📑 Daftar Isi

Meta setuju membayar USD 17,1 miliar untuk menyelesaikan gugatan keselamatan anak di Facebook dan Instagram

Meta Bayar USD 17,1 Miliar Selesaikan Gugatan Keselamatan Anak

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Meta membayar USD 17,1 miliar untuk menyelesaikan gugatan keselamatan anak yang melibatkan 29 negara bagian
  • California berpotensi menerima antara USD 1,5-2,1 miliar jika pengadilan menyetujui
  • Batas waktu penggunaan default 2 jam untuk pengguna di bawah 18 tahun, hanya bisa dihilangkan orang tua
  • Pemblokiran malam hari (00:00-06:00) dan blokir notifikasi (22:00-07:00) untuk pengguna muda
  • Larangan menampilkan jumlah likes dan filter prosedur kosmetik untuk pengguna di bawah 18 tahun
  • Meta wajib merespons 90% laporan konten berbahaya dalam 6 jam
  • Auditor independen akan mengawasi kepatuhan Meta terhadap semua ketentuan

Telset.id – Meta akhirnya mengakhiri gugatan besar terkait keselamatan anak dengan membayar penyelesaian senilai USD 17,1 miliar. Kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Jaksa Agung California, Rob Bonta, dan mencakup berbagai perubahan signifikan pada platform Facebook dan Instagram yang akan berdampak langsung pada pengguna di bawah umur.

Gugatan yang melibatkan 29 negara bagian ini sebelumnya menuding Meta telah menciptakan platform media sosial yang adiktif bagi anak-anak, menyesatkan konsumen soal keamanan pengguna muda, serta mengumpulkan data pribadi anak secara tidak pantas. Dengan adanya penyelesaian ini, California berpotensi menerima antara USD 1,5 miliar hingga USD 2,1 miliar jika pengadilan menyetujui kesepakatan tersebut.

Perubahan Besar untuk Pengguna di Bawah Umur

Kesepakatan ini membawa sejumlah perubahan yang wajib diterapkan Meta pada Facebook dan Instagram. Salah satu yang paling menonjol adalah batas waktu penggunaan harian default selama dua jam untuk pengguna di bawah 18 tahun. Batas ini hanya bisa dihilangkan oleh orang tua, memberikan kontrol lebih besar kepada keluarga dalam mengatur aktivitas digital anak.

Selain itu, Meta juga harus memberlakukan pemblokiran malam hari secara default antara pukul 00:00 hingga 06:00 untuk pengguna di bawah 18 tahun. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan anak-anak tidak mengakses platform di jam-jam yang seharusnya digunakan untuk istirahat. Orang tua tetap memiliki wewenang untuk menonaktifkan pemblokiran ini sesuai kebutuhan.

Meta juga diwajibkan memblokir notifikasi untuk pengguna di bawah 18 tahun dari pukul 22:00 hingga 07:00 serta selama jam sekolah. Langkah ini bertujuan mengurangi gangguan yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan kualitas tidur anak-anak.

Meta

Dalam hal moderasi konten, Meta harus menyediakan mekanisme yang lebih baik bagi remaja untuk melaporkan konten berbahaya. Perusahaan juga dituntut merespons 90 persen laporan tersebut dalam waktu enam jam. Ini merupakan peningkatan signifikan dari praktik sebelumnya yang sering kali memakan waktu lebih lama.

Perubahan lain yang tak kalah penting adalah larangan menampilkan jumlah likes atau reaksi kepada pengguna di bawah 18 tahun. Meta juga dilarang menerapkan filter gambar prosedur kosmetik untuk pengguna muda, yang selama ini dinilai dapat berdampak negatif pada citra tubuh dan kesehatan mental remaja.

Pengguna di bawah 18 tahun juga akan diberikan opsi untuk menggunakan feed yang tidak dipersonalisasi. Ini berarti mereka bisa melihat konten tanpa algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan waktu penggunaan. Meta juga berkomitmen untuk meningkatkan alat pengawasan orang tua agar lebih efektif dalam memantau aktivitas anak di platform.

Selain itu, Meta harus menerapkan langkah verifikasi usia yang kuat untuk mendeteksi pengguna di bawah 18 tahun. Perusahaan juga wajib mengidentifikasi dan menghapus pengguna di bawah 13 tahun yang seharusnya tidak memiliki akun. Seorang auditor independen akan ditunjuk dengan akses luas terhadap informasi dan sumber daya untuk memastikan kepatuhan terhadap semua ketentuan ini.

Mark Zuckerberg

Meta juga dikenai injunksi yang melarang perusahaan membuat pernyataan yang “salah, menyesatkan, atau menipu” seputar fitur keamanannya. Hal ini menyusul temuan bahwa Meta sebelumnya dinilai tidak transparan mengenai tingkat keamanan yang sebenarnya diberikan kepada pengguna muda.

Menanggapi penyelesaian ini, Meta menyatakan komitmennya untuk melindungi pengguna remaja. “Memastikan remaja memiliki pengalaman yang aman dan produktif di platform kami adalah prioritas mutlak bagi Meta. Kami ingin melakukan hal yang benar untuk orang tua dan remaja,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Dampak bagi Orang Tua dan Pengguna Muda

Dengan diberlakukannya semua kebijakan baru ini, Facebook dan Instagram diharapkan menjadi platform yang jauh lebih aman bagi anak-anak. Batas waktu penggunaan yang ketat, kontrol orang tua yang lebih besar, serta pengurangan notifikasi yang mengganggu dapat membantu mengurangi perilaku scrolling tanpa henti yang selama ini menjadi kekhawatiran banyak orang tua.

Pengurangan paparan terhadap konten berbahaya juga menjadi nilai tambah utama dari kesepakatan ini. Anak-anak akan memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menemukan konten yang dapat merusak kesehatan mental mereka, sementara orang tua mendapatkan alat yang lebih baik untuk memantau dan mengatur pengalaman digital anak-anak mereka.

Meskipun batas dua jam adalah langkah positif, perlu disadari bahwa anak-anak tetap dapat mengakses konten berbahaya dalam waktu tersebut. Namun, dengan kontrol orang tua yang lebih kuat dan keterlibatan yang lebih besar dari pihak keluarga, risiko anak terpapar konten negatif diharapkan dapat diminimalkan secara signifikan.

Penyelesaian hukum ini menjadi tonggak penting dalam upaya meminta pertanggungjawaban perusahaan teknologi besar atas dampak produk mereka terhadap anak-anak. Meskipun tidak serta-merta membuat Facebook dan Instagram 100 persen aman bagi anak-anak, langkah ini merupakan awal yang baik menuju pengakuan industri terhadap efek negatif produk mereka pada generasi muda.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Meta juga menghadapi ancaman dari peretas terkait pusat data yang digunakan. Sementara itu, perusahaan juga sempat membatalkan rencana PHK massal proyek AI yang sebelumnya direncanakan. Semua perkembangan ini menunjukkan bahwa Meta berada dalam periode transformasi besar di berbagai lini bisnisnya.

Kesepakatan senilai USD 17,1 miliar ini menjadi salah satu penyelesaian terbesar dalam sejarah kasus keselamatan anak di dunia teknologi. Ke depannya, pengawasan terhadap praktik platform media sosial dalam melindungi pengguna muda diperkirakan akan semakin ketat, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di berbagai negara lain termasuk Indonesia.

Bagi orang tua di Indonesia yang anaknya aktif menggunakan Facebook dan Instagram, perubahan ini memberikan harapan bahwa platform media sosial dapat menjadi lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak. Meskipun kebijakan ini diterapkan di Amerika Serikat, tekanan publik dan regulasi serupa berpotensi mendorong Meta untuk menerapkan standar keamanan yang setara di pasar lain.

Dengan adanya mekanisme pelaporan yang lebih responsif, larangan filter kosmetik, dan opsi feed non-personalisasi, pengalaman bersosial media bagi remaja diharapkan menjadi lebih positif. Ini adalah langkah konkret menuju ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab terhadap generasi muda.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.