šŸ“‘ Daftar Isi

Konsep Apple Pencil untuk iPhone Ultra yang batal diluncurkan

Apple Pencil iPhone Ultra Batal: Ini Rencana yang Batal

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple dikabarkan batal meluncurkan Apple Pencil untuk iPhone Ultra pada acara "Surprise and shine" 9 September
  • Laporan Bloomberg menyebut stylus dirancang lebih gemuk agar sesuai dengan tinggi iPhone Ultra
  • Apple Pencil direncanakan menempel magnetis di sisi ponsel untuk penyimpanan dan pengisian daya
  • Alasan pembatalan: meninggalkan bekas di layar lipat sensitif dan menghormati visi Steve Jobs yang anti-stylus
  • Keputusan ini tidak menutup kemungkinan Apple merilis stylus di masa depan jika permintaan konsumen kuat
  • John Ternus akan memulai era kepemimpinannya sebagai CEO Apple pada acara 9 September
  • Tim Cook dinilai berhasil membangun Apple dengan diversifikasi produk dan bisnis Services senilai $30 miliar

Telset.id – Apple dikabarkan batal meluncurkan Apple Pencil khusus untuk iPhone Ultra, perangkat lipat pertamanya yang dijadwalkan debut pada ajang ā€œSurprise and shineā€ pada 9 September. Kabar ini tentu mengecewakan calon pembeli yang ingin menggunakan ponsel berlayar besar tersebut sebagai pengganti iPad.

Laporan dari Bloomberg yang ditulis Mark Gurman menyebutkan bahwa aksesori stylus tersebut kemungkinan besar tidak akan diumumkan bersamaan dengan peluncuran iPhone Ultra. Meski demikian, laporan yang sama juga mengungkapkan bagaimana seharusnya Apple Pencil untuk iPhone Ultra tersebut bekerja jika jadi dirilis.

Menurut Gurman, Apple Pencil untuk iPhone Ultra dirancang lebih ā€œgemukā€ atau stubbier agar sesuai dengan tinggi iPhone Ultra. Seperti halnya di iPad, stylus ini direncanakan menempel secara magnetis di sisi ponsel untuk penyimpanan sekaligus pengisian daya.

Namun, berbeda dengan iPad yang menempel di bagian atas perangkat, menempelkan stylus di sisi ponsel lipat justru akan membuat genggaman terasa kurang nyaman saat pengisian daya berlangsung. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan teknis yang membuat Apple urung meluncurkan aksesori tersebut.

Alasan lain yang lebih krusial adalah stylus ini disebut akan meninggalkan ā€œbekas yang tidak sedap dipandangā€ di layar dalam iPhone Ultra yang sensitif. Masalah ini diduga menjadi faktor utama mengapa Apple memutuskan untuk tidak meluncurkan stylus pada peluncuran perdana iPhone Ultra.

Baca Juga:

Menghormati Warisan Steve Jobs

Keputusan Apple untuk tidak meluncurkan Apple Pencil bagi iPhone Ultra juga didasari oleh keinginan perusahaan untuk tidak bertentangan dengan visi Steve Jobs terhadap iPhone generasi pertama yang sangat anti-stylus. Pendiri Apple tersebut terkenal dengan pandangannya yang menolak penggunaan stylus sebagai alat input utama pada perangkat sentuh.

Kendati demikian, laporan ini tidak menutup kemungkinan Apple akan merilis stylus untuk iPhone Ultra di masa mendatang. Keputusan tersebut hanya berarti bahwa perusahaan kemungkinan besar belum menyiapkan aksesori tersebut untuk peluncuran perdana.

Bekas yang ditinggalkan di layar memang bisa menjadi penghalang utama. Namun, bukan tidak mungkin Apple akan melawan visi iPhone ala Steve Jobs dan merilis Apple Pencil jika permintaan konsumen cukup kuat. Perusahaan bisa saja mengembangkan ujung stylus baru untuk mencegah bekas terbentuk di layar lipat yang sensitif.

Bagi pengguna yang sudah lama menantikan kehadiran ponsel lipat Apple, kabar ini mungkin sedikit mengecewakan. Namun, antusiasme terhadap iPhone Ultra sendiri tetap tinggi, mengingat ini adalah percobaan pertama Apple di kategori ponsel lipat yang selama ini didominasi oleh Samsung.

Sebagai pengguna iPhone setia yang selama ini hanya bisa melihat dari jauh jajaran ponsel lipat Samsung, kehadiran iPhone Ultra tentu menjadi momen yang dinantikan. Pertanyaannya sekarang, apakah iPhone Ultra mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang sudah dibangun oleh berbagai rumor dan laporan sebelumnya?

Era Baru Kepemimpinan Apple

Di sisi lain, momen peluncuran iPhone Ultra pada 9 September juga akan menjadi panggung pertama bagi John Ternus sebagai CEO Apple yang baru. Ternus mengambil alih kursi kepemimpinan dari Tim Cook yang pindah ke posisi Executive Chairman setelah 15 tahun memimpin perusahaan.

Tim Cook dinilai sebagai salah satu CEO teknologi terbaik sepanjang masa. Ia berhasil melakukan diversifikasi lini produk, meluncurkan berbagai lini bisnis baru, berekspansi ke seluruh dunia, dan melipatgandakan nilai pasar Apple hingga sepuluh kali lipat.

Di bawah kepemimpinan Cook, Apple Watch lahir dari gagasan Steve Jobs tentang ā€œteknologi yang akan meningkatkan hubungan antara pasien dan penyedia layanan kesehatanā€. Dalam satu dekade, perangkat wearable ini berkembang menjadi alat kebugaran dan kesehatan yang menyelamatkan nyawa.

Salah satu pencapaian terbesar Cook adalah membangun bisnis Services yang kini menjadi lini bisnis dengan pertumbuhan tercepat di Apple. Layanan seperti Apple TV, Fitness+, Apple News, iCloud, dan Apple Music berhasil meraup pendapatan lebih dari $30 miliar pada kuartal terakhir.

Meski demikian, masa kepemimpinan Cook juga tidak lepas dari catatan. Apple Vision Pro, headset mixed-reality seharga $3.499, dinilai sebagai keputusan yang berani namun diragukan kelanjutannya di era Ternus. Selain itu, Apple juga sempat tertinggal dalam perlombaan kecerdasan buatan, meski kini berupaya mengejar dengan Siri AI yang lebih cerdas.

Berbeda dengan Cook yang mengambil alih perusahaan dari Steve Jobs yang sakit, Ternus mewarisi perusahaan yang sedang berjalan mulus. Ia tidak hanya memahami rencana strategis yang disusun Cook, tetapi juga masih bisa berkonsultasi dengan mentornya kapan saja.

Ternus dikenal sebagai sosok technologist sejati yang terlibat dalam berbagai inovasi Mac. Ia pernah memimpin peluncuran MacBook Neo yang mengesankan. Dalam satu dekade ke depan, era Ternus akan diuji dengan berbagai peluncuran produk baru seperti iPhone lipat, kacamata AR, hingga kemungkinan robot dan mobil listrik buatan Apple.

Momen 9 September akan menjadi penanda penting bagi Apple. Di satu sisi, publik menantikan kehadiran iPhone Ultra sebagai ponsel lipat pertama Apple. Di sisi lain, acara tersebut juga menjadi panggung pertama John Ternus memperkenalkan dirinya kepada dunia sebagai CEO baru.

Terlepas dari batalnya Apple Pencil untuk iPhone Ultra, fokus utama tetap tertuju pada kemampuan Apple menghadirkan pengalaman ponsel lipat terbaik. Dengan persaingan yang semakin ketat di kategori ini, semua mata akan tertuju pada bagaimana Apple menjawab tantangan tersebut.

Sementara itu, bagi Anda yang penasaran dengan perbandingan ponsel lipat lainnya, kami juga pernah membahas perbandingan iPhone 18 Pro Max dengan kompetitornya. Informasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan perangkat mana yang layak dibeli.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.