxe
BYD belum mengumumkan harga resmi maupun detail lainnya. Namun laporan memperkirakan sedan Yangwang ini akan dibanderol lebih dari 2 juta yuan, atau hampir 300.000 dolar AS. Sebagai perbandingan, Yangwang U7 yang merupakan sedan listrik mewah mereka saat ini dibanderol mulai 658.000 yuan atau sekitar 98.000 dolar AS. Artinya, model flagship baru ini melompat jauh ke kelas yang selama ini dikuasai merek-merek ultra-luxe tradisional.
Pendekatan BYD lewat Yangwang ini sejalan dengan strategi mereka di lini produk lain yang juga agresif menyematkan teknologi terbaru, seperti yang terlihat pada Chip M8 Ultra di segmen komputasi AI. Pola serupa terlihat pada perangkat lain yang mengedepankan performa tinggi, misalnya Ultra Open Earbuds yang mengandalkan desain terbuka sebagai pembeda.

Pintu coach door berengsel belakang menjadi salah satu elemen paling mencolok pada model ini. Fitur tersebut biasanya identik dengan sedan-sedan kelas atas Eropa. Dengan mengadopsinya, Yangwang secara eksplisit membidik pembeli yang terbiasa dengan kemewahan konvensional, bukan sekadar pengguna EV awal. Nama “HU” yang dipakai internal pun belum final, sehingga BYD masih menyimpan ruang untuk penyesuaian sebelum peluncuran resmi.
Yang jelas, kehadiran sedan flagship ini menegaskan bahwa BYD tidak lagi hanya bermain di volume massal. Mereka membangun kredibilitas teknologi lewat Yangwang, dan menjadikannya kendaraan percontohan untuk baterai solid-state yang menjadi taruhan besar industri EV berikutnya. Untuk pasar yang mengikuti perkembangan teknologi seperti Server AI, langkah BYD ini menjadi sinyal bahwa perlombaan inovasi tidak lagi hanya soal harga, tetapi siapa yang paling cepat membawa teknologi generasi baru ke jalan raya.
Tanpa harga resmi, tanpa nama final, dan tanpa spesifikasi lengkap, sedan Yangwang ini masih menjadi teka-teki. Namun kombinasi pintu coach door, potensi baterai solid-state, dan tenaga di atas 1.000 hp sudah cukup menjelaskan arah ambisi BYD: masuk ke ruang yang selama ini dihuni Rolls-Royce dan sejenisnya.





Komentar
Belum ada komentar.