šŸ“‘ Daftar Isi

Kartu grafis Nvidia GeForce RTX 5090 yang terkena blokir driver mVolt+

Driver Nvidia 615.56 Blokir mVolt+ di Seluruh RTX 50-Series

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Driver Nvidia 615.56 memblokir fungsi mVolt+ pada seluruh kartu grafis RTX 50-series
  • Pengguna tidak bisa lagi menyesuaikan core power limit melalui aplikasi overclocking ekstrem tersebut
  • Sebelumnya mVolt+ memungkinkan Asus ROG Astra RTX 5080 mencapai 680W dan RTX 5090 menarik daya 650-700W
  • Belum jelas apakah pemblokiran ini disengaja Nvidia atau hanya masalah kompatibilitas driver
  • Hydra 2.3B Pro masih berfungsi untuk modifikasi power limit, memberi harapan mVolt+ dapat diperbaiki lewat pembaruan dari kreatornya, b00nz

Telset.id – Driver terbaru Nvidia, versi 615.56, dikabarkan memblokir fungsi utama aplikasi overclocking ekstrem mVolt+ pada seluruh kartu grafis RTX 50-series. Para pengguna yang mencoba menyesuaikan core power limit melalui aplikasi tersebut kini mendapati fitur tersebut tidak berfungsi, seolah-olah driver mengalami crash atau dinonaktifkan.

Kejadian ini menimpa para enthusiast yang selama ini mengandalkan mVolt+ untuk memaksimalkan performa GPU mereka. Berbeda dengan utilitas mainstream seperti MSI Afterburner, mVolt+ menawarkan kontrol yang lebih granular dengan melewati batasan standar driver. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengatur power target secara terpisah untuk core dan memory channel, serta memberikan akses ke voltage dan clock offsets untuk Core, XBAR, SYS, dan VRAM.

Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat mengatur daya pada interconnect dan video encoder secara manual, alih-alih hanya mengandalkan slider global. Hasilnya, para overclocker mampu membawa hardware mereka ke level yang biasanya hanya bisa dicapai dengan VBIOS khusus atau modifikasi PCB secara fisik.

Nvidia GeForce RTX 5090

Dampak pada Performa Ekstrem

Sebelum driver terbaru dirilis, mVolt+ telah membuktikan kemampuannya dalam mendorong GPU melampaui batas spesifikasi pabrikan. Pekan lalu, sebuah Asus ROG Astra RTX 5080 berhasil mencapai daya 680W menggunakan mVolt+, padahal OC BIOS resminya hanya mengizinkan TDP 450W. Bahkan, seorang pengguna RTX 5090 melaporkan GPU mereka mampu menarik daya 650-700W saat bermain game, dibandingkan dengan 450W yang biasa dikonsumsi sebelumnya.

Meskipun peningkatan performa di dunia nyata tergolong marginal, mVolt+ tetap menjadi alat yang berguna bagi para overclocker. Aplikasi ini memungkinkan para enthusiast untuk bersaing di peringkat dunia 3DMark hanya melalui software. Dengan berhentinya fungsi aplikasi ini secara tiba-tiba, banyak pengguna yang merasa kecewa.

Driver versi 615.56 tersebut tampaknya memblokir aplikasi untuk melakukan perubahan, dan menyebabkan crash keras setiap kali pengguna mencoba menyesuaikan core power limit. Belum jelas apakah langkah ini merupakan keputusan yang disengaja dari Nvidia, atau sekadar masalah kompatibilitas yang mencegah mVolt+ bekerja dengan baik pada driver terbaru.

Kemungkinan Solusi dari Komunitas

Meski situasi ini tampak suram, ada secercah harapan dari komunitas overclocking. Beberapa pengguna di thread Overclock.net RTX 5090 melaporkan bahwa GPU mereka masih dapat menerima modifikasi power limit melalui Hydra 2.3B Pro, utilitas overclocking ekstrem lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa mVolt+ mungkin tidak diblokir secara eksplisit oleh Nvidia.

Kemungkinan besar, konflik ini terjadi antara mVolt+ dan driver terbaru, dan sang kreator, b00nz, dapat merilis pembaruan untuk mengatasi masalah ini dalam waktu dekat. Para pengguna yang bergantung pada alat ini untuk kebutuhan overclocking ekstrem tentu berharap solusi segera hadir.

Bagi para pengguna RTX 50-series yang selama ini memanfaatkan mVolt+ untuk mengeksplorasi batas kemampuan GPU mereka, situasi ini tentu menjadi kendala. Namun, riwayat komunitas overclocking menunjukkan bahwa konflik antara software pihak ketiga dan driver baru sering kali hanya bersifat sementara. Para pengembang biasanya dengan cepat merilis pembaruan kompatibilitas setelah menemukan akar permasalahannya.

Sementara menunggu pembaruan dari b00nz, para pengguna yang ingin tetap melakukan overclocking ekstrem masih memiliki opsi lain seperti Hydra 2.3B Pro yang disebutkan masih berfungsi. Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa dengan antarmuka dan fitur spesifik mVolt+, ketidakpastian ini tetap menjadi kabar buruk.

Perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa overclocking ekstrem selalu memiliki risiko, termasuk potensi konflik dengan pembaruan software resmi. Meskipun performa tambahan yang ditawarkan mVolt+ cukup menggiurkan, para pengguna perlu menyadari bahwa ketergantungan pada alat pihak ketiga selalu membawa konsekuensi tersendiri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.