Pemberitahuan penyitaan domain oleh FBI untuk botnet China QTFY

FBI Sita Domain Botnet China QTFY yang Dipakai Retas NASA dan Senat AS

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • DOJ dan FBI mengumumkan penyitaan tiga domain milik kelompok peretas China QTFY
  • Institusi yang terdampak: Federal Reserve, Departemen Energi, NASA, NIH, dan Senat AS
  • Dua malware digunakan: QTRouter dan QScan untuk menginfeksi ribuan perangkat IoT
  • Kelompok beroperasi sejak 2018 dan bekerja untuk Nanjing Xinjiuwei Network Technology
  • Domain disita: qtproxy.xyz, qt-proxy.org, dan qt-team.com
  • Investigasi dimulai 2019 setelah intrusi di NASA terkait CVE-2019-11510
  • Domain didaftarkan melalui Namecheap dan dibayar via PayPal antara 2022-2024

Telset.id – Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan FBI mengumumkan penyitaan sejumlah domain yang terkait dengan platform yang diduga dioperasikan oleh peretas yang disponsori negara China. Pengumuman ini dirilis pada Rabu (13/8/2025) waktu setempat, menandai langkah signifikan dalam upaya pemerintah AS membongkar infrastruktur serangan siber yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Dalam siaran persnya, DOJ mengungkapkan bahwa Federal Reserve, Departemen Energi, Departemen Kehakiman, Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat, NIH, NASA, dan Senat AS semuanya mengalami ā€œaktivitas intrusi komputerā€. Kelompok yang didukung negara yang dikenal sebagai QTFY disebut sebagai dalang di balik intrusi tersebut.

Menurut pemerintah AS, serangan ini dilakukan melalui dua jenis malware: QTRouter dan QScan. Siaran pers menyebutkan bahwa Kementerian Keamanan Negara Republik Rakyat China (PRC) termasuk di antara pelanggan berbayar QTFY. Berdasarkan keterangan resmi, QScan ā€œmemindai dan secara otomatis menginfeksi ribuan perangkat [IoT] di seluruh duniaā€. Perangkat-perangkat tersebut kemudian ditambahkan ke jaringan QTRouter.

Jaringan ini pada dasarnya adalah botnet, namun DOJ juga menyebutnya sebagai ā€œlapisan pengaburanā€ untuk menyamarkan asal lalu lintas berbahaya. Sistem QTFY telah digunakan untuk membahayakan infrastruktur kritis AS sejak 2018, menurut affidavit yang dirilis.

Kelompok ini disebut bekerja untuk Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company, sebuah perusahaan yang tidak ditemukan informasi publiknya. Sebagai bagian dari tindakan ini, DOJ menyita tiga domain: qtproxy.xyz, qt-proxy.org, dan qt-team.com. Ketiga domain tersebut kini menampilkan pemberitahuan penyitaan resmi.

U.S. domain seizure notice.

Investigasi terhadap kelompok ini dimulai sejak 2019, ketika FBI menyelidiki intrusi sistem di NASA yang terkait dengan CVE-2019-11510, yang kemudian telah ditambal. FBI menelusuri aktivitas tersebut ke dua akun Gmail dan satu nomor telepon dengan kode negara +86 (kode untuk PRC). Kelompok ini diduga menyewa infrastruktur dari platform komersial, yang menyebabkan serangkaian keluhan penyalahgunaan ke email oleh penyedia hosting Hostwinds.

FBI menyatakan bahwa kelompok tersebut memperoleh tiga domain yang disita antara 2022 dan 2024, mendaftarkannya melalui registrar domain Namecheap dan membayar melalui PayPal. Meskipun PRC secara rutin membantah aktivitas peretasan di AS, pejabat China dilaporkan mengakui bahwa pemerintah berada di balik serangkaian serangan terhadap infrastruktur AS pada akhir tahun lalu. Pada 2024, sistem penyadapan berusia 30 tahun yang digunakan pemerintah AS di penyedia telekomunikasi dan internet dilaporkan juga disusupi oleh penyerang China.

Penyitaan ini merupakan bagian dari operasi yang lebih luas untuk mengganggu infrastruktur siber yang digunakan aktor negara dalam menyerang institusi pemerintah. Dengan menyita domain-domain kunci, FBI memutus jalur komunikasi dan kontrol yang digunakan botnet QTRouter untuk mengoordinasikan serangan.

Hacker?

Tindakan ini menunjukkan bahwa meskipun kelompok peretas terus beroperasi, penegak hukum dapat mengganggu operasi mereka dengan menyita aset digital penting. Namun, para ahli keamanan mencatat bahwa kelompok seperti QTFY kemungkinan memiliki infrastruktur cadangan dan dapat bermigrasi ke domain baru.

Penyitaan domain juga mengirimkan sinyal kuat kepada aktor negara lain bahwa operasi siber mereka dapat dilacak dan diganggu oleh otoritas AS. Ini adalah pengingat bahwa meskipun serangan siber sering kali sulit dilacak, investasi jangka panjang dalam investigasi dapat membuahkan hasil.

Bagi institusi yang menjadi target, termasuk NASA dan Senat AS, pengumuman ini memberikan kejelasan tentang sumber serangan yang telah berlangsung sejak 2018. Meskipun penyitaan domain tidak serta-merta menghentikan semua aktivitas QTFY, langkah ini mempersulit kelompok tersebut untuk melanjutkan operasi dengan infrastruktur yang sama.

Ke depannya, institusi pemerintah dan swasta diharapkan tetap waspada terhadap potensi serangan siber baru dari kelompok yang mungkin menggunakan infrastruktur alternatif. Penegakan hukum yang berkelanjutan dan peningkatan keamanan sistem menjadi kunci untuk melindungi infrastruktur kritis dari ancaman yang terus berkembang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.