Telset.id – TIME merilis daftar TIME100 AI 2026 pekan lalu dengan satu kejanggalan: Jensen Huang, CEO Nvidia, tidak masuk dalam daftar tersebut. Padahal, Huang adalah salah satu dari delapan “Arsitek AI” yang ditunjuk TIME, dan GPU buatan perusahaannya menjadi infrastruktur pelatihan untuk semua model AI terdepan saat ini.
Bukan hanya Jensen Huang yang absen. CEO AMD, Lisa Su, juga tidak masuk daftar, sementara Ben Affleck, Senator Bernie Sanders, dan Paris Hilton justru berhasil masuk. Kepala dari dua produsen GPU dominan industri ini gagal memenuhi standar yang tampaknya bisa dilewati oleh para selebritas tersebut.

Ketiadaan Jensen Huang ini menjadi sorotan utama. Sebelumnya, Huang selalu masuk dalam setiap edisi TIME100 AI. Namun tahun ini, satu-satunya perwakilan Nvidia di daftar tersebut adalah Josh Parker, kepala bagian keberlanjutan perusahaan. Ini menjadi kontras yang tajam dengan capaian Nvidia yang baru saja melaporkan pendapatan kuartalan terbesar dalam sejarah korporasi Amerika.
Yang lebih menarik, kompetitor dan mitra bisnis Nvidia justru masuk daftar. Broadcom CEO Hock Tan, Micron CEO Sanjay Mehrotra, SMIC co-CEO Liang Mong Song, dan presiden Huawei HiSilicon He Tingbo semuanya muncul di daftar 2026. Mereka bergabung dengan Andrew Feldman dari Cerebras, Michael Intrator dari CoreWeave, dan Josh Payne dari Nscale.
Daftar tersebut secara ironis mencakup pemasok HBM Nvidia, dua pelanggan GPU cloud terbesarnya, pesaing custom-accelerator, dan China yang sedang berusaha menggantikan Nvidia. Sementara itu, profil Josh Parker muncul di kategori Thinkers dengan fokus pada konsumsi energi dan air pusat data, emisi Scope 3 Nvidia yang meningkat tiga kali lipat dalam dua tahun, serta peralihan platform Rubin ke 100% pendinginan cairan.
“Nvidia berada di pusat revolusi AI,” kata Parker kepada TIME.
Kontroversi Seleksi TIME100 AI
Editor-in-chief TIME, Sam Jacobs, menulis dalam artikel pendamping daftar tersebut bahwa seleksi dipimpin oleh editor Ayesha Javed. Jacobs menyatakan bahwa 100 penerima penghargaan mewakili “alur cerita kunci tahun ini dan siapa, menurut kami, yang memiliki pengaruh paling besar dalam mendorong perkembangan ini.”
Edisi keempat TIME100 AI ini tampaknya berfokus pada anggota baru komunitas pemimpin AI TIME. Mark Zuckerberg, Demis Hassabis, Sundar Pichai, dan Satya Nadella menjadi empat penerima penghargaan lain yang disebut layak masuk daftar tahun ini, namun justru terlempar.
Ketiadaan Lisa Su semakin aneh mengingat rekam jejaknya yang kuat dengan TIME. Majalah tersebut menobatkannya sebagai CEO of the Year 2024, memasukkannya ke daftar AI 2024 dan TIME100 utama pada 2025, serta mencantumkannya di antara Arsitek AI pada Desember lalu.

Keputusan TIME ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat industri teknologi. Banyak yang mempertanyakan kriteria seleksi yang digunakan, terutama ketika tokoh-tokoh kunci industri GPU justru dianggap tidak layak masuk daftar.
Padahal, pencapaian Nvidia di bawah kepemimpinan Jensen Huang sangat luar biasa. Hasil kuartal kedua Nvidia yang dilaporkan pada 26 Agustus mencatat pendapatan total 96,2 miliar dolar AS, termasuk 89 miliar dolar dari pusat data, naik 117% dibanding tahun sebelumnya. Perusahaan ini juga menjadi yang pertama menembus kapitalisasi pasar 5 triliun dolar AS pada Oktober lalu, dan mencatat rekor kuartal 57 miliar dolar AS tiga pekan kemudian.
Baca Juga:
Absennya Jensen Huang dari TIME100 AI 2026 ini tentu menimbulkan pertanyaan besar tentang arah seleksi daftar tersebut. Apakah TIME sengaja ingin memberi ruang bagi wajah-wajah baru, atau ada kriteria lain yang tidak dipublikasikan? Yang jelas, keputusan ini menciptakan diskusi menarik di kalangan pengamat industri.
Sebagai perbandingan, Jensen Huang baru-baru ini juga menyuarakan pendapatnya tentang penggunaan model AI China di Amerika Serikat. Ia juga aktif dalam berbagai agenda global, termasuk kunjungan ke Tokyo untuk memperkuat posisi Nvidia dalam revolusi robotika.
Terlepas dari kontroversi ini, posisi Nvidia sebagai pemimpin industri AI tidak tergoyahkan. Pendapatan kuartalan yang memecahkan rekor dan kapitalisasi pasar yang menembus 5 triliun dolar AS menjadi bukti nyata pengaruh perusahaan ini. Namun, keputusan TIME untuk tidak memasukkan Jensen Huang tetap menjadi teka-teki yang menarik untuk dicermati.
Bagi para pengamat industri, keputusan TIME ini juga menjadi pengingat bahwa daftar penghargaan tidak selalu mencerminkan pengaruh atau kontribusi nyata seseorang di industri. Terkadang, tokoh-tokoh kunci yang justru paling berpengaruh justru tidak mendapatkan pengakuan yang layak.

Ke depannya, publik tentu akan menantikan tanggapan resmi dari Jensen Huang maupun Lisa Su terkait keputusan ini. Apakah mereka akan memberikan komentar, atau justru memilih untuk tetap fokus pada pekerjaan mereka mengembangkan teknologi AI? Yang pasti, ketidakhadiran mereka di daftar TIME100 AI 2026 telah menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan penggemar teknologi.





Komentar
Belum ada komentar.